Just Kristine

Blogging, Cara Gw Bertahan Hidup…

Mengejar Kebahagiaan September 7, 2009

Apa sih tujuan hidup kita?

Konon, ini pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh sebagian besar masyarakat dunia. Kita seringkali bingung dan nggak ngerti apa tujuan kita berada di planet ini.

Ada yang bilang mencari kebahagiaan, ada yang bilang menghasilkan uang, ada yang bilang mengejar impian. Yeahh.. emang bener sih.. tapi hanya sedemikian sederhanakah? Apa hidup hanya sebatas bahagia, punya duit dan mengejar mimpi? Trus, kalo udah bahagia, kaya dan sukses tapi nafasnya megap-megap di rumah sakit gimana? Atau bahagia, kaya dan sukses tapi dikejar-kejar polisi karena menggelapkan uang, gimana?

Okay.. aku percaya tiap kita terlahir ke dunia ini dengan tujuan hidup yang berbeda. Bukan sekedar nyari duit kayak mottonya sebagian besar orang, tapi ada sesuatu yang jauh lebih besar dan lebih mulia bahkan dari hidup kita sendiri. Sedih aja kalo kita sampe bertujuan hidup hanya untuk menghasilkan uang. Duh.. money oriented banget sihh.. tar begitu duitnya habis entah ke mana, nelangsa deh yang ada..

Menurut seorang pakar (aku gak tau dia pakar apa), kita harus mengukur apa yang kita lakukan dalam hidup dengan standar kebahagiaan kita sendiri, karena standar kita itu berbeda dengan orang lain. Maksudnya gini. Ada orang yang bisa menghasilkan puluhan juta rupiah dalam sebulan, tapi belum bahagia. Sementara, ada orang-orang yang hanya berpenghasilan satu juta, tapi udah puas. Yang gajinya gede, bisa jadi akar permasalahannya bukan pada banyaknya gaji, tapi kekurangan akan sesuatu yang belum dimilikinya. Kalo kita merasa belum puas dengan apa yang kita miliki (mungkin maksudnya yang kita bisa ubah..), maka kita harus memperjuangkannya. Sementara kalo kita udah puas, ya udah.. walaupun standarnya jauh di bawah standar orang lain, kita bisa tetap bahagia kaan, karena standar yang kita pergunakan adalah standar pribadi kita sendiri..

Jika ditanyakan kepadaku (inilah asyiknya punya blog, walaupun gak ada yang nanya, kita tetap berhak untuk memberikan pendapat) apa arti kebahagiaan.. mungkin aku gak akan menyebutkan uang/ harta/ kepemilikan sebagai yang utama. Bagiku yang terpenting adalah kepuasan batin. Jika kita puas karena berhasil mencapai sesuatu, kita melakukan apa yang telah Tuhan taruh sebagai bakat/ potensi/ passion dalam diri kita, maka uang akan datang dengan sendirinya. Tapi kalo kita cuma bertujuan menghasilkan uang sebanyak-banyaknya, kita nggak akan pernah berkontribusi pada hal-hal lain di luar diri kita. Kita nggak akan mengetahui bahwa ada hal-hal lain yang lebih besar dari diri kita dan segala persoalannya..

Lalu, kenapa banyak orang gak berhasil mengejar kebahagiaan?

Alasan utamanya : karena takut. Takut nggak mampu/ takut mencoba, takut kekurangan waktu/ merasa sudah terlambat, takut kata orang, takut gagal, takut sukses/ takut dikucilkan, takut berkomitmen, takut akan hari kiamat, takut akan hal-hal yang belum jelas.. banyak hal! Padahal, rasa takut seringkali lebih besar dari apa yang ditakuti. Sebenernya sih nggak jelas apa yang akan terjadi, tapi karena udah keburu takut, jadi gak maju-maju deh. Seharusnya, karena kita belum pasti dengan apa yang ada di depan kita, kita punya iman dan keteguhan yang jelas untuk mewujudkan mimpi dan harapan kita kaan..

Konon, bagi wanita, ada yang dinamakan dengan krisis perempat baya.. pada umur segini, baru akan terasa deh kegalauan dan kebingungan dalam pemikiran-pemikiran tentang kehidupan! Aku adalah contoh yang jelas. Suatu hari dalam hidupku, ketika aku berumur 24 th, aku tiba-tiba terbangun dan menyadari bahwa aku belum melakukan sesuatu yang cukup berarti dalam hidup. Dari situlah petualangan sesungguhnya dalam hidupku dimulai..

