Just Kristine

Blogging, Cara Gw Bertahan Hidup…

Mengapa??? November 2, 2009

Filed under: Uncategorized — krisgp @ 11:55 am
Tags: , , ,

Aku lagi sedih.

Hancur.

Hampa.

Nggak punya jawaban atas semua ini.

Pengen ditembak mati saja rasanya.

Aku bukan orang yang takut mati. Kalo memang sudah waktunya, mau apa?

Toh sekarang pun sebenarnya aku sudah mati.

Mati rasa. Jiwa. Pikir.

Haaaahhh..

Kau pikir aku setengah dewa, padahal aku manusia biasa.

Mengapa kau kira aku punya jawabnya?

 

 

New Yet Secret Website of Mine! October 27, 2009

Filed under: Uncategorized — krisgp @ 5:19 am
Tags: ,

5 blog dan 1 website?????

Orang mungkin pikir aku maruk ato gimana, tapi gimana ya, emang itu kenyataannya. Aku punya 5 blog (yang aktif semua) dan sekarang lagi ngembangin satu website. Gratisan sih bo.. :)

Sejujurnya, aku emang maruk kalo bicara tentang hobi dan cita-cita. Banyaaaak deh maunya! Yang inilah, itulah, kadang aku sampe pusing sendiri. Tapi bagus kan, ketimbang gak punya cita-cita. Kalo kita gak tahu mo ke mana, ya kita nggak akan ke mana-mana toh? Makanya aku sedang dalam perjalanan menuju impianku.. walaupun emang sih, banyak yang meragukan, melirik sebelah mata atau yeah.. taulah.. memberi kritik, komentar dan saran.. yang sebetulnya bukan membangun malah menjatuhkan hehehe, tapi memang jalannya begitu. Road toward success is often under construction katanya :) .

Okay. Website baruku ini memang belum di-launch secara resmi. Tunggu tanggal mainnya ya.. Tar juga kan pasti ku-share linknya.. Cuma sekarang lagi dalam tahap mengembangkan dan mengisi content. Duuhh.. milih templatenya aja lamaaa banget. Gitu kan kalo orang maruk.. suka gak puas. wah, yang ini bagus, yang itu juga bagus, gimana dong.. jadi gak milih-milih deh.. ampuuuunnn.

Aku memang dari dulu pengen punya website pengembangan diri. Aneh memang, karena technically, aku ini seorang yang sangat rentan depresi. Tapi karena itu, aku suka belajar tentang segala sesuatu yang bisa meningkatkan diri dan membuat hidupku jadi lebih baik. dan aku percaya bahwa apapun juga yang menginspirasi aku, bisa dipake buat menginspirasi orang lain. Makanya di website ini aku gak cuma menulis artikel, tapi juga share link-link yang bermanfaat, artikel2 yang kubaca selama browsing internet (tau kan kalo aku seorang yang loving anything intellect.. jadi gak mungkin aku share artikel atau link yang ecek-ecek.. please dehh.. :) ), dan review buku-buku atau film-film yang bermutu yang menginspirasi aku selama ini.

Sejujurnya, karena gak banyak bergaul dengan manusia, aku lebih banyak dibangun oleh buku dan film. Makanya aku bersyukur banget buat para penulis buku dan pembuat film2 bermutu yang sudah menginspirasiku, karena mereka membuat hidupku jadi lebih baik. Bukan berarti orang-orang di sekelilingku gak berpengaruh. Mereka juga sangat berpengaruh loh.. Ada yang berpengaruh baik, ada yang berpengaruh buruk.. banyak deh!! Hehehe..

Proyek baru selalu bikin aku excited. Ni aja tiaaaap hari buka laptop kerjanya ngubek di website ajaibku itu. Bahkan beberapa hari ini, laptopku nyala dari jam 3 pagi sampe baru dimatiin jam 8 malem. Non stop! Gila nggak.. Aku kan memang seorang pekerja keras.. yang pemalas.. hihihi. Banyak orang yang gak kenal aku dan melihat secara sepintas lalu, aku nih seorang yang santai dan gak ada kerjaan. Bayangin aja, kadang jam 10 pagi belum bangun. Kalo lagi parah, jam 12 siang juga aku bisa belum bangun. Kali mereka pikir, gile, kerjaannya apa si si ibu satu ini? Padahal, gak tau aja kalo dah kerja, bisa lupa makan lupa tidur lupa daratan dehh!! Aku memang sudah wanti-wanti berpesan kepada orang-orang di sekitarku. Please deh, jangan ke rumah jam 9 pagi, gak bakal ketemu aku.. Tapi buktinya, pernah suatu hari, sohib2ku dateng ke rumah jam 12 siang pun gak ketemu aku karena lagi mimpi indah, sleep in heavenly peace.. hehe.. jadi malu.. Sorry ya friend, abis datengnya gak bilang2 dulu sih.. ^^

Aku memang gak kasih tautan ke blog-blog lainku di sini. Please, kalo mau tau, googling aja ‘kristine batasina’, pasti dapet deh linknya.. hihihi.. sok top deh.. yeah.. gimana ya, sebagai penulis kan aku juga harus punya brand online, mengembangkan merk sendiri dong, jadi paling gak aku dapet kredit tersendiri buat itu. Sedikit curcol nih.. well, aku kan terbiasa menulis buat remaja (secara, penulis buku remaja geto!!!) dengan gaya bahasa yang khas dan santai, sementara di website baruku, aku pengen sedikit mengubah image itu. Pengen juga dong menulis buat eksmud, ibu-ibu, bapak-bapak, nggak remaja doang.. tapi aku masih kesulitan beradaptasi dengan gaya penulisan yang baru itu. Aduuuhhh.. gimana sih.. susah juga loh ternyata.. masih nyari-nyari gaya yang pas deh judulnya. Memang gitu kali ye, waktu pertama mengembangkan blog remajaku juga aku sempat nyari-nyari gaya personalku, tapi sekarang udah ketemu.. Semoga hal yang sama bisa terjadi sama websiteku yang baru..

