Just Kristine

Blogging, Cara Gw Bertahan Hidup…

Mengejar Kebahagiaan September 7, 2009

Apa sih tujuan hidup kita?

Konon, ini pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh sebagian besar masyarakat dunia. Kita seringkali bingung dan nggak ngerti apa tujuan kita berada di planet ini.

Ada yang bilang mencari kebahagiaan, ada yang bilang menghasilkan uang, ada yang bilang mengejar impian. Yeahh.. emang bener sih.. tapi hanya sedemikian sederhanakah? Apa hidup hanya sebatas bahagia, punya duit dan mengejar mimpi? Trus, kalo udah bahagia, kaya dan sukses tapi nafasnya megap-megap di rumah sakit gimana? Atau bahagia, kaya dan sukses tapi dikejar-kejar polisi karena menggelapkan uang, gimana?

Okay.. aku percaya tiap kita terlahir ke dunia ini dengan tujuan hidup yang berbeda. Bukan sekedar nyari duit kayak mottonya sebagian besar orang, tapi ada sesuatu yang jauh lebih besar dan lebih mulia bahkan dari hidup kita sendiri. Sedih aja kalo kita sampe bertujuan hidup hanya untuk menghasilkan uang. Duh.. money oriented banget sihh.. tar begitu duitnya habis entah ke mana, nelangsa deh yang ada..

Menurut seorang pakar (aku gak tau dia pakar apa), kita harus mengukur apa yang kita lakukan dalam hidup dengan standar kebahagiaan kita sendiri, karena standar kita itu berbeda dengan orang lain. Maksudnya gini. Ada orang yang bisa menghasilkan puluhan juta rupiah dalam sebulan, tapi belum bahagia. Sementara, ada orang-orang yang hanya berpenghasilan satu juta, tapi udah puas. Yang gajinya gede, bisa jadi akar permasalahannya bukan pada banyaknya gaji, tapi kekurangan akan sesuatu yang belum dimilikinya. Kalo kita merasa belum puas dengan apa yang kita miliki (mungkin maksudnya yang kita bisa ubah..), maka kita harus memperjuangkannya. Sementara kalo kita udah puas, ya udah.. walaupun standarnya jauh di bawah standar orang lain, kita bisa tetap bahagia kaan, karena standar yang kita pergunakan adalah standar pribadi kita sendiri..

Jika ditanyakan kepadaku (inilah asyiknya punya blog, walaupun gak ada yang nanya, kita tetap berhak untuk memberikan pendapat) apa arti kebahagiaan.. mungkin aku gak akan menyebutkan uang/ harta/ kepemilikan sebagai yang utama. Bagiku yang terpenting adalah kepuasan batin. Jika kita puas karena berhasil mencapai sesuatu, kita melakukan apa yang telah Tuhan taruh sebagai bakat/ potensi/ passion dalam diri kita, maka uang akan datang dengan sendirinya. Tapi kalo kita cuma bertujuan menghasilkan uang sebanyak-banyaknya, kita nggak akan pernah berkontribusi pada hal-hal lain di luar diri kita. Kita nggak akan mengetahui bahwa ada hal-hal lain yang lebih besar dari diri kita dan segala persoalannya..

Lalu, kenapa banyak orang gak berhasil mengejar kebahagiaan?

Alasan utamanya : karena takut. Takut nggak mampu/ takut mencoba, takut kekurangan waktu/ merasa sudah terlambat, takut kata orang, takut gagal, takut sukses/ takut dikucilkan, takut berkomitmen, takut akan hari kiamat, takut akan hal-hal yang belum jelas.. banyak hal! Padahal, rasa takut seringkali lebih besar dari apa yang ditakuti. Sebenernya sih nggak jelas apa yang akan terjadi, tapi karena udah keburu takut, jadi gak maju-maju deh. Seharusnya, karena kita belum pasti dengan apa yang ada di depan kita, kita punya iman dan keteguhan yang jelas untuk mewujudkan mimpi dan harapan kita kaan..

Konon, bagi wanita, ada yang dinamakan dengan krisis perempat baya.. pada umur segini, baru akan terasa deh kegalauan dan kebingungan dalam pemikiran-pemikiran tentang kehidupan! Aku adalah contoh yang jelas. Suatu hari dalam hidupku, ketika aku berumur 24 th, aku tiba-tiba terbangun dan menyadari bahwa aku belum melakukan sesuatu yang cukup berarti dalam hidup. Dari situlah petualangan sesungguhnya dalam hidupku dimulai..