Yeah.. sejujurnya, selama ini aku tuh tipe orang yang terlalu takut akan kata orang. Aku dibesarkan dalam lingkungan yang penuh tekanan dan harus selalu pasang antena tinggi-tinggi terhadap ‘kata orang’. Itu sebabnya banyak orang bilang aku jaim setengah mati. Memang, aku gak menampik. It’s me at all. Aku tumbuh dengan ide bahwa untuk survive dalam hidup kita mesti jaim. Padahal, sesudah tumbuh dewasa baru aku berpikir. Ngapain mesti jaim? Capek. Kenapa aku gak boleh jadi diri sendiri dan mengemukakan pendapat-pendapatku? Kenapa mesti ada benar dan salah? Kenapa kita harus memperjuangkan pembenaran atas diri sendiri? Kamu boleh ngomong apapun yang benar versi kamu, tapi bukan berarti itu mengubah kenyataan bahwa saya pun benar, menurut versi saya. Hoho, this is my motto now. Sekarang, tutup kuping deh. Capek denger omongan orang. Sebagaimana aku membiarkan orang lain jadi diri mereka sendiri dan tidak menuntut apapun, aku berharap aku pun dibiarkan menjadi diriku sendiri dan bebas mengekspresikan diri dong.. Yes, I’m worth it. Really, really worth it!!

Jika kita mengejar kebahagiaan yang sesuai dengan standar kita sendiri, mungkin dunia akan jadi lebih indah. Kebanyakan orang mengejar kebahagiaan dengan standar orang lain atau standar yang media ciptakan. Yaahh.. mana bisa puaslah kalo gitu? Toh tiap saat kita dijejali dengan iklan, produk dan inovasi yang terus menggempur kita dari segala penjuru.. Bisa habis duit, tenaga dan waktu kita kalo mo terus ngikutin perkembangannya..

Aku berharap, tiap kita bisa mengenali diri kita sendiri lebih baik. Menganalisa diri sendiri : ingat prinsip SWOT (strength, weaknessess, opportunities and threats) kaan? Tulis deh impian-impianmu dan apa yang akan kamu lakukan dalam hidupmu (Thomas Edison menuliskan banyak hal dan mencapai hampir semuanya!). Jangan pernah takut untuk bermimpi. Dan jadilah dirimu sendiri..

 

Jaka Tarub Mencari Cinta September 4, 2009

Filed under: Uncategorized — krisgp @ 2:57 am
Tags: , , ,

Barusan nonton pagelaran Jaka Tarub Mencari Cinta di GKJ (Gedung Kesenian Jakarta), performed by class 11 Sekolah Tunas Muda. Duuuhhh.. gemes, deh.. Jadi pengen sekolah lagi.. Ngerasain seseruan proses produksi pementasan, persiapan, kesibukan, sampe terlaksananya pertunjukan kayaknya seru deh.

Yeahh.. walaupun banyak kekurangan sana-sini.. maklum anak SMA.. narinya masih kaku-kaku, banyak yang belom pada hafal gerakannya, trus ada kalimat-kalimatnya yang nggak jelas dsb, tapi secara keseluruhan, kalo ngeliat yang mempersiapkan segalanya anak SMA, udah top abiss deh -hehe, walaupun teteep jangan bandingin sama pementasan teater yang sesungguhnyalah..

Secara stage, walaupun minimalis, udah oke sih. Cuma batas antara fade in- fade out dan pergantian pemainnya suka nggak pas aja. Tar lampunya udah nyala, pemainnya masih ‘mengendap-endap’  lari ke belakang panggung. Hihihi. Gak papalah, malah jadi lucu kan..

Duuuhh.. aku tuh suka jealous banget sama anak sekarang. Apalagi yang dapet kesempatan untuk bersekolah di tempat yang mutu pendidikannya di atas standar rata-rata. Nah di sekolah tempat adikku mengajar ini karena sekolahnya Nasional Plus/ Internasional, jadi mereka diwajibkan berbahasa Inggris, kudu ngerjain personal project, di pelajaran musiknya aja biola udah jadi agenda wajib. Alamaaakkk.. dibandingkan dengan jaman aku SMA dulu.. hwarakadah, kata Panji Koming. Huhuhuhu..

Kalo boleh mengulang, aku pengeen deh bisa mengulang kembali masa-masa sekolah, tapi di masa kini aja kali yee, jangan masa dulu. Tar yang ada sama aja kalo baliknya ke jaman dulu. Hihihi. Apa bedanya?

Aku tuh agak nyesel gak serius sekolah waktu SMA dulu. Duuh.. apa sih yang ada dalam pikiranku waktu itu ya? Ampuunn dah.. Tapi yeah, waktu dan kesempatan adalah salah satu yang gak bisa berulang kembali, jadi emang bener pepatah yang menyatakan bahwa kita harus mempergunakan waktu kita sebaik mungkin. Jarang-jarang kita bisa dapet kesempatan kedua. Makanya kita perlu mempergunakan tiap saat dengan baik..

