Kadang heran, kenapa ya ada orang-orang yang hanya mau menerima tanpa mau memberi. Trus, mending kalo nerimanya apa adanya. Nggak, mereka maunya menerima segala yang terbaik di dunia ini. Tapi giliran harus memberi, mereka merasa nggak punya apapun untuk diberi. Amit-amit!!!!! Diminta tolong gak bisa, diharap membantu melakukan sesuatu untuk kepentingan bersama nggak bisa (atau gak ngerti), dituntut untuk melakukan kewajiban juga walahualam. Nggak ada kata kewajiban di kamus mereka, yang ada hanya hak istimewa yang tiap orang harus ngerti. Titik.
Gileeee.
Kok ada ya orang-orang yang gak tahu diri kayak gitu?
Beberapa hari ini aku lagi eneeek banget sama sebuah keluarga besar yang emang pantes buat di’enek’in. Ampun ampun deh ngeliatnya. Heran, kok Tuhan bisa sabar menghadapi mereka yah.. Kalo aku Tuhan, gak tahu deh kukasih penghukuman apa hehehehe. Mo marah banget! (Dikutuk jadi kodok mah masih bagus, kalii..).
Trus lagi, kalo mereka bersalah, gak mau ngaku, berusaha nutupin, gak boleh ditegor, trus datengnya keroyokan (maklum keluarga besar), dan gak jujur. Gak cuma itu, dah nuntut yang terbaik dari orang lain, gak tahu terima kasih, lagi. Hebat betul gak sih???? Kadang aku bingung, mereka ini manusia apa ngerasa setengah dewa yaa…. Hmfhrgggghhhhhkkk!!!!!!
Tidaaaaaaaaaakkkkkkk!!!!!!
Oh, Tuhan yang maha baik, berikan aku kesabaran menghadapi manusia-manusia ajaib yang demikian itu. Kiranya kasih dan anugerahMu yang besar itu menuntun perasaanku supaya bisa menerima mereka apa adanya, bisa memahami dan melihat dari sudut pandang mereka yang ajaib itu. Oughgghhhkrrrrrhhhh…
Jangan sampe deh aku punya salah satu sifat ajaib mereka. Sifat yang paling bagus dari mereka pun masih ajaib dibandingkan dengan sifat dan kelakuan ‘biasa’nya orang normal.
Serius.
Bisa bayangin gak?
Hrmgggh.
Entahlah apa maksud Tuhan menempatkan orang-orang seperti itu di dalam perjalanan iman kami..
Oh, Tuhan, jangan sampe mereka menghancurkan iman kami (terutama aku) kepadaMu.
Amen.