Just Kristine

Blogging, Cara Gw Bertahan Hidup…

Chemistry July 6, 2009

Filed under: Uncategorized — krisgp @ 2:52 am
Tags: , , , , ,

Yang namanya chemistry emang magical.. Nggak bisa dibikin-bikin, dijelaskan, diungkapkan dengan kata-kata. Pokoknya, kalo kita bilang chemistry sedang bekerja, ya that’s it deh. Nggak bisa diperdebatkan!

Well, aku nggak tahu kenapa tiba-tiba inget sama kisah ini. Terjadinya beberapa tahun lalu. Ada seseorang yang katanya benciiii banget sama aku. Mungkin maksudnya bukan benci, cuma kesel aja kali ya, karena katanya waktu pertama kali dia lihat aku, lagi di antrian makan acara apaaa, gitu (malu-maluin gak sih. Ketemuan di mana kek.. -smile-). Aku berdiri di tempat di mana dia mo ngambil makanan. Eh, udah bilang permisi, permisi, akunya tetep aja gak bergerak. Jangankan bergerak, noleh aja enggak katanya. Nyebelin banget gak, sih.

Hihihi.

Beberapa waktu kemudian, kita ketemu lagi di acara lain. Semacam fellowship atau training apaa, gitu. Dia sempat masih sebel gitu. Trus, entah gimana kita masuk dalam kelompok yang sama, jadi mau nggak mau harus saling kenal deh. Daan, dimulailah kisahnya. Setelah kenal, barulah dia tahu ‘the real me’. Katanya ‘Kamu ternyata nggak sombong-sombong amat kok ya..’. Sombong? Sombong dari Hongkong? :) .

Jadilah dia cerita asal muasal dia menilai aku sombong. Well.. setelah harus melalui banyak hal bersama sebagai kelompok, jadilah penilaian dia berubah total. Dari yang gak suka jadi simpati (ni menurut gw sendiri..). Kami share banyak hal di sana, dan setelah acara selesai beberapa hari kemudian kami bertukar nomer telp. Buat aku, itu something ordinary. Walaupun ngakunya so private and personal, aku juga suka make friends, kok.. :) .

Entah gimana, beberapa waktu kemudian, alamak.. dia telfon aku personally and bla bla bla akhirnya dia mengaku bahwa orang tuanya sudah siap menyambangi rumah kami buat melamar aku! Ooouugghhh.. mo pingsan banget gak sih.. Sejujurnya, dia emang ganteng sih, putih, baik hati, orang tuanya cukup terpandang. And.. dia udah punya segalanya. Kalo mau aja, aku udah tinggal kipas-kipas deh, gak repot-repot dengan urusan bla bla bla dsb. Mungkin, dia punya everything a woman wants deh! Tapi gimana yaa.. chemistrynya nggak dapet sih..

Dengan menyesal I said NO. Bukan apa, gile aje, dia kan gak kenal siapa gw. Gak ngerti gimana gaya hidup gw, asal muasal, sifat and karakter gw.. bisa-bisanya mo ngelamar.. Tar kalo menyesal gimana??? Hmghh.. Trus, urusan pernikahan kan urusan seumur hidup. Duuuhh, nggak berani ambil resiko deh.. Mungkin dia kena karma kali yee, sebel sama orang baik kayak gw, akhirnya kesengsem.. hehehe.

PS: Kok jadi curcol, yaa.. -big grin-.

Kalo kamu lagi berkutat dengan urusan memilih jodoh, here some suggestions..

1. Cari orang yang chemistrynya ‘dapet’ (sorry kalo bahasanya kacau.. chemistrynya dapet.. apaan tuh? -smile-)

Pokoknya kamu merasa klik dengannya dalam banyak hal penting, baik yang menyenangkan maupun yang menyakitkan.

2. Pasanganmu haruslah benar-benar punya visi yang sama untuk masa depan.

Trust me. This is really important. Kalo nggak, kalian nggak akan bisa sejalan nantinya.

3. Selain saling mencintai, lebih baik pilih orang yang mencintaimu daripada orang yang kamu cintai.

Walaupun yang namanya cinta itu identik dengan pengorbanan, tapi alangkah menyakitkannya jika kamu maksa hidup dengan orang yang kamu cintai namun nggak pernah mencintaimu..