Tadi kata Dina tunangan adikku, ‘Duh, coba kalo aku masih sekolah. Pasti aku yang jadi peran utama..’. Iyalah.. percaayaa.. biasaa dia narsisnya mulai muncul deh kalo udah acara akting, pertunjukan dan semacam itu..

Balik ke Jaka Tarub Mencari Cinta, yeah.. ceritanya agak kepanjangan menurut aku. Sebenernya kalo bisa diedit sana-sini, dipotong dan diberi penekanan di beberapa adegan mungkin lebih bagus. Hehehe.. kata akyu sih. Abis, banyak dialog yang gak penting dan bikin alur jadi super lambat sih.. Sayangnya gak ada yang minta aku ngasih komentar  tadi, jadi curhatnya di sini aja hehe..

Sesudah acara selese, aku ngobrol sama si Ms. D tentang acara yang barusan kami tonton. Dan mulailah mengalir percakapan-percakapan yang melenceng dari topik utama. ‘Duuhh.. kenapa ya waktu aku sekolah dulu gak sungguh-sungguh?’ kata Ms. D. ‘Bla, bla, bla…’. Percakapan pun mengalir seperti air. Tentang betapa asyiknya fasilitas anak sekolah sekarang ini, kayak internet, komputer dan wifi. Duuh, bener deh siapapun yang bilang bahwa siapa yang menguasai informasi, menguasai dunia. Haree genee, kayaknya gak ada ilmu yang gak bisa kita dapet dari internet. Mo cari apaaaa aja, ada. Ckckck. Gak kebayang ya dunia kita 5 tahun yang lalu, dimana teknologi informasi belum berkembang seperti sekarang ini.. Makanya friends, kalo internetan jangan cuma tau fesbukan doang.. Rugi. Pembodohan itu namanya. Belajar sesuatu dong, dari kemudahan dan fasilitas yang dunia IPTEK tawarkan pada kita. Aku suka sedih bercampur gemes kalo ngeliat orang muda yang taunya cuma buka facebook and friendster. Duuuhhh… sayang banget, nak.. Buang waktu aja ngulik kehidupan orang, sementara kita nggak dapet apa-apa dari situ..

Mungkin, aku juga harus lebih belajar menghargai waktu yang kumiliki kali ya. Sejujurnya, walau aku berumur 30th, tapi jauh dalam hati, aku masih gak mau ngaku kalo aku berumur 30th. Who? Me? Oh, oh.. It’s not me at all. I’m technically 21. Hehehe. Maunyaa.. Abis, kayaknya asyik ngeliat dunianya anak muda yang masih ceria, belum ngenal susahnya dunia kerja, kompetisi, politik kantor, dan sejuta kisah sedihnya mereka yang sudah memasuki umur seperempat abad misalnya.. Mmhh.. kegalauan, keruwetan dan persoalan hidup baru mulai bermunculan deh.. Tapi ketimbang terus-terusan menengok ke belakang, mungkin lebih baik kita memperbaiki apa yang ada di depan mata deehh.. ^^

Duuhh, dah ngantuk nih. Demikianlah sekilas info dari pagelaran Jaka Tarub Mencari Cinta… Sekarang mo bobo dulu yaa.. Tar acara menggosipnya kita lanjutkan lain waktu yaa..

Peace!

 

Gempa!!!! September 2, 2009

Filed under: Uncategorized — krisgp @ 4:11 pm
Tags: , , ,

Duuh.. yang namanya gempa, gak peduli besar,sedang ato kecil, pokoknya judulnya gempa emang nakutin. Sebagaimana kita ketahui, tadi kan gempa tuh (yang katanya pusat episentrumnya di 142 km BD Tasikmalaya, 30km dari permukaan laut). Aku kan lagi nginep di rumah adik  iparku di Kramat, mana rumahnya lantai 2, lagi, jadi sibuklah kami lari-lari turun dan menyelamatkan diri. Tapi aku masih sempat tuh, menyelamatkan laptopku hehehe. Bukan apa si, masalahnya emang lagi buka laptop , jadi kusamber aja laptopnya sambil menyelamatkan diri..

Pas di luar, barulah ketemu sama banyak orang yang lari-lari keluar menyelamatkan diri juga. Daan.. ada orang-orang yang langsung teriak-teriak ‘Tuhan, ampunilah dosa-dosaku..’. Dan, kepanikan-kepanikan yang lumayan mencekam, deh judulnya..

