Beberapa waktu yang lalu, suamiku ketemu sama tukang rujak langganan keluarganya sejak waktu dia masih kecil. Katanya, si bapak ini udah jualan sejak duluuuuu banget, mungkin ada 300 tahunan kali. Dulu dia pake gerobak kecil, khas tukang rujak, tapi sekarang ini ada kemajuan, dia nggak cuma jual rujak tapi juga es campur dan gerobak dorongannya gede. Nggak kelilingan lagi, tapi mangkal. Katanya, semua orang kaya di dunia ini (di Tegal maksudnya!) langganannya. Dari yang miskin sampe kaya, kecil, besar, sampe kakek-kakek, semua kenal sama dia. Bahkan, banyak langganannya yang dateng dari seluruh penjuru dunia (hehe.. lebay banget!).
Well, aku kagum sama konsistensinya bapak ini. Orangnya jujur, apa adanya dan terus terus terang. Buktinya, dari suamiku masih kecil (jangan-jangan malah sebelum doski lahir!), dia dah jualan rujak.. Sampe sekarang, lagi, walaupun dah ketambahan es campurnya.. hehehe. Tapi, yang bikin aku merenung bukan hanya itu. Ternyata, konsistensi saja nggak cukup tanpa peningkatan diri. Buktinya si bapak ini. Maksudnya, kalo aku nih.. aku nggak mau dong, orang masih kecil aku jualan rujak, sampe dia gede, dah sukses, aku masih jualan rujak.. Gile.. kayaknya kok gak maju-maju.. Sejujurnya ini bukan sebuah pencapaian yang membanggakan buat aku.
Sejujurnya, aku takut stuck di suatu tingkatan kehidupan. Aku pengen terus melakukan progresi dalam tiap tingkatan kehidupan yang kulalui. Nggak bisa gitu gitu terus dong. Makanya ni lagi giat meningkatkan diri.. Yeah, mungkin emang nggak enak sih, mesti keluar dari zona nyaman, tapi mana ada sih kehidupan yang berhasil tanpa didahului dengan kesukaran..
Memang lebih enak kalo kita bisa terus tinggal di zona nyaman, tapi kalo terus jadi terbuai dengan keadaan itu.. please deh.. it’s not my style! Aku pengen terus bertumbuh dan meningkat, harus ada progresi entah dalam suatu bidang kehidupan tertentu dalam hidupku. So far sih, masih buanyaaak banget kebiasaan buruk dalam diriku yang ‘belum sempat’ terbuang.. (hehe istilahnya itu, lho, belum sempat..). Dan, aku jadi menyadari bahwa nggak semua kesukaran yang kita hadapi itu buruk. Ada juga kesukaran yang emang dirancang agar kita bertumbuh.
Kadang aku juga merasa nggak tahan dengan kesukaran itu. Rasanya nggak tahan lagi di’expand’ oleh keadaan (yang terjadi atas seijin Tuhanlah pastinya..), tapi aku bersyukur aku punya Tuhan yang tinggal dalam diriku. Kadang aku merasa bahwa keadaanku sangat menentukan, talentaku, impiaku, atau apapun yang ada di sekelilingku akan menentukan masa depanku, ternyata semua itu bukanlah a big deal. Yang lebih penting adalah kehadiran Tuhan dalam diri kita. Itu jauuuh lebih penting dari apapun juga. Itu juga membuat kita jadi punya potensi yang luar biasa, yang seringkali kita lupakan.
Yeah, untung saja pencerahan datang tepat pada waktunya. Menurut aku hampir terlambat, sih, tapi kan semua itu ada dalam waktunya Tuhan. Apa yang menurut aku terlambat mungkin malah sangat tepat bagi Dia. Hmhh.. No comment, deh.
Aku berusaha aja untuk nggak terlalu banyak mengeluh, ngomel, ngoceh dan ngedumel nggak jelas tentang keadaanku. Walaupun kata orang hidupku nyaman (yeah, itu kan kata orang.. Banyak dari mereka -katanyaa- mau bertukar kehidupan dengan aku.. hoho.. gak tau aja.. gak menjalani aja.. Kalo dah menjalani baru ngerti deh gimana nangis darahnya aku.. hehehehe), ada hal-hal yang sebenarnya nggak nyaman banget dengan segala kenyamanan tersebut buat aku. Nggak tahu kalo buat orang lain ya.. kan tiap orang beda..
Mungkin inilah salib yang harus kupikul. Mungkin ini beban dan pergumulanku. Kalo hidupku enak terus, nggak pengen masuk sorga deh, tinggal aja terus di bumi ini, nggak mau mati kalo bisa! Tapi dengan segala hal yang harus kuperjuangkan tersebut, aku tahu bahwa Tuhan tidak meninggalkan aku. Justru Dia sedang melakukan apa yang diperlukan untuk memperkuat bagian-bagian dimana dianggapNya aku masih lemah..
Yeah, Dia Tuhan. Dia tahu apa yang diperbuatNya. Biarlah dilakukanNya padaku apapun yang dianggapNya baik, sehingga apapun yang terjadi, aku nggak akan menyalahkan keadaan, tapi meyakini bahwa semua itu adalah rencana Tuhan..
Blessed be The Name of The Lord!
