Katanya sih, depresi banyak kali dipengaruhi oleh kepribadian. Bagi yang berkepribadian melankolis sejati, siap-siap untuk sering depresi deh.. Hehe, mungkin malah udah sering banget ya!
Well, aku emang paling rentan depresi. Walaupun orang bilang mungkin dipengaruhi oleh tipe keribadianku yang sangat melankolis ini, aku gak percaya sepenuhnya. Pasti ada yang lebih parah dari itu. Yeah, dan katanya lagi nih, banyak orang besar yang membawa perasaan depresi dalam gen mereka. Contohnya Beethoven, daVinci, Francis Ford Coppola, dsb. Mereka itu orang-orang yang punya bawaan depresi, tapi berhasil mengalahkannya dan mengubah perasaan itu jadi kekuatan dalam diri mereka.
Apalagi kalo pengidap bipolar depression. Mereka ini kayak bunglon. Jadi saking depresinya, atau mungkin berselang seling dengan depresi, mereka bisa punya suasana hati dan energi yang sangat meningkat, bahkan melebihi batas normal suasana hati yang baik. Nggak heran kalo orang begini bisa kerja sangat keras, gak tidur selama beberapa malam, berpikir sangat cepat, dan nggak kehabisan energi (yeah, am talking about my real self sejujurnya..). Aku jadi ngerti kenapa aku bisa begitu kadang-kadang. Ternyata itu namanya ‘mania’. Tapi yang menyedihkan, kalo depresinya yang muncul, walaah… sejuta umat jadi bingung dibuatnya!
Kalo aku lagi mengalami ‘mania’ (pasangan yang bertentangan dengan depresi pada penderita bipolar tadi), ampuuun, banyak ide, gak butuh tidur, pengen kerjaaaaaa terus dan baterenya full terus bawaannya. Tapi sebaliknya, tau gak sih, ada saat-saat kalo depresiku kumat, aku berharap bisa segera tidur dan gak usah bangun-bangun lagi pada keesokan harinya. Padahal, mo tidur aja syusye bener!
Atau pengen ada racun di makananku supaya segera sesudah makan makanan tersebut, aku mati keracunan!
Atau pengen nangis teriak-teriak tanpa alasan yang jelas.
Oh, my…
Kayaknya, selain didiagnosa menderita penyakit mental yang cukup parah, aku juga perlu didiagnosa sebagai seorang yang jenius..
Seriously!