Yeah.. sejujurnya, selama ini aku tuh tipe orang yang terlalu takut akan kata orang. Aku dibesarkan dalam lingkungan yang penuh tekanan dan harus selalu pasang antena tinggi-tinggi terhadap ‘kata orang’. Itu sebabnya banyak orang bilang aku jaim setengah mati. Memang, aku gak menampik. It’s me at all. Aku tumbuh dengan ide bahwa untuk survive dalam hidup kita mesti jaim. Padahal, sesudah tumbuh dewasa baru aku berpikir. Ngapain mesti jaim? Capek. Kenapa aku gak boleh jadi diri sendiri dan mengemukakan pendapat-pendapatku? Kenapa mesti ada benar dan salah? Kenapa kita harus memperjuangkan pembenaran atas diri sendiri? Kamu boleh ngomong apapun yang benar versi kamu, tapi bukan berarti itu mengubah kenyataan bahwa saya pun benar, menurut versi saya. Hoho, this is my motto now. Sekarang, tutup kuping deh. Capek denger omongan orang. Sebagaimana aku membiarkan orang lain jadi diri mereka sendiri dan tidak menuntut apapun, aku berharap aku pun dibiarkan menjadi diriku sendiri dan bebas mengekspresikan diri dong.. Yes, I’m worth it. Really, really worth it!!

Jika kita mengejar kebahagiaan yang sesuai dengan standar kita sendiri, mungkin dunia akan jadi lebih indah. Kebanyakan orang mengejar kebahagiaan dengan standar orang lain atau standar yang media ciptakan. Yaahh.. mana bisa puaslah kalo gitu? Toh tiap saat kita dijejali dengan iklan, produk dan inovasi yang terus menggempur kita dari segala penjuru.. Bisa habis duit, tenaga dan waktu kita kalo mo terus ngikutin perkembangannya..

Aku berharap, tiap kita bisa mengenali diri kita sendiri lebih baik. Menganalisa diri sendiri : ingat prinsip SWOT (strength, weaknessess, opportunities and threats) kaan? Tulis deh impian-impianmu dan apa yang akan kamu lakukan dalam hidupmu (Thomas Edison menuliskan banyak hal dan mencapai hampir semuanya!). Jangan pernah takut untuk bermimpi. Dan jadilah dirimu sendiri..

 

Ternyata.. September 7, 2009

Filed under: bad mood, belajar dari pengalaman hidup, curhat — krisgp @ 12:08 am
Tags: , ,

Ternyata..

Bener kata Abraham Maslow bahwa perasaan ingin diterima dan diakui sebagaimana adanya kita itu merupakan kebutuhan yang hakiki dalam diri tiap manusia. Kita suka melupakan hal ini. Kita lebih cenderung untuk menilai orang berdasarkan apa yang mereka perbuat. Padahal, kita seringkali nggak tahu apa-apa tentang orang itu.

Pernah suatu kali dalam wawancara di Oprah Show, seorang ibu yang suaminya dituduh memerkosa anaknya sendiri (bukan ayah kandung anak itu) bilang gini sama Oprah ‘Kamu tidak berhak menilaiku karena kamu tidak tahu dan tidak mengalami apa yang kualami..’. Aku tadinya nggak ngerti maksud perkataan itu. ‘Nggak berhak menilai gimana?? Wong udah jelas kamu salah. Sudah jelas suamimu salah. Kenapa kami nggak berhak menilaimu??’ Begitulah kira-kira kalo aku jadi Oprah.. Tapi lama-lama aku baru menyadari maksud yang sebenarnya.

Kita gampang sekali tergoda untuk menilai atau menghakimi orang lain. Kita melihat perbuatan orang dan berkomentar. Kita denger berita tentang seseorang dan menyampaikan pendapat kita. Padahal, kita sama sekali nggak tahu apa-apa tentang orang itu. Bahkan, menurut penulis buku ‘Rahasia Kekuatan Bujukan’, kita bisa saja menghabiskan 75 tahun hidup bersama dengan seseorang dan tak mengetahui apa-apa tentang orang tersebut!

Weleh.. weleh.. Ini mungkin terlalu ekstrem. Tapi nyata. Jangankan orang lain, diri kita sendiri aja kadang kita nggak kenal.. Makanya buku self-help, motivasi, pengembangan diri dsb laris manis di pasaran kaan.. Kalo tiap orang mengenal dirinya dengan baik, kayaknya buku-buku tersebut nggak bakalan selaris itu deh..