Aku jadi kepikir. Iya ya, pas gempa and mengalami kejadian-kejadian buruk, barulah kita mulai memikirkan gimana hidup kita selama ini. Trus, kok sempat-sempatnya ya kita mengevaluasi hidup kita dalam tempo yang sesingkat-singkatnya kayak gitu? Hehehe.

Yeah.. menyedihkan aja, masa butuh keadaan terpaksa dan menyedihkan dulu baru kita memikirkan semua perbuatan kita selama ini. Mungkin inilah saat yang tepat kita harus sungguh-sungguh mendekatkan diri pada Tuhan dan mengakui kekuasaanNya dalam hidup kita, sehingga kita benar-benar hidup berkenan kepadaNya..

Hehehe. Ini sepenggal insight (yang bijak apa nggak yaa?) dariku setelah mengalami gempa yang cukup mengagetkan tadi..

 

Pengalaman July 10, 2009

Kalo lagi terinspirasi gini nih.. punya berlembar-lembar postingan untuk diceritakan.

Minggu lalu, entah lagi cerita apa sama seorang bapak (bapak yang berjiwa muda sih..), dia bilang gini ‘Kamu nggak ngalamin yang aku alami sih.. Hidupku ini keras sekali, tau.. Susah, miskin, orang tua sibuk, kami nggak keurus.. Pokoknya hidupku keras banget deh! Kamu mah nggak ngalami yang kualami jadi nggak ngerti..’.

Aku langsung dapet pencerahan. Pantesan mukanya sangar. Plus, susah senyum. Asli. Kalo gak kenal, pasti serem deh liatnya. Tapi kalo dah akrab, asyik sih. Kata istrinya, ‘hatinya keras kayak batu, susah berubah. Susah memaafkan. Susah deh sifatnya..’. Aku jadi ngerti. Ya iyalah, wong waktu kecil hidupnya keras gitu. Paling nggak waktu dewasanya, dia menyatakan gimana dia dibesarkan.

Bicara tentang masa lalu memang nggak ada habisnya. Aku juga sempat ngomong gitu ke salah seorang temenku yang sukaaa bener mengeluh tentang hidupnya. “Duuuh, lu gak ngerti aja gimana hidup gw. Kalo tau dan ngalamin sendiri, bisa nangis darah lu!’ kataku gemes. Abis, baru kena omongan dikit, sediiiihnya minta ampun. Sakit hatinyaaaaa minta ampun. Yaa.. gitu sih. Aku juga padahal gak ngalami yang dia alami hehe.. Jangan jangan kalo ngalami, nangis darah juga gw..

Maksudnya, kita suka ngerasa bahwa masalah kitalah yang paling berat, persoalan kita, penyakit kita, semua itu yang paling berat Padahal, dibandingkan dengan orang lain, apa yang kita hadapi mungkin nggak ada apa-apanya. Tapi satu hal yang kita perlu yakini, bahwa tiap pengalaman menorehkan suatu keunikan dalam kepribadian kita. Pengalaman yang paling membuat kita terluka bisa jadi pengalaman yang kita paling butuhkan untuk menolong orang lain terlepas dari pengalaman yang sama dengan kita. Siapa lagi yang bisa menolong kalo bukan yang pernah mengalami?

Aku juga tadinya suka menyalahkan keadaan. Orang tuaku, lingkungan, sekeliling.. tau deh gimana orang kalo dah ngedumel.. Tapi sekarang aku ngerti banget bahwa nggak pernah ada yang salah dengan pengalaman kita. Yang salah mungkin apa yang kita pilih. Kita bisa hidup susah dan memilih untuk berbahagia. Kita bisa dikatain orang tapi tetap berpikir positif. Kita bisa dijauhi orang dan asyik-asyik aja. Selama sumber kebahagiaan kita letakkan pada sekeliling, kita nggak akan pernah bahagia. Kebahagiaan kita itu terletak pada apa yang kita miliki dan bagaimana  kita mempergunakannya untuk mengelola hidup kita.

Mengalami sesuatu mungkin bukan pilihan, tapi meresponinya adalah suatu pilihan yang bisa kita ambil dengan keputusan yang matang dan pemikiran yang terencana tentang hari depan. Hidup bukan hanya tentang hari ini, sob. Bukan juga tentang masa lalu. Apa yang kita pilih hari ini, berpengaruh sangat besar pada hari depan kita. Jika hari ini kita menyalahkan keadaan, sampai kapanpun kita akan tetap menyalahkan keadaan. Jika hari ini kita belajar sesuatu tentang kehidupan, hingga kapanpun kehidupan akan mengajari kita tentang banyak hal..

Aku berdoa semoga kita semua dianugerahi Tuhan kematangan dalam berpikir dan kemampuan untuk memilih yang terbaik dalam hidup. Hidup memang keras dan seringkali nggak adil, tapi masih baik untuk dijalani kok.. ^^

God bless everyone!