4. Pertanyakan apa saja yang bisa dan tidak bisa kalian kompromikan.

Pikirkan : apa saja yang berani kamu korbankan untuk pasanganmu? Kalo kamu nggak berani mengorbankan sesuatu yang penting untuk kebersamaan kalian (karir misalnya) lebih baik jangan, deh. Tapi, jangan pernah korbankan HAL-HAL PRINSIPIL dalam hidupmu, seperti iman/kepercayaan, hubungan dengan orang tua, persahabatan, nilai-nilai, karakter dsb demi siapapun. Hal2 itu jauh lebih bernilai daripada sekedar cinta!

5. Diskusikan pandangan kalian mengenai arti perkawinan.

Apakah hanya ingin melanjutkan keturunan, menyatukan 2 perusahaan, atau menjalani hidup dengan seseorang yang benar-benar berarti. Jika hal ini nggak dibahas dari awal, bisa-bisa banyak masalah nantinya. Tar kamu pengen langsung punya anak, pasanganmu masih sibuk dengan impian2nya, bakal berantem kan jadinya..

6. Memasuki pernikahan itu ibarat membuka kotak Pandora. Kamu bisa menyesal melakukannya!

Ibarat kotak Pandora yang bikin penasaran, kita semua begitu terbuai dengan kisah-kisah yang berakhir dengan ‘… and they live happily ever after..’. Padahal, kita nggak tahu apa-apa tentang pernikahan yang sesungguhnya. Bagi banyak orang, menikah itu menyenangkan karena bisa berbagi kehidupan dengan orang yang kita cintai. Tapi bahkan cinta pun bisa luntur, makanya kita harus benar-benar memperhitungkan ‘untung-rugi’nya bukan hanya untuk 1-2 tahun, melainkan seumur hidup kita!

7. Jangan ikut paksaan untuk cepat-cepat menikah.

Kita bisa kok be single and be happy. Yang keburu-buru itu biasanya kurang perhitungan. Kalo dulu seseorang harus menikah pada usia tertentu, sekarang mah asyik-asyik aja kali. Toh sudah ada kesetaraan gender. Bukan jaman wanita untuk tinggal di rumah dan mengurus rumah tangga. Juga kewajiban pria nggak hanya cari uang, tapi juga pada soal-soal rumah tangga yang sepele, lho.. Ini yang namanya pergeseran nilai-nilai sosial..

8.Pasanganmu haruslah seorang yang benar-benar bisa membuatmu jadi diri sendiri

Jika saat bersamanya kamu jadi jaim, selalu ingin menampilkan yang terbaik dari dirimu, percuma diteruskan deh. Buat apa? Kamu hanya akan membohongi dirinya dan dirimu sendiri. Padahal kita tahu bahwa kebohongan bukanlah landasan dari hubungan yang kokoh, bukan?

9. Berdoalah agar kamu dapat pasangan yang nggak hanya baik, tapi yang terbaik.

Kamu bisa memilih pasangan yang baik atau sangat baik, tapi segala yang terbaik itu datangnya dari sorga. Jadi untuk mengambil keputusan dalam hal ini, mintalah hikmat pada Tuhan. Jika sampai kini yang terbaik belum juga datang, mungkin saatnya saja yang belum tepat.

Yeah, ini sedikit suggestion dari saya. Hihihi, kayak penasehat asmara aja ya gw.. Bukan gitu sih, hanya pengen berbagi saja hal-hal yang sudah kualami dengan siapapun yang belum -namun pengen- mengalaminya.

Semoga bermanfaat! ^^

 

Ternyata… August 4, 2008

Ternyata, menikah itu asyik juga. Sekarang, jadi ada yang bisa meluk tiap malem, ada bahu yang selalu siap jadi sandaran saat pengen nangis sepuasnya, trus.. ada yang bisa dimintain duit kalo aku abis duit hehehehe.

