Just Kristine

Blogging, Cara Gw Bertahan Hidup…

Pengalaman July 10, 2009

Kalo lagi terinspirasi gini nih.. punya berlembar-lembar postingan untuk diceritakan.

Minggu lalu, entah lagi cerita apa sama seorang bapak (bapak yang berjiwa muda sih..), dia bilang gini ‘Kamu nggak ngalamin yang aku alami sih.. Hidupku ini keras sekali, tau.. Susah, miskin, orang tua sibuk, kami nggak keurus.. Pokoknya hidupku keras banget deh! Kamu mah nggak ngalami yang kualami jadi nggak ngerti..’.

Aku langsung dapet pencerahan. Pantesan mukanya sangar. Plus, susah senyum. Asli. Kalo gak kenal, pasti serem deh liatnya. Tapi kalo dah akrab, asyik sih. Kata istrinya, ‘hatinya keras kayak batu, susah berubah. Susah memaafkan. Susah deh sifatnya..’. Aku jadi ngerti. Ya iyalah, wong waktu kecil hidupnya keras gitu. Paling nggak waktu dewasanya, dia menyatakan gimana dia dibesarkan.

Bicara tentang masa lalu memang nggak ada habisnya. Aku juga sempat ngomong gitu ke salah seorang temenku yang sukaaa bener mengeluh tentang hidupnya. “Duuuh, lu gak ngerti aja gimana hidup gw. Kalo tau dan ngalamin sendiri, bisa nangis darah lu!’ kataku gemes. Abis, baru kena omongan dikit, sediiiihnya minta ampun. Sakit hatinyaaaaa minta ampun. Yaa.. gitu sih. Aku juga padahal gak ngalami yang dia alami hehe.. Jangan jangan kalo ngalami, nangis darah juga gw..

Maksudnya, kita suka ngerasa bahwa masalah kitalah yang paling berat, persoalan kita, penyakit kita, semua itu yang paling berat Padahal, dibandingkan dengan orang lain, apa yang kita hadapi mungkin nggak ada apa-apanya. Tapi satu hal yang kita perlu yakini, bahwa tiap pengalaman menorehkan suatu keunikan dalam kepribadian kita. Pengalaman yang paling membuat kita terluka bisa jadi pengalaman yang kita paling butuhkan untuk menolong orang lain terlepas dari pengalaman yang sama dengan kita. Siapa lagi yang bisa menolong kalo bukan yang pernah mengalami?

Aku juga tadinya suka menyalahkan keadaan. Orang tuaku, lingkungan, sekeliling.. tau deh gimana orang kalo dah ngedumel.. Tapi sekarang aku ngerti banget bahwa nggak pernah ada yang salah dengan pengalaman kita. Yang salah mungkin apa yang kita pilih. Kita bisa hidup susah dan memilih untuk berbahagia. Kita bisa dikatain orang tapi tetap berpikir positif. Kita bisa dijauhi orang dan asyik-asyik aja. Selama sumber kebahagiaan kita letakkan pada sekeliling, kita nggak akan pernah bahagia. Kebahagiaan kita itu terletak pada apa yang kita miliki dan bagaimana  kita mempergunakannya untuk mengelola hidup kita.

Mengalami sesuatu mungkin bukan pilihan, tapi meresponinya adalah suatu pilihan yang bisa kita ambil dengan keputusan yang matang dan pemikiran yang terencana tentang hari depan. Hidup bukan hanya tentang hari ini, sob. Bukan juga tentang masa lalu. Apa yang kita pilih hari ini, berpengaruh sangat besar pada hari depan kita. Jika hari ini kita menyalahkan keadaan, sampai kapanpun kita akan tetap menyalahkan keadaan. Jika hari ini kita belajar sesuatu tentang kehidupan, hingga kapanpun kehidupan akan mengajari kita tentang banyak hal..

Aku berdoa semoga kita semua dianugerahi Tuhan kematangan dalam berpikir dan kemampuan untuk memilih yang terbaik dalam hidup. Hidup memang keras dan seringkali nggak adil, tapi masih baik untuk dijalani kok.. ^^

God bless everyone!

 

Cara agar Lebih Bahagia August 23, 2008

Filed under: apa yang sangat kamu ketahui?, hidup adalah perjalanan — krisgp @ 1:02 pm
Tags:

Ada yang harus kuakui dalam hidupku: aku adalah seorang…. Movie mania!

Hehehehe. Gak terlalu mengagetkan ya? Aku sangat movie mania terlebih kalo lagi bete. Abis nonton film kayaknya jadi sedikit bahagia deh. Tapi dengan catatan filmnya harus yang menginspirasi, bagus, dan menghibur. Apalagi kalo pemainnya ganteng-ganteng (ehm!).

Selain itu ini beberapa hal yang kulakukan agar merasa bahagia:

- Nongkrong di toko buku dan … beli buku baru

- Buka koleksi buku-buku yang lama

- Baca blog-blog favorit

- Ngumpul bareng sohib2 tersayang

- Main sama anjing kesayangan

- Makan enak!

