Just Kristine

Blogging, Cara Gw Bertahan Hidup…

It’s Not All About Me! October 23, 2008

Mungkin aku harus berhenti berpikir bahwa semua yang terjadi dalam hidup ini is all about me. Kenyataannya, memang nggak semua yang terjadi is all about me. Karena kebanyakan fokus sama diri sendiri, makanya aku jadi suka gak bisa melihat banyak hal baik yang Tuhan siapkan buat aku. Entahlah, ada masa-masa sukar dimana aku ngerasa hidup dalam kegelapan. Gak bisa diceritain. Harus meraba-raba, gak bisa melihat apapun, bahkan secercah cahaya terang untuk melangkah ke depan pun gak ada. Bener-bener buta, malang, kasiaaan deh lo pokoknya!

Tapi aku tahu satu hal, yaitu bahwa tiap pengalaman yang kualami itu membentuk karakter dalam pertumbuhan imanku. Bahwa gak ada yang sia-sia dalam pemeliharaan Tuhan, bahkan untuk pengalaman paling menyakitkan sekalipun! Memang sih, saat mengalaminya kita bisa menjerit kesakitan, tapi setelah melalui semua itu, ketika menoleh ke belakang kita baru bisa melihat bahwa -sebagaimana yang Tuhan lihat- sungguh, semua itu baik adanya.

Apapun yang berasal dari Tuhan gak bisa kita nilai pada saat kita mengalaminya. Entah itu baik atau buruk, selalu ada alasan Tuhan melakukannya. Kita nggak bisa seenaknya menghakimi perbuatanNya pada kita hanya karena Dia mengijinkan sesuatu yang buruk terjadi dalam hidup kita. (Cieeh, ini karena baru saja mendapat pencerahan! Coba kalo gak, pasti gak gitu deh ngomongnya …)

Aku hanya pengen lebih mensyukuri hidup. Aku nggak mau sampe menyesal kehilangan sesuatu setelah aku kehilangannya. Lebih baik sekarang berfokus pada apapun yang kumiliki ketimbang yang gak kumiliki dan merasakan bahwa bener kata orang : aku terlihat bahagia. Ketimbang fokus pada apa saja yang gak kumiliki dan merasa gak bahagia, kan siapa juga yang rugi…

Ok, folks, aku paling gak bisa nulis trus ada yang interrupt, pasti kacau deh. Tadi lagi nulis trus my hubz dateng, minta ditemenin makan malem, and.. so on, jadi deh hilang inspirasi. Alhasil, sekarang mo berkunjung ke blog2 fave aja deh, kali2 di sana dapet inspirasi. Hihihi.

Ciaaooo…

 

New Template! October 21, 2008

Filed under: gak penting — krisgp @ 12:06 am
Tags: ,

Okay. Ini bukan tipikal template pilihanku, tapi apa daya… gak ada template lain yang lebih cocok.

Kenapa sih wordpress gak nyediain template2 lucu kayak blogger? Trus, kalo kita mo ganti cssnya kayaknya ribet banget deh urusannya. Hmgghh.

Ya sudahlah, apa boleh buat?

How do my blog look like? :)

 

Aku dan Secangkir Kopi October 20, 2008

Filed under: hidup adalah perjalanan, pertanyaan — krisgp @ 8:28 pm
Tags: , , ,

Lagi menikmati secangkir cappucino hangat di kamarku yang sejuk, yang menyimpan banyaak sekali rahasia diriku yang tidak diketahui publik:).

So far, hidup terasa ambigu bagiku. Baru tahun lalu, aku merasa sirik sama satu keluarga yang kelihatannya diberkati Tuhan, hidupnya aman, sejahtera dan .. well done. So jealousy deh pokoknya. Dibandingkan dengan mereka, hidupku sepertinya gak ada apa-apanya. Gak henti-hentinya aku menangis, memohon ‘keadilan’ dari Tuhan. To be honest, aku memang merasa hidup begitu nggak adil pada saat itu.