Hmphh.. udah ah, capek cerita mulu. Doain ya friends, semoga setiap blog dan website dan buku2ku (yang sudah terbit dan yang akan datang) bisa bermanfaat dan menginspirasi dan mengubah kehidupan banyak orang di dunia (dan akhirat, kalo bisa!) menjadi lebih baik. Hehehe.. Peace!

See you my dear friends..

^^

 

 

Mengejar Kebahagiaan September 7, 2009

Apa sih tujuan hidup kita?

Konon, ini pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh sebagian besar masyarakat dunia. Kita seringkali bingung dan nggak ngerti apa tujuan kita berada di planet ini.

Ada yang bilang mencari kebahagiaan, ada yang bilang menghasilkan uang, ada yang bilang mengejar impian. Yeahh.. emang bener sih.. tapi hanya sedemikian sederhanakah? Apa hidup hanya sebatas bahagia, punya duit dan mengejar mimpi? Trus, kalo udah bahagia, kaya dan sukses tapi nafasnya megap-megap di rumah sakit gimana? Atau bahagia, kaya dan sukses tapi dikejar-kejar polisi karena menggelapkan uang, gimana?

Okay.. aku percaya tiap kita terlahir ke dunia ini dengan tujuan hidup yang berbeda. Bukan sekedar nyari duit kayak mottonya sebagian besar orang, tapi ada sesuatu yang jauh lebih besar dan lebih mulia bahkan dari hidup kita sendiri. Sedih aja kalo kita sampe bertujuan hidup hanya untuk menghasilkan uang. Duh.. money oriented banget sihh.. tar begitu duitnya habis entah ke mana, nelangsa deh yang ada..

Menurut seorang pakar (aku gak tau dia pakar apa), kita harus mengukur apa yang kita lakukan dalam hidup dengan standar kebahagiaan kita sendiri, karena standar kita itu berbeda dengan orang lain. Maksudnya gini. Ada orang yang bisa menghasilkan puluhan juta rupiah dalam sebulan, tapi belum bahagia. Sementara, ada orang-orang yang hanya berpenghasilan satu juta, tapi udah puas. Yang gajinya gede, bisa jadi akar permasalahannya bukan pada banyaknya gaji, tapi kekurangan akan sesuatu yang belum dimilikinya. Kalo kita merasa belum puas dengan apa yang kita miliki (mungkin maksudnya yang kita bisa ubah..), maka kita harus memperjuangkannya. Sementara kalo kita udah puas, ya udah.. walaupun standarnya jauh di bawah standar orang lain, kita bisa tetap bahagia kaan, karena standar yang kita pergunakan adalah standar pribadi kita sendiri..

Jika ditanyakan kepadaku (inilah asyiknya punya blog, walaupun gak ada yang nanya, kita tetap berhak untuk memberikan pendapat) apa arti kebahagiaan.. mungkin aku gak akan menyebutkan uang/ harta/ kepemilikan sebagai yang utama. Bagiku yang terpenting adalah kepuasan batin. Jika kita puas karena berhasil mencapai sesuatu, kita melakukan apa yang telah Tuhan taruh sebagai bakat/ potensi/ passion dalam diri kita, maka uang akan datang dengan sendirinya. Tapi kalo kita cuma bertujuan menghasilkan uang sebanyak-banyaknya, kita nggak akan pernah berkontribusi pada hal-hal lain di luar diri kita. Kita nggak akan mengetahui bahwa ada hal-hal lain yang lebih besar dari diri kita dan segala persoalannya..

Lalu, kenapa banyak orang gak berhasil mengejar kebahagiaan?

Alasan utamanya : karena takut. Takut nggak mampu/ takut mencoba, takut kekurangan waktu/ merasa sudah terlambat, takut kata orang, takut gagal, takut sukses/ takut dikucilkan, takut berkomitmen, takut akan hari kiamat, takut akan hal-hal yang belum jelas.. banyak hal! Padahal, rasa takut seringkali lebih besar dari apa yang ditakuti. Sebenernya sih nggak jelas apa yang akan terjadi, tapi karena udah keburu takut, jadi gak maju-maju deh. Seharusnya, karena kita belum pasti dengan apa yang ada di depan kita, kita punya iman dan keteguhan yang jelas untuk mewujudkan mimpi dan harapan kita kaan..

Konon, bagi wanita, ada yang dinamakan dengan krisis perempat baya.. pada umur segini, baru akan terasa deh kegalauan dan kebingungan dalam pemikiran-pemikiran tentang kehidupan! Aku adalah contoh yang jelas. Suatu hari dalam hidupku, ketika aku berumur 24 th, aku tiba-tiba terbangun dan menyadari bahwa aku belum melakukan sesuatu yang cukup berarti dalam hidup. Dari situlah petualangan sesungguhnya dalam hidupku dimulai..