 

MJ In Memoriam July 10, 2009

Dunia berkabung karena kematian Michael Jackson. Yeah, nggak bisa dipungkiri dia emang seorang King of Pop yang disebut-sebut nggak bakal ada yang menyamai. Ya iyalah.. :) .

Sejujurnya, aku bukan fans fanatik MJ, tapi ngerasa punya bond yang kuat sama dia, karena duluuuu, kalo udah mulai stress, bete ato bad mood, suka kabur dari rumah, ngelariin mobil kenceng2 sambil muter kasetnya dia, Dangerous. Ampun dah..

MJ memang fenomenal. Aku kagum sama dia karena dia memang menginspirasi banyak orang. Sebagai musisi kulit hitam pertama yang tampil di MTV, terang aja dia membuka pintu bagi banyak orang kulit hitam yang saat itu masih dianggap kelas dua di Amrik. Wow..

Terus, waktu tahun 8o berapaa gitu, waktu dia cuma dapet 1 Grammy, dia menangis dan bilang sama LaToya kalo dia bakal dapet Grammy2 lain dan jadi orang yang paling banyak menjual album dalam sejarah permusikan Amerika. Dan.. terbukti sih. Dia berhasil menjual album terbanyak sepanjang sejarah. Berapa? 107 juta copy? Eww.. berapa aja royaltynya ya? Hehehe..

Lagu-lagunya memang banyak yang menginspirasi. Liat aja The Earth Song dengan pertanyaannya ‘How about us?’ yang bikin orang merenungkan what have we done to the world. Juga Heal The World yang bikin merinding.  Perhatiin deh liriknya ‘If you care enough for the living, make a better place for you and for me..’. Belum lagi nge-dancenya yang asyik banget. Aku selalu suka liat cowok yang jago menari hihihi.. Nari apa dulu..

Dunia menyayangkan kepergiannya. Padahal, dia berencana mo bikin konser akbar. Yaa.. kita emang nggak bisa memprediksi berapa lama kita akan hidup. Seorang superstar aja bisa mati. Seorang Lady Di juga bisa mati. Seorang Einstein juga mati. Ini membuktikan bahwa hidup manusia memang seperti bunga rumput, yang suatu saat akan layu. Saat kita di atas, kita perlu ingat bahwa semua yang kita punya, kita terima dari Tuhan. Nggak ada alasan jadi sombong dan nggak napak bumi. Sebaliknya, ketika kita berada di bawah kita juga jadi melihat bahwa kita nggak berkuasa bahkan atas kehidupan kita sendiri. Yang terbaik adalah berfokus pada apa yang kita miliki, mengolahnya menjadi sumber daya yang berguna, dan jadi yang terbaik versi kita. Nggak perlu pake topeng dan meniru orang lain. Toh setiap orang diperlengkapi dengan keunikan untuk menjadi dirinya sendiri.

Michael Jackson sudah membuktikan dan memaksimalkan hidupnya. Walau mungkin di akhir hayatnya -well, kita nggak tahu apa yang terjadi- dia meninggal dengan menyedihkan. Bahkan konon, seringkali sesaat sebelum naik ke panggung dia menangis karena depresi dan menyandarkan diri pada berbagai macam obat untuk membuatnya merasa rileks. Dia juga bukan orang yang sempurna (kalo dia emang perfect, nggak mungkin Lisa Marie dan Debbie Rowe minta cerai dong.. Hehe, ngomongin Debbie Rowe, jadi inget sohibku Deby yang sukaa banget menyebut dirinya Debbie Rowe.. atau Deby Martin karena kita berdua lagi kesengsem sama Ricky Martin waktu itu! ”,)).  Tapi gimana pun, karya-karyanya patut dikenang ..

How about us? What have we done to the world?

 

What Is This? (No Idea What To Title) July 4, 2009

Beberapa waktu yang lalu, suamiku ketemu sama tukang rujak langganan keluarganya sejak waktu dia masih kecil. Katanya, si bapak ini udah jualan sejak duluuuuu banget, mungkin ada 300 tahunan kali. Dulu dia pake gerobak kecil, khas tukang rujak, tapi sekarang ini ada kemajuan, dia nggak cuma jual rujak tapi juga es campur dan gerobak dorongannya gede. Nggak kelilingan lagi, tapi mangkal. Katanya, semua orang kaya di dunia ini (di Tegal maksudnya!) langganannya. Dari yang miskin sampe kaya, kecil, besar, sampe kakek-kakek, semua kenal sama dia. Bahkan, banyak langganannya yang dateng dari seluruh penjuru dunia (hehe.. lebay banget!).