Aku seringkali melihat juga kecenderungan ini dalam diriku. Ngeliat orang gini, sibuk ikut ngasih opini. Ngeliat orang digossipin, ikut sibuk berkomentar, padahal sih gak ada yang nanyain pendapatku.. hehe. Tapi gimana ya, kayaknya seneng aja ikut rame..

Setelah mengalami sendiri segala sesuatu yang sensasional, fantastis, bombastis, spektakuler, dahsyat, mutakhir dan terpercaya seperti Bukan Berita Bukan Empat Mata, baru deh aku ngeh dengan kata-kata si ibu yang di Oprah Show tadi.. Yup! Kita nggak berhak menilai dan menghakimi orang hanya karena kita melihat perbuatannya. Toh kita nggak tahu apa motivasinya, latar belakangnya, kebutuhan-kebutuhannya, dsb. Kita juga tidak pernah menjalani hidup seperti yang dia jalani. Jadi, kita memang tidak berhak! Tapi yah.. gimana sih, sifat dasar manusia..

Kadang aku juga gerah dengan segala tuntutan masyarakat ketimuran yang kebanyakan ‘nggak enak’ itu. (Mungkin kurang bumbu penyedap kali yee..). Kita seringkali jadi terpaksa melakukan ini dan itu karena perasaan nggak enak. Kadang, orang suka kalo kita nrimo dan ‘melakukan segala sesuatu seperti yang telah ditentukan’ bagi kita. Padahal, nggak jarang dengan melakukannya kita jadi mengesampingkan nilai-nilai dan hakekat hidup kita yang sebenarnya. Coba pikir, hanya karena ‘nggak enak’, berapa kali kita sudah korban perasaan? Berapa banyak kali kita melupakan tujuan kita yang sebenarnya? Duuh.. pusing amat sih perasaan ‘nggak enak’ ini!!!

Bukan sok western, tapi aku suka aja dengan filosofi orang barat yang straight, nggak urusan, menjunjung tinggi individualisme, dan liberal. Bukan menyangkali kodrat kita sebagai makhluk sosial, tapi nggak enak banget kan kalo segala sesuatunya harus diselesaikan keroyokan? Kenapa sih kita nggak bisa membiarkan orang lain menjadi dirinya sendiri dan menerimanya apa adanya tanpa menuntutnya menjadi seperti yang kita harapkan, atau mengkritik kekurangannya, atau menilai performanya seakan kita sendiri mampu melakukannya lebih baik daripadanya? Siapalah kita ini sebenarnya?

Well.. ada saat kita perlu untuk menampilkan yang terbaik dari diri kita. Tapi ada juga saat-saat kita seharusnya boleh mengungkapkan sisi lemah kita kepada orang lain. Toh dengan demikian kita jadi menyadari bahwa kita semua adalah manusia yang sama dan sederajat di hadapan Yang Illahi. Mengapa kita puas dengan tampilan baik dari orang lain, sementara kita menyadari bahwa itu hanyalah sesuatu yang semu? Mengapa kita suka dengan kalimat-kalimat manis padahal kita tidak tahu ketulusan hati orang yang mengucapkannya? Bukankah lebih baik kita mendengar dan melihat kejujuran walaupun menyakitkan? Mengapa kita cuma mau menerima yang baik dari seseorang dan tidak bersedia menerima kekurangan-kekurangannya?

Hmghh.. Sejujurnya aku juga capek dengan gaya hidup seperti itu. Tuntutan-tuntutan untuk selalu memberikan yang terbaik, yang sempurna, yang memuaskan.. sementara gejolak dalam diriku.. apa ada yang bersedia memahami? Krisis-krisis yang berkecamuk hebat dalam jiwaku.. apa ada seseorang yang bersedia membuka hati untuk peduli? Apa ada yang berusaha untuk mengerti? Hmghh.. sejujurnya, mungkin mengenalku pun tidak, tapi yeah.. entahlah. Sepertinya tiap orang berhak untuk mengemukakan pendapatnya masing-masing..

Kenapa sih kita suka mencari kambing hitam atas segala persoalan yang terjadi? Kenapa bukan kita sendiri yang mencari jalan keluarnya? Kenapa kita harus sibuk berkomentar, menyalahkan sana sini, menunjuk, menilai, mengkritik dan mencari pembenaran?

Hmghhh..

Siapa yang tahu di mana jawabnya? ^^

 

Misteri Tetesan Darah di Mana-Mana June 30, 2009

Filed under: curhat — krisgp @ 3:16 am
Tags: , , ,

Tau gak si, baru tadi aku sadar kalo Velve anjingku lagi yie ching (datang bulan). Padahal dia kaan.. masih kecil.. Emang sih, waktu dateng ke sini enam bulan lalu aku gak tau berapa umurnya, tapi diliat dari bulunya sih, masih kecil banget, ah!