Yeah.. sejujurnya, selama ini aku tuh tipe orang yang terlalu takut akan kata orang. Aku dibesarkan dalam lingkungan yang penuh tekanan dan harus selalu pasang antena tinggi-tinggi terhadap ‘kata orang’. Itu sebabnya banyak orang bilang aku jaim setengah mati. Memang, aku gak menampik. It’s me at all. Aku tumbuh dengan ide bahwa untuk survive dalam hidup kita mesti jaim. Padahal, sesudah tumbuh dewasa baru aku berpikir. Ngapain mesti jaim? Capek. Kenapa aku gak boleh jadi diri sendiri dan mengemukakan pendapat-pendapatku? Kenapa mesti ada benar dan salah? Kenapa kita harus memperjuangkan pembenaran atas diri sendiri? Kamu boleh ngomong apapun yang benar versi kamu, tapi bukan berarti itu mengubah kenyataan bahwa saya pun benar, menurut versi saya. Hoho, this is my motto now. Sekarang, tutup kuping deh. Capek denger omongan orang. Sebagaimana aku membiarkan orang lain jadi diri mereka sendiri dan tidak menuntut apapun, aku berharap aku pun dibiarkan menjadi diriku sendiri dan bebas mengekspresikan diri dong.. Yes, I’m worth it. Really, really worth it!!

Jika kita mengejar kebahagiaan yang sesuai dengan standar kita sendiri, mungkin dunia akan jadi lebih indah. Kebanyakan orang mengejar kebahagiaan dengan standar orang lain atau standar yang media ciptakan. Yaahh.. mana bisa puaslah kalo gitu? Toh tiap saat kita dijejali dengan iklan, produk dan inovasi yang terus menggempur kita dari segala penjuru.. Bisa habis duit, tenaga dan waktu kita kalo mo terus ngikutin perkembangannya..

Aku berharap, tiap kita bisa mengenali diri kita sendiri lebih baik. Menganalisa diri sendiri : ingat prinsip SWOT (strength, weaknessess, opportunities and threats) kaan? Tulis deh impian-impianmu dan apa yang akan kamu lakukan dalam hidupmu (Thomas Edison menuliskan banyak hal dan mencapai hampir semuanya!). Jangan pernah takut untuk bermimpi. Dan jadilah dirimu sendiri..

 

Ternyata.. September 7, 2009

Filed under: bad mood, belajar dari pengalaman hidup, curhat — krisgp @ 12:08 am
Tags: , ,

Ternyata..

Bener kata Abraham Maslow bahwa perasaan ingin diterima dan diakui sebagaimana adanya kita itu merupakan kebutuhan yang hakiki dalam diri tiap manusia. Kita suka melupakan hal ini. Kita lebih cenderung untuk menilai orang berdasarkan apa yang mereka perbuat. Padahal, kita seringkali nggak tahu apa-apa tentang orang itu.

Pernah suatu kali dalam wawancara di Oprah Show, seorang ibu yang suaminya dituduh memerkosa anaknya sendiri (bukan ayah kandung anak itu) bilang gini sama Oprah ‘Kamu tidak berhak menilaiku karena kamu tidak tahu dan tidak mengalami apa yang kualami..’. Aku tadinya nggak ngerti maksud perkataan itu. ‘Nggak berhak menilai gimana?? Wong udah jelas kamu salah. Sudah jelas suamimu salah. Kenapa kami nggak berhak menilaimu??’ Begitulah kira-kira kalo aku jadi Oprah.. Tapi lama-lama aku baru menyadari maksud yang sebenarnya.

Kita gampang sekali tergoda untuk menilai atau menghakimi orang lain. Kita melihat perbuatan orang dan berkomentar. Kita denger berita tentang seseorang dan menyampaikan pendapat kita. Padahal, kita sama sekali nggak tahu apa-apa tentang orang itu. Bahkan, menurut penulis buku ‘Rahasia Kekuatan Bujukan’, kita bisa saja menghabiskan 75 tahun hidup bersama dengan seseorang dan tak mengetahui apa-apa tentang orang tersebut!

Weleh.. weleh.. Ini mungkin terlalu ekstrem. Tapi nyata. Jangankan orang lain, diri kita sendiri aja kadang kita nggak kenal.. Makanya buku self-help, motivasi, pengembangan diri dsb laris manis di pasaran kaan.. Kalo tiap orang mengenal dirinya dengan baik, kayaknya buku-buku tersebut nggak bakalan selaris itu deh..

Aku seringkali melihat juga kecenderungan ini dalam diriku. Ngeliat orang gini, sibuk ikut ngasih opini. Ngeliat orang digossipin, ikut sibuk berkomentar, padahal sih gak ada yang nanyain pendapatku.. hehe. Tapi gimana ya, kayaknya seneng aja ikut rame..

Setelah mengalami sendiri segala sesuatu yang sensasional, fantastis, bombastis, spektakuler, dahsyat, mutakhir dan terpercaya seperti Bukan Berita Bukan Empat Mata, baru deh aku ngeh dengan kata-kata si ibu yang di Oprah Show tadi.. Yup! Kita nggak berhak menilai dan menghakimi orang hanya karena kita melihat perbuatannya. Toh kita nggak tahu apa motivasinya, latar belakangnya, kebutuhan-kebutuhannya, dsb. Kita juga tidak pernah menjalani hidup seperti yang dia jalani. Jadi, kita memang tidak berhak! Tapi yah.. gimana sih, sifat dasar manusia..

Kadang aku juga gerah dengan segala tuntutan masyarakat ketimuran yang kebanyakan ‘nggak enak’ itu. (Mungkin kurang bumbu penyedap kali yee..). Kita seringkali jadi terpaksa melakukan ini dan itu karena perasaan nggak enak. Kadang, orang suka kalo kita nrimo dan ‘melakukan segala sesuatu seperti yang telah ditentukan’ bagi kita. Padahal, nggak jarang dengan melakukannya kita jadi mengesampingkan nilai-nilai dan hakekat hidup kita yang sebenarnya. Coba pikir, hanya karena ‘nggak enak’, berapa kali kita sudah korban perasaan? Berapa banyak kali kita melupakan tujuan kita yang sebenarnya? Duuh.. pusing amat sih perasaan ‘nggak enak’ ini!!!