Sekarang, setelah beberapa bulan berlalu, aku mulai melihat bahwa hidup memang banyak sekali menyimpan misteri. Kita harus menjalani, merasakan dan mengalaminya sendiri untuk mengetahuinya. Keadaan sedikit berbalik. Apa yang tadinya tampak sebagai sebuah berkah bagi keluarga istimewa tadi berbalik jadi sesuatu yang sangat, sangat berat. Aku sendiri, maksudnya jika aku yang harus mengalaminya, entahlah, mungkin sudah menyerah. Aku nggak tahu bisa tahan atau nggak mengalami situasi yang sama. Sebaliknya, keadaanku yang tadinya nggak bagus-bagus amat, mulai mengalami peningkatan. Hal-hal yang tadinya kulihat sebagai God’s pause dalam hidup, sekarang mulai bicara tentang sukacita dan kebahagiaan, walaupun sejujurnya aku belum merasakannya seutuhnya – menurut pandangan pribadiku.

Aku nggak tahu apa maksud Tuhan dalam hidup kami –aku dan keluargaku. Banyak hal yang masih kutanyakan dan kugumuli saat ini. Ada yang membingungkan dan gak dijawab-jawab, ada yang dijawab tapi kemudian samar, ada yang .. ah, entahlah. Aku bener-bener gak punya ide tentang what this is all about. Mungkin yang ada kita harus menjalaninya dulu. Setelah sampai di sebuah titik, kita nggak boleh lantas berdiam atau berpuas diri, tapi harus terus meningkatkan diri, dan bertumbuh secara pribadi. Kita juga nggak bisa menilai sesuatu itu baik atau buruk hanya dengan melihat sebagian kisahnya, karena kita belum tahu gambaran keseluruhannya. Apa yang kita lihat saat ini barulah sedikit dari apa yang sedang Tuhan siapkan bagi kita.

Aku jadi membayangkan Yusuf. Mungkin beginilah perasaannya ketika dia dipenjara. Tuhan sepertinya jauh. Orang tua nggak bisa menolong. Orang yang seharusnya menolong malahan melupakannya. Sepertinya gak ada harapan sama sekali. Tapi nyatanya, Tuhan bekerja melalui saat-saat seperti itu untuk membentuk pribadinya. Kalo aku yang jadi Yusuf, entahlah, sudah merajuk, meratapi nasib, ngedumel, menyalahkan orang lain, mungkin malah mencoba bunuh diri! Itulah sebabnya maka Yusuf yang harus mengalami hal itu, bukan aku, karena Tuhan tahu bagaimana ‘mengutak-atik’ hidup seseorang. Dia tahu ‘apa’ dan ‘mengapa’nya tentang kita dan Dia ingin melakukan yang terbaik. Karena kita terbatas, jadi kita keburu menghakimi peristiwa-peristiwa yang kita alami. Padahal, hidup kerap menyimpan misteri Illahi. Penderitaan pun dapat menjadi berkah yang menyamar dan apa yang tampak sebagai kebahagiaan bisa saja ternyata menyimpan duka. Hidup seringkali hanya menyisakan sedikit informasi untuk kita. Yang lainnya harus kita cari tahu sendiri. Biasanya, kita nggak tahu alasan yang mendasari, namun menilai. Kita nggak tahu tujuannya, namun mengeluh. Kita hanya melihat proses dan berteriak nggak tahan pada Tuhan. Aarrgh!

Ok. Bicara memang mudah. Menjalaninya yang sukar. Pemahamanku mungkin sampe ke arah sana, namun perasaanku tidak. Aku harus banyak berhenti, menoleh ke belakang untuk mempelajari apa yang sedang terjadi dalam hidupku. Aku tahu bahwa semua yang terjadi dirangkai Tuhan untuk membentuk sebuah gambaran yang indah dari bejana yang mau dipakai Tuhan. Namun dalam prosesnya, aku seringkali mengeluh kesakitan, nggak tahan, berteriak, menangis, menjerit, meratap. Aku nggak tahu sampai kapan semua ini harus terjadi. Entahlah. Namun yeah, bagaimanapun akan kujalani. Dia Tuhan, biarlah dilakukanNya apa yang dipandangNya baik (I Sam 3:18). Tetapi jika Ia berfirman, begini : ‘Aku tidak berkenan kepadamu, maka aku bersedia, biarlah dilakukanNya kepadaku apa yang baik di mataNya’ (II Sam 15:26).

So, be it unto me, Lord, according to Thy will.

Speak, Lord, cause Thy servant heareth..