- Es krim

- Dengerin Alicia Keys atau Gipsy Kings atau lagu yang pas dengan suasana hati saat itu

- Tidur yang nyenyak

- Menulis jurnal atau blog

Ternyata penting juga loh mencari tahu apa saja yang bikin kita merasa bahagia. Karena, ketika kita lagi sedih atau bete atau tertekan, kita bisa berpaling pada hal-hal yang kita sukai tersebut. Ingat lirik lagu My Favorite Things? ‘When the dog bites, when the bee stings, when I’m feeling sad, I simply remember my favorite things, and then I don’t feel… so bad!’.

Jadi kalo suatu ketika Anda lagi bad mood dan gak tahu harus ngapain, simply remember your fave things and just do it!, kayak iklannya Nike, semoga seperti aku, Anda semua juga bisa melepaskan kepenatan dalam jiwa dengan melakukan apa saja yang membuat Anda bahagia!

 

Ternyata… August 4, 2008

Ternyata, menikah itu asyik juga. Sekarang, jadi ada yang bisa meluk tiap malem, ada bahu yang selalu siap jadi sandaran saat pengen nangis sepuasnya, trus.. ada yang bisa dimintain duit kalo aku abis duit hehehehe.

Konon, menikah itu ibarat membuka kotak Pandora. Akan terjadi sesuatu yang gak bisa dibayangkan sebelum kita membukanya. Banyak orang bilang ‘puas-puasin dulu deh masa lajang, jangan keburu menikah. Ngapain? Tar nyesel lo..’ Aku juga sempat gamang waktu mo kawin. ‘Bener gitu gak sih hidup pernikahan itu? Emang bener seperti yang dibilang orang atau hanya issue aja?’

Sekarang, setelah melalui setahun lebih kehidupan berumah tangga, baru bisa cerita deh yang sebenarnya terjadi.. Buat orang yang takut berkomitmen, menikah mungkin gak gampang, tapi buat orang yang siap untuk mengikatkan dirinya dengan orang yang dicintai, asyik-asyik aja kok. Buktinya soal kebahagiaan. Kalo dulu aku –seorang yang individual- sangat mengutamakan kebutuhanku, perasaanku, kebutuhanku, kebahagiaanku, impianku, harapanku, pokoknya semua tentang aku, sekarang semua itu sudah berubah. Semua tentang aku sudah bukan prioritas lagi. Aku lebih condong memikirkan apa yang dirasakan oleh suamiku. Kebahagiaanku bukan lagi kebahagiaan jika suamiku gak merasakan hal yang sama. Perasaan dan pikiranku bukan lagi prioritas jika suamiku punya alasan yang tepat untuk menentangnya. Bahkan, aku rela melepaskan apa yang jadi kebahagiaanku jika orang yang kucintai tak merasa nyaman dengan hal itu.

Mungkin ini terdengar absurd bagi mereka yang merasa berjiwa mandiri dan nggak butuh orang lain, tapi jika seseorang sudah siap membina hubungan dan berkomitmen dengan orang yang dikasihi, percayalah, hal ini sama sekali bukan sesuatu yang impossible dan konyol, melainkan nyata, senyata matahari yang bersinar tiap pagi.

Aku juga tadinya merasa begitu. Ngapain kita harus berkorban buat orang lain? Ngapain kita harus mempertaruhkan sesuatu yang kita hargai hanya karena orang lain tidak setuju? Ada-ada aja.. Tapi sekarang, paradigmaku sudah berubah. Pandanganku tentang hal itu sudah sangat bergeser lebih maju –atau mundur?:)-. Buat aku sekarang ini, apa sih esensi kebahagiaan jika hidup ini tak dapat kita bagi dengan orang lain? Apa sih arti kehidupan yang singkat ini jika dengan orang yang kita kasihi saja kita tak dapat memberikan yang terbaik? Jika suatu saat kita kembali ke sorga, apa yang akan kita tinggalkan pada mereka yang kita kasihi?

Banyak alasan membuat kita mungkin merasa tak cukup untuk berbagi kehidupan. Tapi hidup ini bukanlah milik kita sendiri. Hidup adalah pemberian Illahi yang harus kita pergunakan untuk kemuliaan NamaNya. Mungkin kita nggak cukup baik bagi orang lain. Mungkin kita belum sempurna, tapi jika kita berani mengakui kekurangan kita dan berbagi hal-hal yang menyenangkan dalam hidup, aku percaya kita sudah mencapai tahapan tertinggi dalam kehidupan. Apa bukti kita mengasihi Tuhan selain dengan menunjukkan kasih kita pada sesama? Bukankah dengan demikian kita sudah melakukan prinsip dan hukum kasih dalam hidup ini?

Mungkin ini renungan sederhana yang sangat biasa, namun artinya mengandung paradoks yang membingungkan jika kita tak bersedia menjiwainya dengan sungguh. Bukankah cinta adalah anugerah terbesar dalam hidup? Kita tak perlu mengikuti apa yang orang lain lakukan jika kita tak mau, tapi jika kita melihat teladan yang baik dan bersedia melakukannya dalam hidup, apalagi jika kita sendiri yang menjadi teladannya, alangkah semakin berartinya hidup ini!

PS: Bagi Anda yang berencana menikah, jangan takut, go ahead for it, tapi bagi Anda yang berencana untuk gak buru-buru dan tinggal dalam masa lajang, gak salah juga kok.. Toh apapun status kita, kita tetap bisa merasakan kebahagiaan dan memuliakan Tuhan dengan cara dan pemahaman yang kita dapat secara pribadi..

Have a nice day! J