Bukan sok western, tapi aku suka aja dengan filosofi orang barat yang straight, nggak urusan, menjunjung tinggi individualisme, dan liberal. Bukan menyangkali kodrat kita sebagai makhluk sosial, tapi nggak enak banget kan kalo segala sesuatunya harus diselesaikan keroyokan? Kenapa sih kita nggak bisa membiarkan orang lain menjadi dirinya sendiri dan menerimanya apa adanya tanpa menuntutnya menjadi seperti yang kita harapkan, atau mengkritik kekurangannya, atau menilai performanya seakan kita sendiri mampu melakukannya lebih baik daripadanya? Siapalah kita ini sebenarnya?

Well.. ada saat kita perlu untuk menampilkan yang terbaik dari diri kita. Tapi ada juga saat-saat kita seharusnya boleh mengungkapkan sisi lemah kita kepada orang lain. Toh dengan demikian kita jadi menyadari bahwa kita semua adalah manusia yang sama dan sederajat di hadapan Yang Illahi. Mengapa kita puas dengan tampilan baik dari orang lain, sementara kita menyadari bahwa itu hanyalah sesuatu yang semu? Mengapa kita suka dengan kalimat-kalimat manis padahal kita tidak tahu ketulusan hati orang yang mengucapkannya? Bukankah lebih baik kita mendengar dan melihat kejujuran walaupun menyakitkan? Mengapa kita cuma mau menerima yang baik dari seseorang dan tidak bersedia menerima kekurangan-kekurangannya?

Hmghh.. Sejujurnya aku juga capek dengan gaya hidup seperti itu. Tuntutan-tuntutan untuk selalu memberikan yang terbaik, yang sempurna, yang memuaskan.. sementara gejolak dalam diriku.. apa ada yang bersedia memahami? Krisis-krisis yang berkecamuk hebat dalam jiwaku.. apa ada seseorang yang bersedia membuka hati untuk peduli? Apa ada yang berusaha untuk mengerti? Hmghh.. sejujurnya, mungkin mengenalku pun tidak, tapi yeah.. entahlah. Sepertinya tiap orang berhak untuk mengemukakan pendapatnya masing-masing..

Kenapa sih kita suka mencari kambing hitam atas segala persoalan yang terjadi? Kenapa bukan kita sendiri yang mencari jalan keluarnya? Kenapa kita harus sibuk berkomentar, menyalahkan sana sini, menunjuk, menilai, mengkritik dan mencari pembenaran?

Hmghhh..

Siapa yang tahu di mana jawabnya? ^^

 

Jaka Tarub Mencari Cinta September 4, 2009

Filed under: Uncategorized — krisgp @ 2:57 am
Tags: , , ,

Barusan nonton pagelaran Jaka Tarub Mencari Cinta di GKJ (Gedung Kesenian Jakarta), performed by class 11 Sekolah Tunas Muda. Duuuhhh.. gemes, deh.. Jadi pengen sekolah lagi.. Ngerasain seseruan proses produksi pementasan, persiapan, kesibukan, sampe terlaksananya pertunjukan kayaknya seru deh.

Yeahh.. walaupun banyak kekurangan sana-sini.. maklum anak SMA.. narinya masih kaku-kaku, banyak yang belom pada hafal gerakannya, trus ada kalimat-kalimatnya yang nggak jelas dsb, tapi secara keseluruhan, kalo ngeliat yang mempersiapkan segalanya anak SMA, udah top abiss deh -hehe, walaupun teteep jangan bandingin sama pementasan teater yang sesungguhnyalah..

Secara stage, walaupun minimalis, udah oke sih. Cuma batas antara fade in- fade out dan pergantian pemainnya suka nggak pas aja. Tar lampunya udah nyala, pemainnya masih ‘mengendap-endap’  lari ke belakang panggung. Hihihi. Gak papalah, malah jadi lucu kan..

Duuuhh.. aku tuh suka jealous banget sama anak sekarang. Apalagi yang dapet kesempatan untuk bersekolah di tempat yang mutu pendidikannya di atas standar rata-rata. Nah di sekolah tempat adikku mengajar ini karena sekolahnya Nasional Plus/ Internasional, jadi mereka diwajibkan berbahasa Inggris, kudu ngerjain personal project, di pelajaran musiknya aja biola udah jadi agenda wajib. Alamaaakkk.. dibandingkan dengan jaman aku SMA dulu.. hwarakadah, kata Panji Koming. Huhuhuhu..

Kalo boleh mengulang, aku pengeen deh bisa mengulang kembali masa-masa sekolah, tapi di masa kini aja kali yee, jangan masa dulu. Tar yang ada sama aja kalo baliknya ke jaman dulu. Hihihi. Apa bedanya?

Aku tuh agak nyesel gak serius sekolah waktu SMA dulu. Duuh.. apa sih yang ada dalam pikiranku waktu itu ya? Ampuunn dah.. Tapi yeah, waktu dan kesempatan adalah salah satu yang gak bisa berulang kembali, jadi emang bener pepatah yang menyatakan bahwa kita harus mempergunakan waktu kita sebaik mungkin. Jarang-jarang kita bisa dapet kesempatan kedua. Makanya kita perlu mempergunakan tiap saat dengan baik..

Tadi kata Dina tunangan adikku, ‘Duh, coba kalo aku masih sekolah. Pasti aku yang jadi peran utama..’. Iyalah.. percaayaa.. biasaa dia narsisnya mulai muncul deh kalo udah acara akting, pertunjukan dan semacam itu..