Well, aku kagum sama konsistensinya bapak ini. Orangnya jujur, apa adanya dan terus terus terang. Buktinya, dari suamiku masih kecil (jangan-jangan malah sebelum doski lahir!), dia dah jualan rujak.. Sampe sekarang, lagi, walaupun dah ketambahan es campurnya.. hehehe. Tapi, yang bikin aku merenung bukan hanya itu. Ternyata, konsistensi saja nggak cukup tanpa peningkatan diri. Buktinya si bapak ini. Maksudnya, kalo aku nih.. aku nggak mau dong, orang masih kecil aku jualan rujak, sampe dia gede, dah sukses, aku masih jualan rujak.. Gile.. kayaknya kok gak maju-maju.. Sejujurnya ini bukan sebuah pencapaian yang membanggakan buat aku.

Sejujurnya, aku takut stuck di suatu tingkatan kehidupan. Aku pengen terus melakukan progresi dalam tiap tingkatan kehidupan yang kulalui. Nggak bisa gitu gitu terus dong. Makanya ni lagi giat meningkatkan diri.. Yeah, mungkin emang nggak enak sih, mesti keluar dari zona nyaman, tapi mana ada sih kehidupan yang berhasil tanpa didahului dengan kesukaran..

Memang lebih enak kalo kita bisa terus tinggal di zona nyaman, tapi kalo terus jadi terbuai dengan keadaan itu.. please deh.. it’s not my style! Aku pengen terus bertumbuh dan meningkat, harus ada progresi entah dalam suatu bidang kehidupan tertentu dalam hidupku. So far sih, masih buanyaaak banget kebiasaan buruk dalam diriku yang ‘belum sempat’ terbuang.. (hehe istilahnya itu, lho, belum sempat..). Dan, aku jadi menyadari bahwa nggak semua kesukaran yang kita hadapi itu buruk. Ada juga kesukaran yang emang dirancang agar kita bertumbuh.

Kadang aku juga merasa nggak tahan dengan kesukaran itu. Rasanya nggak tahan lagi di’expand’ oleh keadaan (yang terjadi atas seijin Tuhanlah pastinya..), tapi aku bersyukur aku punya Tuhan yang tinggal dalam diriku. Kadang aku merasa bahwa keadaanku sangat menentukan, talentaku, impiaku, atau apapun yang ada di sekelilingku akan menentukan masa depanku, ternyata semua itu bukanlah a big deal. Yang lebih penting adalah kehadiran Tuhan dalam diri kita. Itu jauuuh lebih penting dari apapun juga. Itu juga membuat kita jadi punya potensi yang luar biasa, yang seringkali kita lupakan.

Yeah, untung saja pencerahan datang tepat pada waktunya. Menurut aku hampir terlambat, sih, tapi kan semua itu ada dalam waktunya Tuhan. Apa yang menurut aku terlambat mungkin malah sangat tepat bagi Dia. Hmhh.. No comment, deh.

Aku berusaha aja untuk nggak terlalu banyak mengeluh, ngomel, ngoceh dan ngedumel nggak jelas tentang keadaanku. Walaupun kata orang hidupku nyaman (yeah, itu kan kata orang.. Banyak dari mereka -katanyaa- mau bertukar kehidupan dengan aku.. hoho.. gak tau aja.. gak menjalani aja.. Kalo dah menjalani baru ngerti deh gimana nangis darahnya aku.. hehehehe), ada hal-hal yang sebenarnya nggak nyaman banget dengan segala kenyamanan tersebut buat aku. Nggak tahu kalo buat orang lain ya.. kan tiap orang beda..

Mungkin inilah salib yang harus kupikul. Mungkin ini beban dan pergumulanku. Kalo hidupku enak terus, nggak pengen masuk sorga deh, tinggal aja terus di bumi ini, nggak mau mati kalo bisa! Tapi dengan segala hal yang harus kuperjuangkan tersebut, aku tahu bahwa Tuhan tidak meninggalkan aku. Justru Dia sedang melakukan apa yang diperlukan untuk memperkuat bagian-bagian dimana dianggapNya aku masih lemah..

Yeah, Dia Tuhan. Dia tahu apa yang diperbuatNya. Biarlah dilakukanNya padaku apapun yang dianggapNya baik, sehingga apapun yang terjadi, aku nggak akan menyalahkan keadaan, tapi meyakini bahwa semua itu adalah rencana Tuhan..

Blessed be The Name of The Lord!

 

Bersyukurlah! February 13, 2009

Nggak ada apa-apa.

Hanya saja mo bilang bahwa mensyukuri hidup seringkali jadi jalan terbaik. Percayalah, seburuk apapun keadaan kita, masih ada keadaan yang lebih buruk lagi di luar sana. Ada orang-orang yang jauh lebih menderita, lebih sakit, lebih terluka ketimbang kita.