Tiba-tiba aku bingung kok jadi banyak tetes darah di mana-mana.. Di bed cover, di lantai, di keset, di sofa.. ternyata .. Velve anjingku sudah beranjak remaja!

Hmhh.. apa emang anjing2 sekarang sangat cepat tumbuh dewasa, yaa..

 

Who Am I? June 25, 2009

Filed under: Uncategorized — krisgp @ 9:58 pm
Tags: , , ,

Hehe, kayak judul filmnya Jackie Chan aja..

Aku lagi mempertanyakannya sama diriku sendiri. Who am I indeed? Aku bingung soalnya. Apa just a wifey? A daughter? A sister? A cousin? An auntie? A friend? That’s it?

Hmghh..

Aku sempet nanya gini ama suamiku ‘Aku mo jadi artis aja, ah. Capek jadi orang biasa.. Cocok gak gw jadi artis?’

Kata suamiku ‘Nggak deh. Nggak banget. Wong suka males ketemu orang gitu, mo jadi artis. Tar kalo lagi sedih trus harus jumpa pers, gimana? Bisa-bisa digosipin lu lagi masuk rehabilitasi, lagi…’.

Hehehe.

Emang sih, aku tuh kayak kura-kura.

Serius. Santai. Dan suka sembunyi kalo ada apa-apa. Bukan takut ato apa. Tapi males aja nemuin orang. 1000 kali lebih milih main sama Velve di rumah ketimbang jalan ke mall cari hiburan. Please deh..

Matiin handphone. Nggak buka-buka email.

Sort of deh.

Kalo gw lagi begini, please jangan mendekat.

Serius.

Bisa ditelan hidup-hidup lo!

Karena selain kura-kura, aku juga buaya!

Hehehe.

Bukan buaya darat tapi..

Balik ke pertanyaan tadi, who am I?

Siapa yaa?

Tau, ah..

 

Paco Sakit! May 30, 2009

Filed under: Uncategorized — krisgp @ 10:05 pm
Tags: , , , ,

Aku lagi sediiiiiiih banget.

Paco lagi sakit. Kata dokter, distemper. Tapi setelah baca gejala2nya di internet, kayaknya bukan deh. Dokternya cuma nebak doang kayanya.

Gara-garanya, dia gak mau makan. Beberapa hari ini emang makannya susah, tapi masih mau. Baru kemaren dia bener2 gak mau. Duuuuhhhh, sedih banget, deh.

Bukan apa, aku tuh masih trauma kehilangan anjing2ku tersayang. Walaupun dah berkali-kali ditinggal pulang ke sorga oleh anjing2ku tersayang, masih aja berasa sakitnya di hati..

Pertama, Molly. Dia meninggal karena sakit dan tua. Gak mau makan sama sekali selama dua minggu. Besoknya, Blanca, anjingku yang paling putih, manis, nurut dan pintar, menyusul. Kemungkinan Blanca ketularan sakit dari mama Molly. Aku berkabung selama seminggu buat kedua anjingku ini.

Waktu itu Madeline, anjing cewek satu2nya, ikut2an sakit. Tapi karena dah ngerti cara penanganannya, aku jadi lebih hati2 dan telaten ngasih obat. Alhasil, Madge selamat, masih hidup dan sehat, segar bugar sampe sekarang.

Abis itu Chiste. Dia emang agak stress waktu kami pindah rumah. Sekujur badannya gatel-gatel. Dari semua orang di rumah, cuma aku yang paling betah nungguin dia karena dia tuh emang bauuuu banget karena penyakitnya. Tapi karena sayang, aku bisa tuh menyayangi dia, bersihin badannya pake Rivanol dsb. Waktu akhirnya dia pulang ke sorga, aku sms ke temen2 deketku menyatakan bahwa Chiste Valentina telah meninggal dunia. Dan ada beberapa temen yang nggak ngeh bahwa Chiste itu nama anjing. Kirain siapaaa, gitu..

Yang paling menyedihkan adalah waktu Dolce meninggal. Dia ini anjing kesayangan aku. Bulunya putih, sombongnya minta ampun, gak mau main becek2, kotor2, dan merasa high level dibanding sodara2nya (baca: para anjing) yang lain.