Balik ke Jaka Tarub Mencari Cinta, yeah.. ceritanya agak kepanjangan menurut aku. Sebenernya kalo bisa diedit sana-sini, dipotong dan diberi penekanan di beberapa adegan mungkin lebih bagus. Hehehe.. kata akyu sih. Abis, banyak dialog yang gak penting dan bikin alur jadi super lambat sih.. Sayangnya gak ada yang minta aku ngasih komentar  tadi, jadi curhatnya di sini aja hehe..

Sesudah acara selese, aku ngobrol sama si Ms. D tentang acara yang barusan kami tonton. Dan mulailah mengalir percakapan-percakapan yang melenceng dari topik utama. ‘Duuhh.. kenapa ya waktu aku sekolah dulu gak sungguh-sungguh?’ kata Ms. D. ‘Bla, bla, bla…’. Percakapan pun mengalir seperti air. Tentang betapa asyiknya fasilitas anak sekolah sekarang ini, kayak internet, komputer dan wifi. Duuh, bener deh siapapun yang bilang bahwa siapa yang menguasai informasi, menguasai dunia. Haree genee, kayaknya gak ada ilmu yang gak bisa kita dapet dari internet. Mo cari apaaaa aja, ada. Ckckck. Gak kebayang ya dunia kita 5 tahun yang lalu, dimana teknologi informasi belum berkembang seperti sekarang ini.. Makanya friends, kalo internetan jangan cuma tau fesbukan doang.. Rugi. Pembodohan itu namanya. Belajar sesuatu dong, dari kemudahan dan fasilitas yang dunia IPTEK tawarkan pada kita. Aku suka sedih bercampur gemes kalo ngeliat orang muda yang taunya cuma buka facebook and friendster. Duuuhhh… sayang banget, nak.. Buang waktu aja ngulik kehidupan orang, sementara kita nggak dapet apa-apa dari situ..

Mungkin, aku juga harus lebih belajar menghargai waktu yang kumiliki kali ya. Sejujurnya, walau aku berumur 30th, tapi jauh dalam hati, aku masih gak mau ngaku kalo aku berumur 30th. Who? Me? Oh, oh.. It’s not me at all. I’m technically 21. Hehehe. Maunyaa.. Abis, kayaknya asyik ngeliat dunianya anak muda yang masih ceria, belum ngenal susahnya dunia kerja, kompetisi, politik kantor, dan sejuta kisah sedihnya mereka yang sudah memasuki umur seperempat abad misalnya.. Mmhh.. kegalauan, keruwetan dan persoalan hidup baru mulai bermunculan deh.. Tapi ketimbang terus-terusan menengok ke belakang, mungkin lebih baik kita memperbaiki apa yang ada di depan mata deehh.. ^^

Duuhh, dah ngantuk nih. Demikianlah sekilas info dari pagelaran Jaka Tarub Mencari Cinta… Sekarang mo bobo dulu yaa.. Tar acara menggosipnya kita lanjutkan lain waktu yaa..

Peace!

 

Gempa!!!! September 2, 2009

Filed under: Uncategorized — krisgp @ 4:11 pm
Tags: , , ,

Duuh.. yang namanya gempa, gak peduli besar,sedang ato kecil, pokoknya judulnya gempa emang nakutin. Sebagaimana kita ketahui, tadi kan gempa tuh (yang katanya pusat episentrumnya di 142 km BD Tasikmalaya, 30km dari permukaan laut). Aku kan lagi nginep di rumah adik  iparku di Kramat, mana rumahnya lantai 2, lagi, jadi sibuklah kami lari-lari turun dan menyelamatkan diri. Tapi aku masih sempat tuh, menyelamatkan laptopku hehehe. Bukan apa si, masalahnya emang lagi buka laptop , jadi kusamber aja laptopnya sambil menyelamatkan diri..

Pas di luar, barulah ketemu sama banyak orang yang lari-lari keluar menyelamatkan diri juga. Daan.. ada orang-orang yang langsung teriak-teriak ‘Tuhan, ampunilah dosa-dosaku..’. Dan, kepanikan-kepanikan yang lumayan mencekam, deh judulnya..

Aku jadi kepikir. Iya ya, pas gempa and mengalami kejadian-kejadian buruk, barulah kita mulai memikirkan gimana hidup kita selama ini. Trus, kok sempat-sempatnya ya kita mengevaluasi hidup kita dalam tempo yang sesingkat-singkatnya kayak gitu? Hehehe.

Yeah.. menyedihkan aja, masa butuh keadaan terpaksa dan menyedihkan dulu baru kita memikirkan semua perbuatan kita selama ini. Mungkin inilah saat yang tepat kita harus sungguh-sungguh mendekatkan diri pada Tuhan dan mengakui kekuasaanNya dalam hidup kita, sehingga kita benar-benar hidup berkenan kepadaNya..

Hehehe. Ini sepenggal insight (yang bijak apa nggak yaa?) dariku setelah mengalami gempa yang cukup mengagetkan tadi..

 

Hobby : Menulis August 31, 2009

Filed under: Uncategorized — krisgp @ 2:57 pm
Tags: , , ,

Gak tau deh mo menulis apa. Suka pengen menulis, tapi gak ada bahan.

Ampuunn..

Karena tahu aku seorang penulis, jadi ada beberapa orang yang bilang bahwa mereka juga suka menulis. Ada yang suka menulis cerpen, menulis naskah, dll. Aku seneng aja ketemuan sama beberapa orang yang punya hobi yang sama denganku. Sebenernya sih, kalo kuliat, semua orang bisa menulis. Cuma, talenta itu terpendam dalam diri mereka karena gak pernah dipergunakan. Sayang banget kaan..