Kalo masih gak bisa mensyukuri hidup, lihat deh pada apa-apa yang kita miliki. Kekayaan kita hanya bisa diukur dengan apa yang nggak bisa kita beli dengan uang. Itulah nilai kekayaan kita yang sebenarnya.

Bohong banget kalo ada yang bilang bahwa kalo kita gak punya sesuatu lantas kita gak bahagia. Kebahagiaan itu nggak datang sebagai akibat kita mendapatkan sesuatu, melainkan karena kita menyadari apa-apa yang telah kita terima dalam hidup ini.

Selama kita nggak punya sepatu, kita akan terus menuntut punya sepatu. Tapi bayangkan gimana dengan mereka yang gak punya kaki. Apa yang mereka inginkan? Apakah sepatu masih jauh lebih penting ketimbang kaki yang kita miliki?

Yeah.. aku belajar untuk bersyukur atas apapun yang pernah dan sedang terjadi dalam hidup. Memang nggak semuanya baik. Tapi semua pengalaman itulah yang membentuk kehidupanku jadi kehidupan yang seperti sekarang ini: yang utuh, yang gak gampang goyah, gak gampang menyerah, dan sangat mengandalkan Tuhan.

Thank God for granted me this life..

 

Menjalani Legenda Pribadi December 27, 2008

Aku lagi belajar untuk mensyukuri hidup.

Mungkin butuh waktu yang lama, tapi patut dicoba.

Banyak hal membuat kita suka lupa bersyukur. Melihat keadan orang yang -sepertinya lebih baik-,  melihat apa yang tidak kita miliki, melihat keberhasilan orang.. banyak hal bikin kita jadi syirik dan nggak mensyukuri rahmat yang kita terima dalam hidup. Padahal sih, kita kan hanya harus menjalani hidup kita dan meninggalkan tanda bagi dunia ini. Buat Legenda Pribadimu sendiri, jangan meminjam kisah orang lain.

Jika tiap kita unik dan diciptakan untuk beda satu dengan yang lain, mengapa kita menyamaratakan diri kita dengan orang lain? Standar kita, penilaian kita, pandangan kita, seharusnya kita bisa melakukan yang terbaik bagi diri kita sendiri dan tidak sekedar meniru pendapat orang, bukankah begitu?

Mungkin dalam prosesnya aku sudah melakukan banyak kesalahan. Menyakiti, melukai, bikin kecewa, marah, kesel, ngajak berantem, mohon dimaklumi. I’m not perfect yet, I’m still in the process!

Semoga Tuhan mengampuni kita semua. Mengampuni aku, supaya aku pun bisa lebih mudah untuk mengampuni orang lain dengan terus mengingat kasihNya. Aku tahu, jika aku terluka, aku pun akan terus melukai orang lain. Dan siklusnya akan terus berlanjut entah hingga kapan. Jadi, aku sendiri yang harus mengganti lingkaran setan itu dengan lingkaran malaikat, for heaven’s sake!

Semoga kita semua bisa meninggalkan tahun 2008 ini dengan manis .. Walaupun sangat berbeda, tapi kita punya persamaan universal yang bisa mengikatkan kita semua, yaitu kita terus bergerak dalam perputaran waktu yang takkan pernah berhenti untuk menengok keadaan kita. Dia gak peduli apakah kita telah mengisi hidup kita dengan baik dan penuh kesadaran atau sekedar membuang-buangnya. Dia terus saja berjalan. Karena itulah kita harus saling mendukung, memikul beban kita satu dengan yang lain agar keseimbangan dan kedamaian terjadi dalam kehidupan yang fana ini.

Merry Christmas and Happy New Year, my dear readers, semoga semangat Natal ini membawa pencerahan dalam hidup kita semua..

 

Pertanyaan-Pertanyaan dalam Kehidupan November 22, 2008

Filed under: gak penting, hidup adalah perjalanan — krisgp @ 12:45 am
Tags: , , ,

Kalo dipikir lagi, dalam hidup ini kita selalu berhadapan dengan banyak pertanyaan yah..

Ada yang bikin seneng (misalnya ‘dah makan belum?’ trus abis itu diajak makan), ada yang bikin sebel, ada yang bikin sedih, ada yang garing. Macem2 deh pokoknya!

Masalahnya, pertanyaan yang dateng itu banyakan pertanyaan klise yang rasanya males buat dijawab.