Beberapa minggu sebelum aku menikah, dia emang dah gak mau makan. Makannya sedikiiit banget. Padahal, Dolce ini rakuuss banget. Pernah, dia makan nasi putih doang satu baskom penuh, jatah makan semua anjing satu hari. Jadilah sang penjaga anjing marah2 karena dia terpaksa harus masak nasi lagi hehehe. Trus pernah, kami bawa ayam goreng sebungkus, karena abis dari manaa, gitu. Entah gimana, si Dolce masuk ke rumah dan bawa lari semua ayam goreng tersebut. Kami baru ngeh besoknya. Waktu dicari, mana ya ayam goreng2nya? Gila, ada 10 potong kali. Ternyata dah ludes semua dimakan sama Dolce!

Pernah juga waktu kami mo panen mangga di halaman samping rumah, tiba-tiba mangganya hilang. Padahal belum lama diturunin dari pohon pake kantong plastik gede. Selidik punya selidik, ternyata ada di rumahnya Dolce. (Dolce punya rumah kecil di halaman belakang yang suka dipake nyembunyiin makanan dll). Ya ampyuun, dia tuh bisa gitu naik tangga (ada besi yang bentuknya kotak2 kayak tangga yang bisa dinaikin di deket pohon mangga) dan turun lagi sambil bawa sekantong plastik gede isi mangga di mulutnya!

Beberapa hari setelah aku menikah, sakitnya semakin parah, gak mau makan dan lemeeees banget. Aku kasian ngeliatnya. Kata dokter sih ada harapan hidup karena dia masih lincah kalo diajak jalan2, tapi badannya udah kurus. Tepat seminggu setelah pernikahan kami, dia meninggal. Sekarang dia sudah tenang di sorga para anjing..

Duh, Paco. Bertahanlah, nak. Aku agak sebel karena kemaren dokternya gak bawa obat infusnya. Padahal kan dia tahu bahwa si anjing gak mau makan. Hmghhh.. Mungkin harus nyari dokter hewan yang lebih ahli, nih..

Yeah, beginilah hidup..

Dibilang kapok, agak kapok melihara anjing. Bukan apa, kalo mereka sakit, duuhh, sedihnya minta ampun! Tapi kalo sehat, lucuuuu and nggemesiiin banget!

Hmghh..

 

The World Is Changing, and So Am I April 10, 2009

Lucu juga ya menyadari bahwa diri kita ternyata bisa banyak mengalami perubahan..

Selama tinggal di dunia ini emang pasti banyak perubahan yang terjadi. Entah yang bisa diprediksi atau tidak. Musibah Situ Gintung, misalnya. Betapa banyak perubahan yang terjadi selama 10 menit dalam hidup seseorang!

Oke. Kita gak bicara tentang hal itu. Kita bicara tentang perubahan yang kita buat.

Aku sendiri banyaaaaaaak sekali mengalami perubahan selama 1 dasawarsa ini. Lucu juga sih, kalo diinget-inget lagi.

Misalnya, beberapa bulan lalu, aku beli tas baru yang modelnya sama sekali nggak ‘aku’ banget menurut beberapa orang. Maksudnya, banyak yang gak nyangka bahwa itu tasku, karena lain banget sama seleraku yang biasanya : mungil, rapi, modis, simple and gak banyak pernak-pernik. Jadi waktu aku bawa-bawa tas itu, mereka baru ngeh. ‘Ooh, kirain tas orang lain.. Punya kamu toh…’.

Hihihi.

Hebat juga ya, sampe orang hafal seleraku.

Teruss..

Dulu, sekitar umur 18-19 tahun, entah mengapa, banyak orang bilang aku ni ‘boros’. Masa waktu aku umur 19th dikirain 27. Gila gak…

Mungkin karena waktu itu aku dah kerja. Jadi pagi kerja, sore kuliah. Berangkat pagi pulang malem tiap hari. Kesannya kaann.. wanita karier yang sukses getooh.. padahal siiihhh… (hehehe, you know laah). Belum lagi kalo ada ajakan bergaul.. Bisa balik tengah malem dehh..

Mungkin keliatan dari penampilanku yang keibuan kali yee.. (gubrak!).

Sekarang, boro-boro..

Umurku 30 tahun. Tapi, jauh di dalam hati aku ngerasa gak beda sama anak remaja 19th.

Kalo dulu waktu kelas enam SD, aku prefer warna hitam (bayangin kelas 6 SD!!!!) dibandingkan warna cerah lainnya, sekarang aku -walaupun belom pinter milih motif ceria, udah bisa milih warna cerah.

Kalo dulu aku jaiiiiiiiiiiimmmm setengah mati, sekarang lebih bisa rileks dan bersikap apa adanya. Kalo kupikir-pikir lagi, jaim emang kadang membantu. Tapi kadang, sama sekali membosankan!