Kalo baca blog orang misalnya, aku suka melihat sesuatu yang pantas untuk dibaca. Tiap orang sebenernya punya sesuatu untuk diceritakan pada orang lain, entah apa bentuknya. Tapii, karena mereka kurang memahami bahwa mereka punya nilai jual itu jadi mereka nggak mengelola talenta tersebut dengan baik.

Yeah..

Gak ada komen lagi deh..

Sekarang mo kerja dulu. Online harus berhenti dulu untuk sementara..

Hehehe..

 

Bingung: Bahagia Apa Susah Yaa? Gak Jelas!! July 10, 2009

Filed under: curhat — krisgp @ 2:15 am
Tags: , , ,

Kalo semua keputusan di seluruh dunia ini tergantung sama kamu, apa yang harus kamu lakukan?

Hmghh.. pasti bingung deh, gak ada ide mo ngapain. Gile aje, seluruh dunia tergantung sama kita?

Oke, aku gak ngalami yang kayak gitu sih. Siapa lagi yang mau mempercayakan keputusan2nya kepadaku heheh.. Tapi, yang kualami ini berhubungan dengan apa yang namanya tanggung jawab. Sejujurnya, blog ajaibku My Life’s Journey (gw bangga banget sama blog ini anyway!) punya lumayan banyak follower. Memang ini sesuatu yang membahagiakan sekaligus membanggakan (iya dong..). Apalagi followernya bukan kelas ecek-ecek, tapi dari Inggris, Australia, Amrik, dan nggak tahu lagi deh dari mana! Masalahnya adalah, kalo aku lagi nggak mood nulis, pasti tulisanku kacau balau, apalagi bahasa Inggris kan grammarnya njlimet gitu. Aduuuuhhhh.. Sempat, pengen kudelete aja blog itu karena waktu itu lagi depresi berat, ngerasa nggak tau mo nulis apa. Aku berprinsip, kalo gak tau mo ngomong apa, jangan ngomong apa-apa. Kalo gak tau mo nulis apa, jangan nulis apa-apa, pasti kacau. Kamu harus setuju sama saya dalam hal ini! (maksa!).

Kadang, kalo nggak nulis, ditanyain ama salah satu dari mereka kenapa nggak update blog, padahal aku emang bener2 nggak punya ide mo nulis apa. Tapi ya balik2 aku mengingat tanggung jawab dan kepercayaan yang sudah diberikan kepadaku. Oh my.. kalo kamu liat blog2 mereka.. keren-keren deh. Isinya juga nggak cuma share keseharian mereka, tapi bener2 menginspirasi menurut aku. Nggak tahu apa yang bikin mereka mau jadi follower gw.. Apa sih yang menarik dari blog dodol gw itu? Kadang aku kasian plus nggak enak kalo mereka nggak dapetin apa-apa dari blog ajaib itu. Tapi ya.. karena mereka menganggap aku punya something to say,  itu membuatku terpacu untuk memberikan sesuatu untuk dibaca buat mereka. Emang kita semua butuh tantangan seperti itu kali yee..

Hmghhh.. doain aku ya guys. Walaupun hanya lewat blog, aku berharap ada sesuatu yang bisa menginspirasi tiap orang yang membacanya. Kalo aku gak posting apa-apa, percayalah itu karena aku memang nggak punya apapun buat ditulis. Baca lagi deh prinsipku, kalo nggak punya apapun buat dikatakan, jangan katakan apapun. Kadang heran sama orang2yang berharap kita ngomong banyak. Ngapain kita ngomong hal2 nggak jelas yang bisa berakibat nggak enak sana sini? Bener gak? Lebih baik nggak bicara dan nggak posting deh.

Jadii.. balik lagi ke pertanyaannya tadi: seneng apa susah yaa punya banyak follower?

 

Chemistry July 6, 2009

Filed under: Uncategorized — krisgp @ 2:52 am
Tags: , , , , ,

Yang namanya chemistry emang magical.. Nggak bisa dibikin-bikin, dijelaskan, diungkapkan dengan kata-kata. Pokoknya, kalo kita bilang chemistry sedang bekerja, ya that’s it deh. Nggak bisa diperdebatkan!

Well, aku nggak tahu kenapa tiba-tiba inget sama kisah ini. Terjadinya beberapa tahun lalu. Ada seseorang yang katanya benciiii banget sama aku. Mungkin maksudnya bukan benci, cuma kesel aja kali ya, karena katanya waktu pertama kali dia lihat aku, lagi di antrian makan acara apaaa, gitu (malu-maluin gak sih. Ketemuan di mana kek.. -smile-). Aku berdiri di tempat di mana dia mo ngambil makanan. Eh, udah bilang permisi, permisi, akunya tetep aja gak bergerak. Jangankan bergerak, noleh aja enggak katanya. Nyebelin banget gak, sih.

Hihihi.

Beberapa waktu kemudian, kita ketemu lagi di acara lain. Semacam fellowship atau training apaa, gitu. Dia sempat masih sebel gitu. Trus, entah gimana kita masuk dalam kelompok yang sama, jadi mau nggak mau harus saling kenal deh. Daan, dimulailah kisahnya. Setelah kenal, barulah dia tahu ‘the real me’. Katanya ‘Kamu ternyata nggak sombong-sombong amat kok ya..’. Sombong? Sombong dari Hongkong? :) .