Misalnya, waktu pacaran dulu aku suka ditanyain ‘Kapan nih marriednya?’ (Hmrgghhh). Trus sekarang, dah married, ditanyain lagi ‘Kapan nih punya baby?’ Ya ampuuunnn… Tar jangan2 kalo punya baby ditanyain ‘Kapan nih anaknya masuk sekolah?’ Abis itu ‘Kapan mantu?’ Gile aajee…

Gak papa sih. Itu hak tiap orang untuk pengen tahu. Itu kan juga kebutuhan dasar tiap orang, kaan? Makanya sampe ada istilah ‘Mo taaaauuuu aja!’. Emang darimana istilah itu kalo bukan karena kita yang selalu emang mo taaauuu aja sama kehidupan orang lain. Makanya acara gosip laris. bener gaakk…

Masalahnya adalah, aku tuh belum suka sama yang namanya baby. Walaupun kata orang lucu, imut, gemesin atau apalah, emang sih suka gemes liat anak orang, tapi ya udah cuma sebatas itu aja. Niat untuk punya baby sendiri belum ada. Entah kenapa. Mungkin karena suka sama anjing2 piaraan di rumah kali yee..

madeline & me!

Liat anjingku aja aku suka ngerasa jatuh cinta. Abis mereka lucu-lucuuu banget, apalagi Hugo. Walaupun kadang nyebelin, tapi banyakan lucunya. Ssst, jangan bilang suamiku, ya. Dia tetep aja gak suka sama Hugo walaupun lucu. Tapi kadang2 dia mau ngasih makan kalo malem kalo akunya dah kecapekan kok. Baik ya dia hihihi.

Kadang aku bertanya, ini normal gak sih. Emang aku doang yang ngerasa gini, apa ada juga orang-orang yang ngerasa sama seperti aku ya.. Katanya sih, naluri keibuan itu akan muncul sendiri dengan alami, kalo kita dah punya anak nanti. Tapi gak ah, beresiko. Kayaknya gimana mo punya anak, aku sendiri aja masih narsisnya minta ampun gini. Tar gak mau berbagi perhatian sama anaknya lagi. Hihihi, ibu apaan, tuh..

Mungkin lebih baik aku konsen ke bukuku yang akan datang aja kali. Ni lagi dalam tahap editing. Editor bukuku yang baik hati mengirimkan lagi naskahnya untuk diedit sampai pada koreksi 3. OMG. Mendingan nulis baru dari awal deh, ketimbang ngedit. Pusiiing banget!!! Tapi yah, ini konsekuensinya… Sampe-sampe temenku tadi bilang gini ‘Lain kali kalo ngirim naskah, bilang dong, ni bukunya dah bagus, langsung cetak aja, gak perlu diedit-edit lagi…’. Hehehe. Enak aja. Tar bisa-bisa dibales, lagi, sama si penerbit ‘Emang ni penerbitan punya bapak lo?’

BTW, Temenku mo merayakan pesta ultah anaknya yang pertama bulan depan, tapi hebohnya dah berasa dari sekarang. Gile aje, pesta ultah ke-1 aja dirayain gedean kayak pesta ultah 17th. Emang gitu kali ye kalo punya anak, saking bahagianya apapun dilakukan demi si anak tersayang. Yang belum punya anak kayak aku mungkin belum bisa ngerti…

Ya udah deh, pokoknya gitu kira-kira kabar terakhir dari saya (lho, emang siapa yang nanya?). Capek emang kalo mikirin pertanyaan2 yang gak akan ada habisnya itu. Tapi mungkin itulah bukti perhatian dari orang-orang sekitar kita kali yee..

Hmgghh.. gak tau, deh..

 

Quiet Times November 2, 2008

Filed under: hidup adalah perjalanan — krisgp @ 3:35 pm
Tags: , , , ,

Heran.

Kenapa banyak sekali bacaan yang menganjurkan aku untuk punya meaningful time with God jauh di pagi hari. Sejujurnya, aku sudah baca 4 kali dalam waktu 24 jam ini. 1 dari bukunya Richard Blackaby, 1 dari sebuah personal blog, dan 2 dari devotional yang dateng tiap hari.

Kenapa topik tentang ini harus datang pada saat bersamaan?

Mungkin Tuhan tahu kali ye, kalo aku susah bangun pagi, jadi Ia merasa perlu untuk mengirimi aku pesanNya sebanyak 4 kali selama belum sampe 24 jam ini.

Well, kalo ini memang dari Tuhan, I’ll try it anyway.

Untuk meraih sesuatu, memang harus ada yang dikorbankan.

Mungkin dalam hal ini waktu tidurku  .. ^ sigh ^.

Yah, apa boleh buat. Barangkali itu memang kehendak Tuhan yang harus kujalani. Aku bersyukur aja Dia masih mengirimiku pesan..

Okey folk, please pray for me.

Oh my, can I wake up early every morning? (Psst, don’t tell anyone!).