 

1000 Daftar yang Harus Disyukuri (8) October 20, 2008

Filed under: 1000 yang harus disyukuri — krisgp @ 12:02 am

Masa orang bisa bikin rencana dan melupakannya begitu saja?

Oh, please jangan heran. That must be me.

Aku emang berencana bikin 1000 hal yang patut disyukuri tapi entah mengapa kok kelupaan gitu aja. Mungkin karena banyak hal harus dilakukan kali yee..

Well, ini sambungannya (yang keberapa ya? sampe lupa…)

276. job baruku sebagai drama teacher di SMU swasta di sini

277. kisah tentang Yunus yang baru aku denger tadi pagi dan kubaca di blog seseorang yang entah mengapa deeply touched my heart dan widened my horizon

278. hidupku tanpa ponsel. Asyik banget! Coba, deh. Kadang memang bingung kalo lagi kepepet. Tapi as long as nggak terlalu butuh, it’s ok kok live without cellphone. Paling gak, kalo ada yang berani macem2 sms aku, mereka tahu harus berhadapan sama siapa: my dearly beloved hubz!

279. buku Become A Vessel God Can Use by Donna Partow. Isinya bagus, encourage dan menginspirasi banget buat wanita2 yang pengen hidupnya dipake Tuhan

280. Sandi Patty. Lagu-lagu dan kisah hidupnya menginspirasi.

281. resources di internet tentang apa saja yang useful

282. anak-anak ajaib di kelas sekolah mingguku perhatian dengerin cerita Alkitab (Ok. Kadang mereka dengerin sambil tiduran, kadang sambil bergaya cleopatra, tapi it’s ok selama mereka betul2 fokus dengerin).

283. band remaja yang mulai menggeliat di gereja kami setelah beberapa waktu vakum

284. anak-anak yang nurut kalo dikasih tau

285. kesempatan untuk hidup lebih lama tiap hari

286. my published book

287. my blog’s visitors. Apa artinya aku menulis semua ini kalo gak ada yang baca..

288. DVD player yang setia menemani kapanpun kami pengen dengerin lagu asyik (playernya jarang dipake buat nonton film karena lebih suka nonton di laptop..).

289. kesempatan untuk menyaksikan pahit manisnya kehidupan melalui berbagai kisah yang kudengar, lihat dan rasakan..

290. award buat blogku My Life’s Journey dari seorang bloggy friend yang baik hati

291. pengertian yang mendalam

292. orang yang bisa memandang sesuatu sebagaimana orang lain memandangnya

293. orang yang bisa memandang segala sesuatu sebagaimana Tuhan memandangnya

294. keyboard M-Audio pemberian adikku tersayang

295. sudoku. dulu, gak kenal maka gak sayang. Setelah kenal, nyata, nyandu! sampe2 suamiku yang baru belajar lebih nyandu lagi sama permainan ini

296. software Reason. bikin kibor biasa terdengar mahhall

297. csi. duh penulis naskahnya kok bisa hebat banget gitu sih?

298. monk. love love love him!

299. desperate housewives. perhatiin deh narasinya. keren abis!

300. ugly betty (apa ngerasa senasib kali yaa?)

 

Cita-Cita: Menjadi Berkat October 19, 2008

Walaupun aku naro Be Still Sunday di blogku My Life’s Journey, tapi aku gak bisa enggak nahan diri dari membaca banyak blog bagus hari ni dan merasa diberkati.

Mungkin agak aneh, tapi kenapa hampir semua blog yang kubaca bercerita tentang their quiet times ya? Hmmhh.. Mungkin aku memang harus lebih mendisiplinkan diri dalam hal ini. Entah kenapa, karena aku bukan tipikal morning person, jadi lebih prefer melakukan banyak hal di malam hari. Termasuk dalam hal quiet times tadi. Tapi, (sst, jangan bilang-bilang ya!), lebih sering ngantuknya sih ketimbang seriusnya. Gimana dong…

Aku cuma pengen lebih serius menjalani hidup. Tuhan dah mo dateng, euy!  Kalo gak berhati-hati (baca: berjaga-jaga), gimana  bisa maju dan menjadi berkat?