Jadilah dia cerita asal muasal dia menilai aku sombong. Well.. setelah harus melalui banyak hal bersama sebagai kelompok, jadilah penilaian dia berubah total. Dari yang gak suka jadi simpati (ni menurut gw sendiri..). Kami share banyak hal di sana, dan setelah acara selesai beberapa hari kemudian kami bertukar nomer telp. Buat aku, itu something ordinary. Walaupun ngakunya so private and personal, aku juga suka make friends, kok.. :) .

Entah gimana, beberapa waktu kemudian, alamak.. dia telfon aku personally and bla bla bla akhirnya dia mengaku bahwa orang tuanya sudah siap menyambangi rumah kami buat melamar aku! Ooouugghhh.. mo pingsan banget gak sih.. Sejujurnya, dia emang ganteng sih, putih, baik hati, orang tuanya cukup terpandang. And.. dia udah punya segalanya. Kalo mau aja, aku udah tinggal kipas-kipas deh, gak repot-repot dengan urusan bla bla bla dsb. Mungkin, dia punya everything a woman wants deh! Tapi gimana yaa.. chemistrynya nggak dapet sih..

Dengan menyesal I said NO. Bukan apa, gile aje, dia kan gak kenal siapa gw. Gak ngerti gimana gaya hidup gw, asal muasal, sifat and karakter gw.. bisa-bisanya mo ngelamar.. Tar kalo menyesal gimana??? Hmghh.. Trus, urusan pernikahan kan urusan seumur hidup. Duuuhh, nggak berani ambil resiko deh.. Mungkin dia kena karma kali yee, sebel sama orang baik kayak gw, akhirnya kesengsem.. hehehe.

PS: Kok jadi curcol, yaa.. -big grin-.

Kalo kamu lagi berkutat dengan urusan memilih jodoh, here some suggestions..

1. Cari orang yang chemistrynya ‘dapet’ (sorry kalo bahasanya kacau.. chemistrynya dapet.. apaan tuh? -smile-)

Pokoknya kamu merasa klik dengannya dalam banyak hal penting, baik yang menyenangkan maupun yang menyakitkan.

2. Pasanganmu haruslah benar-benar punya visi yang sama untuk masa depan.

Trust me. This is really important. Kalo nggak, kalian nggak akan bisa sejalan nantinya.

3. Selain saling mencintai, lebih baik pilih orang yang mencintaimu daripada orang yang kamu cintai.

Walaupun yang namanya cinta itu identik dengan pengorbanan, tapi alangkah menyakitkannya jika kamu maksa hidup dengan orang yang kamu cintai namun nggak pernah mencintaimu..

4. Pertanyakan apa saja yang bisa dan tidak bisa kalian kompromikan.

Pikirkan : apa saja yang berani kamu korbankan untuk pasanganmu? Kalo kamu nggak berani mengorbankan sesuatu yang penting untuk kebersamaan kalian (karir misalnya) lebih baik jangan, deh. Tapi, jangan pernah korbankan HAL-HAL PRINSIPIL dalam hidupmu, seperti iman/kepercayaan, hubungan dengan orang tua, persahabatan, nilai-nilai, karakter dsb demi siapapun. Hal2 itu jauh lebih bernilai daripada sekedar cinta!

5. Diskusikan pandangan kalian mengenai arti perkawinan.

Apakah hanya ingin melanjutkan keturunan, menyatukan 2 perusahaan, atau menjalani hidup dengan seseorang yang benar-benar berarti. Jika hal ini nggak dibahas dari awal, bisa-bisa banyak masalah nantinya. Tar kamu pengen langsung punya anak, pasanganmu masih sibuk dengan impian2nya, bakal berantem kan jadinya..

6. Memasuki pernikahan itu ibarat membuka kotak Pandora. Kamu bisa menyesal melakukannya!

Ibarat kotak Pandora yang bikin penasaran, kita semua begitu terbuai dengan kisah-kisah yang berakhir dengan ‘… and they live happily ever after..’. Padahal, kita nggak tahu apa-apa tentang pernikahan yang sesungguhnya. Bagi banyak orang, menikah itu menyenangkan karena bisa berbagi kehidupan dengan orang yang kita cintai. Tapi bahkan cinta pun bisa luntur, makanya kita harus benar-benar memperhitungkan ‘untung-rugi’nya bukan hanya untuk 1-2 tahun, melainkan seumur hidup kita!

7. Jangan ikut paksaan untuk cepat-cepat menikah.

Kita bisa kok be single and be happy. Yang keburu-buru itu biasanya kurang perhitungan. Kalo dulu seseorang harus menikah pada usia tertentu, sekarang mah asyik-asyik aja kali. Toh sudah ada kesetaraan gender. Bukan jaman wanita untuk tinggal di rumah dan mengurus rumah tangga. Juga kewajiban pria nggak hanya cari uang, tapi juga pada soal-soal rumah tangga yang sepele, lho.. Ini yang namanya pergeseran nilai-nilai sosial..

8.Pasanganmu haruslah seorang yang benar-benar bisa membuatmu jadi diri sendiri

Jika saat bersamanya kamu jadi jaim, selalu ingin menampilkan yang terbaik dari dirimu, percuma diteruskan deh. Buat apa? Kamu hanya akan membohongi dirinya dan dirimu sendiri. Padahal kita tahu bahwa kebohongan bukanlah landasan dari hubungan yang kokoh, bukan?

9. Berdoalah agar kamu dapat pasangan yang nggak hanya baik, tapi yang terbaik.

Kamu bisa memilih pasangan yang baik atau sangat baik, tapi segala yang terbaik itu datangnya dari sorga. Jadi untuk mengambil keputusan dalam hal ini, mintalah hikmat pada Tuhan. Jika sampai kini yang terbaik belum juga datang, mungkin saatnya saja yang belum tepat.