Konon, menikah itu ibarat membuka kotak Pandora. Akan terjadi sesuatu yang gak bisa dibayangkan sebelum kita membukanya. Banyak orang bilang ‘puas-puasin dulu deh masa lajang, jangan keburu menikah. Ngapain? Tar nyesel lo..’ Aku juga sempat gamang waktu mo kawin. ‘Bener gitu gak sih hidup pernikahan itu? Emang bener seperti yang dibilang orang atau hanya issue aja?’

Sekarang, setelah melalui setahun lebih kehidupan berumah tangga, baru bisa cerita deh yang sebenarnya terjadi.. Buat orang yang takut berkomitmen, menikah mungkin gak gampang, tapi buat orang yang siap untuk mengikatkan dirinya dengan orang yang dicintai, asyik-asyik aja kok. Buktinya soal kebahagiaan. Kalo dulu aku –seorang yang individual- sangat mengutamakan kebutuhanku, perasaanku, kebutuhanku, kebahagiaanku, impianku, harapanku, pokoknya semua tentang aku, sekarang semua itu sudah berubah. Semua tentang aku sudah bukan prioritas lagi. Aku lebih condong memikirkan apa yang dirasakan oleh suamiku. Kebahagiaanku bukan lagi kebahagiaan jika suamiku gak merasakan hal yang sama. Perasaan dan pikiranku bukan lagi prioritas jika suamiku punya alasan yang tepat untuk menentangnya. Bahkan, aku rela melepaskan apa yang jadi kebahagiaanku jika orang yang kucintai tak merasa nyaman dengan hal itu.

Mungkin ini terdengar absurd bagi mereka yang merasa berjiwa mandiri dan nggak butuh orang lain, tapi jika seseorang sudah siap membina hubungan dan berkomitmen dengan orang yang dikasihi, percayalah, hal ini sama sekali bukan sesuatu yang impossible dan konyol, melainkan nyata, senyata matahari yang bersinar tiap pagi.

Aku juga tadinya merasa begitu. Ngapain kita harus berkorban buat orang lain? Ngapain kita harus mempertaruhkan sesuatu yang kita hargai hanya karena orang lain tidak setuju? Ada-ada aja.. Tapi sekarang, paradigmaku sudah berubah. Pandanganku tentang hal itu sudah sangat bergeser lebih maju –atau mundur?:)-. Buat aku sekarang ini, apa sih esensi kebahagiaan jika hidup ini tak dapat kita bagi dengan orang lain? Apa sih arti kehidupan yang singkat ini jika dengan orang yang kita kasihi saja kita tak dapat memberikan yang terbaik? Jika suatu saat kita kembali ke sorga, apa yang akan kita tinggalkan pada mereka yang kita kasihi?

Banyak alasan membuat kita mungkin merasa tak cukup untuk berbagi kehidupan. Tapi hidup ini bukanlah milik kita sendiri. Hidup adalah pemberian Illahi yang harus kita pergunakan untuk kemuliaan NamaNya. Mungkin kita nggak cukup baik bagi orang lain. Mungkin kita belum sempurna, tapi jika kita berani mengakui kekurangan kita dan berbagi hal-hal yang menyenangkan dalam hidup, aku percaya kita sudah mencapai tahapan tertinggi dalam kehidupan. Apa bukti kita mengasihi Tuhan selain dengan menunjukkan kasih kita pada sesama? Bukankah dengan demikian kita sudah melakukan prinsip dan hukum kasih dalam hidup ini?

Mungkin ini renungan sederhana yang sangat biasa, namun artinya mengandung paradoks yang membingungkan jika kita tak bersedia menjiwainya dengan sungguh. Bukankah cinta adalah anugerah terbesar dalam hidup? Kita tak perlu mengikuti apa yang orang lain lakukan jika kita tak mau, tapi jika kita melihat teladan yang baik dan bersedia melakukannya dalam hidup, apalagi jika kita sendiri yang menjadi teladannya, alangkah semakin berartinya hidup ini!

PS: Bagi Anda yang berencana menikah, jangan takut, go ahead for it, tapi bagi Anda yang berencana untuk gak buru-buru dan tinggal dalam masa lajang, gak salah juga kok.. Toh apapun status kita, kita tetap bisa merasakan kebahagiaan dan memuliakan Tuhan dengan cara dan pemahaman yang kita dapat secara pribadi..

Have a nice day! J