To be honest, aku cuma pengen hidupku jadi berkat. That’s it. Di mana pun berada, aku pengen jadi berkat. Kalo dulu, doanya selalu ‘Tuhan, berkati aku hari ini’. Ini doa andalan kapanpun di manapun.  Kemudian berganti dengan ‘Tuhan, berkati aku dan pakai aku menjadi berkat’. Tapi, setelah direnungkan, kayaknya Tuhan lebih mendengar yang terakhir ketimbang yang pertama.  And so on. Lama-lama, setelah kurenungkan, akhirnya aku mengganti doaku dengan ‘Tuhan, pakailah aku menjadi berkat bagiMu’. That’s it. Kayaknya Tuhan lebih menjawab doaku yang begitu ketimbang yang pertama tadi. Jadi ya pada akhirnyaa aku memilih kalimat itu sebagai motto dan permohonanku kepada Tuhan.

Well, mungkin agak susah menjalaninya. Gak munafiklah. Tau kaan gimana gw.. Pemarah. Gak sabar. Cuek. Gak urusan. Suka-suka. Kurang disiplin. Suka telat. Pelupa. Procrastinator. It’s me. The real me. Kebayang gak kalo seseorang yang kayak gitu  bisa punya cita-cita untuk menjadi berkat buat orang lain? Tapi well, here I am..

Sejujurnya, aku lagi capek dengan hidupku. Banyaak banget yang kupikirkan akhir-akhir ini. Segala sesuatu yang berhubungan dengan dirikulah yang pasti. Tapi.. yeah, life must go on dan I should live my life well. Walaupun kadang gak punya ide untuk apapun dalam hidupku, aku belajar untuk berserah sama Tuhan. Walaupun mungkin di tengah jalan aku akan berpikir ‘Kenapa gini, Tuhan?’ Atau ‘Gimana kalo Tuhan ternyata gak memberi sesuai dengan apa yang kuinginkan?’ Atau Gimana kalo kehendakNya ternyata gak sama dengan apa yang kukehendaki?’ And the trillion zillion of other questions yang merambati benakku sampe aku kehabisan kata-kata untuk diucapkan…

Gak munafik.. Menjalani kehendak Tuhan itu gak semudah mengatakannya. Apalagi membalikkan telapak tangan. Hidup seringkali gak adil buat aku. Jujur. Seringkali aku pengen marah, kecewa sampe nyesek, sebel, ngomel, ngoceh gak keruan, bahkan parah-parahnya, pengen nyekik leher orang dalam keadaan tertentu. Untung gak sampe kulakukan sih. Kalo iya, gak kebayang deh gimana bahagianya bisa membalas dendam ato kemarahan (tapi abis itu membuang hidupku di penjara dengan nama yang sudah tercemar… ouch!).

Kadang aku jadi berpikir, kenapa sih hidup harus sesukar ini. Apa bener bahwa hidup itu tak sesukar kelihatannya? Atau bahwa hidup orang lain tak seindah tampak luarnya? Kalo iya, mungkin kita yang harus mengubah perspektif kita tentang kehidupan kali ya. Bahwa sebenernya hidup kita sendirilah yang paling pantas untuk dijalani. Hidup kita sendirilah yang paling layak untuk diserahkan pada Tuhan, dikoreksi, dan ditingkatkan kualitasnya, bukan hidup orang lain seperti yang sering kita lakukan.

Karena kebanyakan concern pada apa yang kita perhatikan, seringkali kita lupa untuk concern terhadap apa yang Tuhan pikirkan. Kita lupa bahwa Dia itu Allah yang berkuasa, yang most powerful dan Dialah yang Empunya segalanya. Aku suka dengan sebutan Allah Semesta Alam. Kayaknya kok, bikin ikut bangga sebagai anakNya.. Kita suka berpikir Dia itu hanya seperti kita yang suka lupa, suka ingkar, suka telat, suka mangkir, suka bohong, suka aneh-aneh, kayak gitu deh, padahal Dia itu.. gak bisa diceritakan dengan kata-kata!!!

Mungkin ini bagus untuk jadi renungan kita: Apakah kita peduli pada apa yang Allah pedulikan dalam hidup kita, ataukah kita hanya sibuk berfokus pada apa yang kita pedulikan? Jika Anda memilih yang terakhir, bersiap-siaplah untuk kecewa, karena .. kita ini begitu terbatas, sedangkan Dia begitu luas, ajaib dan tak terbatas. Dia punya segudang persediaan rencana yang tepat, teratur dan sempurna buat kita kalo kita mau melakukan kehendakNya sepenuh hati kita..