Dulu, kayaknya bangga banget kalo dikira lebih tua dari umurku. Sekarang, ‘duh, tua banget gw…’ kalo ada yang manggil ‘bu’.

Hihihihi. Lucu ya..

Mamiku sampe bilang gini sama suamiku ‘Duuh, setelah jadi nyonya kok jadi tambah ganjen gitu siih..’. Suamiku yang (untungnya) paham senyum-senyum aja.

Dulu, pilihanku selalu yang konservatif, kaku, formal, perfection-minded, sejenis itu, deh!

Sekarang..

Prefer yang grunge, belel, metal, warna-warni, asyik, bebas, gitu-gitu deh.

Mungkin karena sekarang self awarenessnya udah lebih meningkat kali ye, jadi serasa dah menemukan diri sendiri. Yang sebenarnya.

Lho.

Jadi dulu siapa?

Hihihihi.

Entahlah.

 

Monologue March 23, 2009

Filed under: Uncategorized — krisgp @ 12:13 am
Tags: , ,

Hmghh..

Aku lagi berusaha menata hidup. Hidupku kacau balau nih. Walaupun menurut orang lain hidupku asyik and nyaman banget, bagiku enggak. Mungkin itulah sebabnya ada pepatah yang bilang kalo rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau ya..

Lagi bingung, mo ngambil paket Telkom Speedy apa enggak. Abis, gak pake Speedy tapi tagihan internetnya ngelebihin abonemen Speedy. Gile aje.. Untung suamiku yang baik hati itu nggak pernah marah-marah. Dia tahu kalo istrinya mulai kambuh depresinya, internet selalu jadi pelarian utama selain jurnal atau tidur. Abis gimana ya, lewat internet kan kita bisa get connected sama dunia luar..

Tadi aku sempat berpikir untuk mengubah cita-cita, yaitu menjadi pertapa! Hehehehe, serius. Capek nih jadi ‘orang biasa’. Aku mo duduk diem, gak ketemu siapa-siapa, bermeditasi aja tiap hari kerjanya. Tapi nggak di gua, di kamar. Dengan syarat sambungan internetnya gak boleh mati. Kata suamiku gak boleh sih, tapi sebenernya kalo dipikir-pikir, aku emang udah jadi pertapa kok, cuma gak ada yang tau aja -smile-.

Ada saat-saat aku emang gak pengen ketemu siapa-siapa. Kalo saat itu terjadi, jangan coba-coba deh. Yang ada pengen ngajak berantem pasti, karena saat itu aku emang bener-bener gak terhubung dengan dunia sekelilingku. Sama suamiku aja enggak. Makanya sering kami di kamar, tapi dia sibuk sendiri, aku sibuk sendiri, tenggelam dengan dunia kami masing-masing deh pokoknya! Hmghh..

Oya, balik ke Telkom Speedy, tadi aku liat ada paket personal yang volume based, 1G per month, kayaknya tawaran yang menggiurkan, deh, ketimbang yang time based 200rb per 50 jam. Suamiku tanya ‘kamu bisa internetan 50 jam sebulan?’ Nggak tau, sih. Tapi kalo volume based kan lebih mending. Buat aku yang banyak download file, berguna banget ketimbang yang time based.  Yah, kita lihat saja nanti..

Ni lagi download brush PS. Suamiku yang lagi tertarik sama swirl jadi ikut-ikutan sibuk merekomendasikan brush2 apa aja yang harus kudownload. Duuuhhh.. tapi ya udah, gapapa deh, ketimbang dilarang ngenet hihihi. Bukan apa sih, otakku lagi gak bisa diajak kompromi nih.. Mo nyelesein buku aja kayaknya gak bisa-bisa. Maka jadilah aku beralih ke digital scrapbooking, hobi lamaku yang bikin addicted. Sayang di Indonesia scrapbooking kurang populer ya.. padahal, kalo dah mulai, pasti ketagihan deh. Malah kalo di Amrik, mereka punya motto keren2 buat scrapbooking. ‘We are story teller’, ‘live the life, scrap it’, ‘capture the moment’, dan banyak lagi deh. Kenapa di sini orang gak tertarik sama hal remeh temeh kayak gitu yaa? -sigh-.

Haah, kayaknya udah deh. Gak ada yang bisa diceritain lagi nih..

See you..

Have a nice dream, everyone!