Yeah, ini sedikit suggestion dari saya. Hihihi, kayak penasehat asmara aja ya gw.. Bukan gitu sih, hanya pengen berbagi saja hal-hal yang sudah kualami dengan siapapun yang belum -namun pengen- mengalaminya.

Semoga bermanfaat! ^^

 

What Is This? (No Idea What To Title) July 4, 2009

Beberapa waktu yang lalu, suamiku ketemu sama tukang rujak langganan keluarganya sejak waktu dia masih kecil. Katanya, si bapak ini udah jualan sejak duluuuuu banget, mungkin ada 300 tahunan kali. Dulu dia pake gerobak kecil, khas tukang rujak, tapi sekarang ini ada kemajuan, dia nggak cuma jual rujak tapi juga es campur dan gerobak dorongannya gede. Nggak kelilingan lagi, tapi mangkal. Katanya, semua orang kaya di dunia ini (di Tegal maksudnya!) langganannya. Dari yang miskin sampe kaya, kecil, besar, sampe kakek-kakek, semua kenal sama dia. Bahkan, banyak langganannya yang dateng dari seluruh penjuru dunia (hehe.. lebay banget!).

Well, aku kagum sama konsistensinya bapak ini. Orangnya jujur, apa adanya dan terus terus terang. Buktinya, dari suamiku masih kecil (jangan-jangan malah sebelum doski lahir!), dia dah jualan rujak.. Sampe sekarang, lagi, walaupun dah ketambahan es campurnya.. hehehe. Tapi, yang bikin aku merenung bukan hanya itu. Ternyata, konsistensi saja nggak cukup tanpa peningkatan diri. Buktinya si bapak ini. Maksudnya, kalo aku nih.. aku nggak mau dong, orang masih kecil aku jualan rujak, sampe dia gede, dah sukses, aku masih jualan rujak.. Gile.. kayaknya kok gak maju-maju.. Sejujurnya ini bukan sebuah pencapaian yang membanggakan buat aku.

Sejujurnya, aku takut stuck di suatu tingkatan kehidupan. Aku pengen terus melakukan progresi dalam tiap tingkatan kehidupan yang kulalui. Nggak bisa gitu gitu terus dong. Makanya ni lagi giat meningkatkan diri.. Yeah, mungkin emang nggak enak sih, mesti keluar dari zona nyaman, tapi mana ada sih kehidupan yang berhasil tanpa didahului dengan kesukaran..

Memang lebih enak kalo kita bisa terus tinggal di zona nyaman, tapi kalo terus jadi terbuai dengan keadaan itu.. please deh.. it’s not my style! Aku pengen terus bertumbuh dan meningkat, harus ada progresi entah dalam suatu bidang kehidupan tertentu dalam hidupku. So far sih, masih buanyaaak banget kebiasaan buruk dalam diriku yang ‘belum sempat’ terbuang.. (hehe istilahnya itu, lho, belum sempat..). Dan, aku jadi menyadari bahwa nggak semua kesukaran yang kita hadapi itu buruk. Ada juga kesukaran yang emang dirancang agar kita bertumbuh.

Kadang aku juga merasa nggak tahan dengan kesukaran itu. Rasanya nggak tahan lagi di’expand’ oleh keadaan (yang terjadi atas seijin Tuhanlah pastinya..), tapi aku bersyukur aku punya Tuhan yang tinggal dalam diriku. Kadang aku merasa bahwa keadaanku sangat menentukan, talentaku, impiaku, atau apapun yang ada di sekelilingku akan menentukan masa depanku, ternyata semua itu bukanlah a big deal. Yang lebih penting adalah kehadiran Tuhan dalam diri kita. Itu jauuuh lebih penting dari apapun juga. Itu juga membuat kita jadi punya potensi yang luar biasa, yang seringkali kita lupakan.

Yeah, untung saja pencerahan datang tepat pada waktunya. Menurut aku hampir terlambat, sih, tapi kan semua itu ada dalam waktunya Tuhan. Apa yang menurut aku terlambat mungkin malah sangat tepat bagi Dia. Hmhh.. No comment, deh.

Aku berusaha aja untuk nggak terlalu banyak mengeluh, ngomel, ngoceh dan ngedumel nggak jelas tentang keadaanku. Walaupun kata orang hidupku nyaman (yeah, itu kan kata orang.. Banyak dari mereka -katanyaa- mau bertukar kehidupan dengan aku.. hoho.. gak tau aja.. gak menjalani aja.. Kalo dah menjalani baru ngerti deh gimana nangis darahnya aku.. hehehehe), ada hal-hal yang sebenarnya nggak nyaman banget dengan segala kenyamanan tersebut buat aku. Nggak tahu kalo buat orang lain ya.. kan tiap orang beda..

Mungkin inilah salib yang harus kupikul. Mungkin ini beban dan pergumulanku. Kalo hidupku enak terus, nggak pengen masuk sorga deh, tinggal aja terus di bumi ini, nggak mau mati kalo bisa! Tapi dengan segala hal yang harus kuperjuangkan tersebut, aku tahu bahwa Tuhan tidak meninggalkan aku. Justru Dia sedang melakukan apa yang diperlukan untuk memperkuat bagian-bagian dimana dianggapNya aku masih lemah..

Yeah, Dia Tuhan. Dia tahu apa yang diperbuatNya. Biarlah dilakukanNya padaku apapun yang dianggapNya baik, sehingga apapun yang terjadi, aku nggak akan menyalahkan keadaan, tapi meyakini bahwa semua itu adalah rencana Tuhan..

Blessed be The Name of The Lord!