Happy Sunday, everyone!

 

Selalu Ada Alasan October 10, 2008

Filed under: belajar dari pengalaman hidup — krisgp @ 1:26 am
Tags: , , ,

Well, mungkin hidup ini harus disyukuri. Kalo nggak, tahu deh sampai kapan kita akan tetap nggak puas dengan apa yang kita miliki. Walaupun katanya selalu ada alasan untuk mengucap syukur, nyatanya kita suka merasa sebaliknya: selalu adaaaa aja alasan untuk mengomel.

Buat kita, hidup ini selaluu aja kurang enak. Kurang asyiklah, kurang banyak (duitlah), kurang tantangan, kurang manis, kurang kurang kuraaaang terus. Mungkin itulah kecenderungan kita kali ya, makanya Iblispun datang menawari kita dengan segala keindahan dan kegemilangan yang ada di dunia ini. Coba perhatiin deh di jaman ini, mana ada sih yang gak ditawarin sama kita? Mulai dari barang-barang primer sampe barang yang ya ampyuun, gak terlalu berguna juga, disodorkan pada kita berbungkus pita emas dengan label kemewahan. Woo, kalo berhubungan dengan gengsi, siapa sih yang bisa nolak?

Mungkin karena selama ini kita dicitrakan dengan sesuatu kali ya, makanya kita selalu merasa kurang. Coba kalo kita sudah nyaman-nyaman aja jadi diri kita sendiri, dengan apa yang kita miliki, lengkap dengan segala kekurangan dan kelebihan kita, mungkin dunia ini gak terlalu jelek kali yee..

Kalo udah mulai membandingkan dengan orang lain, dooh, capek deeeh! bukan cuma kantong yang habis terkuras, tapi juga emosi kita. Mungkin itu sebabnya kita perlu untuk terus mengisi jiwa kita dengan apa yang kekal dan takkan berlalu seiring waktu. Abis gimana yah, kan gak ada yang kekal di dunia ini. Kemaren aku baru dengar kabar ada anak seorang dokter yang meninggal gak ketahuan penyakitnya apa. Tiba-tiba pingsan, dibawa ke rumah sakit, selesai, begitu saja. Titik. Berakhirlah masa hidupnya. Ini membuktikan kepadaku bahwa seorang dokter pun gak bisa menolong. Kekuasaan dan hati seorang ayah tak bisa menolong. Harta yang banyak pun gak berdaya kalo memang sudah waktunya Tuhan. Tinggallah kita yang hidup ini perlu menjaga hati dan menghitung hari-hari agar kita beroleh hati yang bijaksana. Dia yang sudah pergi mah sudah, sampe di sorga dan berjumpa dengan Penciptanya, habis perkara. Yang sedih kan yang masih hidup..

Selama masih ada kesempatan, yuk terus berkaca dan lakukan refleksi diri. Tadi aku baca pepatah bagus ‘Berbuat baiklah pada tiap orang, bukan karena mereka baik, tapi karena Anda baik’. Hehehe bener banget. Seringkali aku pun berbuat baik sama orang-orang yang baik aja sama aku, padahal bukan gitu prinsipnya. Kita harus berbuat baik kepada siapapun bukan karena mereka baik, tapi karena kita yang baik. Jika kita berbuat baik hanya kepada mereka yang baik sama kita, apa kelebihan kita dari orang-orang lain yang tidak mengenal Allah?

Walaupun kadang gemes karena ada orang-orang ajaib yang Tuhan tempatkan di jalanku, aku harus bersyukur karena dengan adanya mereka, aku jadi bisa terus memperbaharui visiku tentang kehidupan ini. Kayak kata Beyonce (kalo gak salah) di film Fighting Temptations, orang-orang jahat itu seperti amplas. Mereka menyakiti kita, menggosok kita dan mengampelas kita. Tapi hasilnya, kita jadi bersih dan berkilau, sedangkan mereka, harus dibuang ke tempat sampah… hehehe. Setuju gak?

Selama masih ada kesempatan, yuk terus membaharui diri. Toh kita juga manusia yang penuh dengan kekurangan. Siapa tahu besok-besok kita juga berbuat kesalahan yang sama seperti yang dilakukan oleh mereka yang gak suka sama kita tadi.

Let’s make this world a better place!