 

Semua Orang Keranjingan Facebook! March 16, 2009

Semua orang lagi keranjingan Facebook, tulis Kompas kemaren (Minggu, maksudnya). Gile, ternyata semua orang pengen dianggap atau ngerasa eksis ya? Menurut pengamatan, banyak orang buka Fb mereka mulai dari bangun tidur, begitu nyampe kantor, sampe tutup kantor, dan begitu nyampe rumah. Gile beneeerrr..

Alasan utamanya adalah, mengikuti perkembangan terbaru temen-temen di dunia maya. Padahal sih, yang dimaksud paling perkembangan status yang demen banget diupdate para pengguna FB di seluruh dunia. Katanya, kalo mereka kasih komentar dan ada yang bales, kayaknya bahagiaaa banget, berasa eksis gitu.. Kasian yaa??? Jadi, sebelum sebelum ada FB, mereka gak ngerasa eksis maksudnya??? Ada-ada aja..

Aku sendiri sejujurnya lagi males ngupdate status di FB. Ada masa-masanya aja kali.. Kalo lagi rajin, coba aja, tiap 15 menit pasti update status. Apa coba maksudnya.. Tapi gitu deh, aneh tapi nyata..

Menurut Kompas lagi, masalah nantinya mereka ternyata gak saling bertegur sapa di dunia nyata mah, masalah lain. Yang penting, di dunia maya, mereka saling peduli. Pheww… Saling peduli ato pengen berasa eksis aja?

Emang bener sih, di FB, secara ajaib kita bisa menemukan temen-temen kita yang dah lamaaaaaa banget gak ketemu. Aku aja kemaren-kemaren berhasil menemukan seorang sohib lama suamiku (dan aku juga sih) yang udah gak tau berapa lama hilang kontak. Bener-bener putus hubungan gitu. Gak tau gimana kabar dll dll, padahal dulunya sohib akrab. Eehh, beberapa hari yang lalu, ketemu juga di FB. Emang bener sih, FB itu banyak menyatukan umat manusia di dunia. Mulai dari temen SD sampe mantan pacar, bisa ketemuu aja di sana.. :) .

Mungkin karena ditujukan untuk menjawab kebutuhan manusia terbesar : berasa eksis itu, makanya FB begitu populernya. Konon, sudah ada 150 juta pengguna di seluruh dunia.. Waww.. Berapa manusia aja tuh di dalamnya? Belum lagi foto2 yang diupload ke sana, konon mencapai 14 juta foto per harinya. Yaa karena alasan pengen berasa eksis itu tadi..

Yah, mungkin itulah tujuan kita diciptakan: agar berhubungan dengan manusia lain. Padahal dalam kenyataannya kita melakukannya hanya demi memenuhi kebutuhan ego kita sendiri. Bukan agar kita terhubung dengan orang lain, tapi supaya orang lain terhubung dengan kita. Maksudnya, kita di sini bukan sebagai objek, tapi jadi subyek. Begitchulah kira-kira.. Capcai dehh..

Aduh, downloadan-ku dah kelar nih, kayaknya aku juga harus segera cabut, karena kalo gak, mahal lagi nih bayar internetnya. Tar suamiku tersayang marah, lagi.. Belum pernah sih, tapi jangan sampe dong..

Yeah, gitulah sekelumit cerita tentang Facebook yang berhasil menyihir berjuta-juta manusia di dunia. Aku sampe capek ngikutin tuntutan berasa eksis tadi. Abis, tiap kali ngecek email, selalu adaaaa aja email dari FB yang mengabarkan inilah, itulah, komen2 orang di foto kita, padahal ternyata cuma tag dari temen yang iseng. Hmghh, gak guna banget sih. Ngabisin waktu aja buat deletin emailnya. Jadi sekarang, kalo gak penting2 banget, aku gak buka FB. Serius. Kecuali mo upload foto2 hasil karyaku (aku lagi keranjingan digiscrap lagi niih), jawab friend request atau bales tulisan di wall -dengan catatan : harus penting. Kalo gak penting mah enggak deh. Tau kan aku paling gak bisa basa-basi. Bikin capcai aja.. Inboxku aja dah penuuuuhnya minta ampun saking banyaknya kiriman message gak tau dari siapa aja.. Hmghh.. Saking capcainya, gak kuliat-liat lagi. Tau, ah..

Aku lagi sibuk berkompetisi dengan pikiranku sendiri. Sejujurnya, suka gak connect nih kalo diajak ngobrol. Jadi jangan kaget ya kalo liat aku suka keliatan gak terhubung banget dengan dunia sekelilingku. Bukannya autis sih, cuma emang bener aku tuh sibuuuuk dengan pemikiran-pemikiranku, sampe kadang gak ngeh dengan keadaan dunia sekitar. Katanya sih, itu ciri orang jenius. Entahlah.. tapi aku emang suka gak bisa fokus kalo diajak memikirkan atau membicarakan hal lain di luar pemikiran-pemikiranku. Makanya gak asyik banget kan kalo diajak ngobrol.. Nggak dibikin-bikin, tapi entah gimana otakku kayaknya menolak semua informasi yang tidak berhubungan dengan apa yang menjadi fokusku saat ini. Untung aja suamiku tersayang bisa mengerti.

Mungkin ditambah dengan faktor melankolisku yang perfect jadi tambah kacau deh.

Arrghh, apakah diri tiap manusia serumit diriku?

Aku aja suka gak bisa memahami diri sendiri, apalagi orang lain..

Peace, man..

 

Depresi! January 29, 2009

Filed under: Uncategorized — krisgp @ 3:21 pm
Tags: , ,

Katanya sih, depresi banyak kali dipengaruhi oleh kepribadian. Bagi yang berkepribadian melankolis sejati, siap-siap untuk sering depresi deh.. Hehe, mungkin malah udah sering banget ya!

Well, aku emang paling rentan depresi. Walaupun orang bilang mungkin dipengaruhi oleh tipe keribadianku yang sangat melankolis ini, aku gak percaya sepenuhnya. Pasti ada yang lebih parah dari itu. Yeah, dan katanya lagi nih, banyak orang besar yang membawa perasaan depresi dalam gen mereka. Contohnya Beethoven, daVinci, Francis Ford Coppola, dsb. Mereka itu orang-orang yang punya bawaan depresi, tapi berhasil mengalahkannya dan mengubah perasaan itu jadi kekuatan dalam diri mereka.

Apalagi kalo pengidap bipolar depression. Mereka ini kayak bunglon. Jadi saking depresinya, atau mungkin berselang seling dengan depresi, mereka bisa punya suasana hati dan energi yang sangat meningkat, bahkan melebihi batas normal suasana hati yang baik. Nggak heran kalo orang begini bisa kerja sangat keras, gak tidur selama beberapa malam, berpikir sangat cepat, dan nggak kehabisan energi (yeah, am talking about my real self sejujurnya..). Aku jadi ngerti kenapa aku bisa begitu kadang-kadang. Ternyata itu namanya ‘mania’. Tapi yang menyedihkan, kalo depresinya yang muncul, walaah… sejuta umat jadi bingung dibuatnya!

Kalo aku lagi mengalami ‘mania’ (pasangan yang bertentangan dengan depresi pada penderita bipolar tadi), ampuuun, banyak ide, gak butuh tidur, pengen kerjaaaaaa terus dan baterenya full terus bawaannya. Tapi sebaliknya, tau gak sih, ada saat-saat kalo depresiku kumat, aku berharap bisa segera tidur dan gak usah bangun-bangun lagi pada keesokan harinya. Padahal, mo tidur aja syusye bener!

Atau pengen ada racun di makananku supaya segera sesudah makan makanan tersebut, aku mati keracunan!

Atau pengen nangis teriak-teriak tanpa alasan yang jelas.

Oh, my…

Kayaknya, selain didiagnosa menderita penyakit mental yang cukup parah, aku juga perlu didiagnosa sebagai seorang yang jenius..

Seriously!

 

Harus Ngurus NPWP????? January 17, 2009

Filed under: Uncategorized — krisgp @ 3:14 pm
Tags: , , ,

Tadi pagi Penerbit ANDI nelfon. Kata mereka, peraturan baru mengharuskan tiap penulis untuk punya NPWP. Kalo nggak, mereka akan membebankan double tax alias dua kali PPh yang harusnya kubayarkan lewat penerbit.  Jadi, mereka menyarankan aku untuk mengurus NPWP.

What????

Jadilah aku berkelana di dunia maya nyari info tentang perpajakan dan cara ngurus NPWP. Ada yang bilang gampang, ada yang bilang ribet. Hmhh.. gak tau, deh.

Yang aku dapet hanya info bahwa pemerintah emang sedang menggenjot pajak dari rakyatnya. Aduh, ribet banget deh urusannya! Kalo gak ngurus NPWP, kalo kita mo ke luar negeri, kudu bayar fiskal 2,5 juta. Kalo gak, urusannya gak ribet gitu. Ampuun, mataku sampe pegel tau gak sih baca semua keterangan itu.

Ternyata, mo dapet royalti aja urusannya berbelit belit yaa..