Just Kristine

Blogging, Cara Gw Bertahan Hidup…

Terinspirasi June 22, 2008

Tadi aku diajak pergi sama suamiku yang juga diajak sama temennya yang mo ngurus STNK di Cirebon. Katanya, sang teman males pergi sendiri jadi ngajak temen. Dasar suamiku gak mau rugi, dia ngajak aku. Gimana sih, diajak orang kok ngajak orang lain lagi.. Tapi untunglah sang teman baik hati.. Lumayan, menghemat solar dan uang makan hehehe (karena sang teman baik hati nraktir kami terus!).

Well, itu bukan poinnya.

Aku pengen cerita aja bahwa aku kagum ngeliat si ‘engkoh’ ini yang bersedia nganter kami kemana-mana, sibuk berbelanja barang titipan istrinya, cari-cari keperluan yang dia butuhkan dan sempat-sempatnya ketemuan sama adik dan kakak iparnya yang katanya pengen curhat sama dia (selain ngurus STNKnya yang ternyata hanya dititipin sama orang lain).

Bukan apa, aku selalu kagum ngeliat laki-laki yang gak sungkan bersibuk-sibuk buat istrinya (juga buat orang lain!). Tipe orang seperti itu selalu dapet poin plus di mataku. Walaupun ada yang beranggapan tipe begini cuma buang-buang waktu aja mau sibuk2 ngurusin orang, buat aku tipe beginilah yang justru memiliki harga diri yang tinggi dan patut diacungi jempol. Memang bener sih bahwa prinsip kepemimpinan yang paling baik adalah yang melayani. Yang ‘paling besar’ itu bukan yang dilayani tapi yang bersedia melayani orang lain. Kenapa? Karena mereka merasa bahwa mereka punya harga diri yang cukup tinggi hingga gak butuh pengakuan orang dan berani terlihat ‘rendah’ (Bukankah dengan melayani orang lain sepertinya kita jadi kehilangan harga diri kita?).

Bandingkan dengan yang kurang memiliki harga diri… mana mau mereka melakukan hal yang dianggap konyol oleh sebagian besar orang seperti itu.. Mereka pikir dengan bersibuk-sibuk buat orang lain mereka akan kehilangan harga diri mereka. Sepertinya pelayanan adalah sesuatu yang merendahkan nilai kita, padahal sebaliknya, orang akan mengacungkan 2 jempol buat mereka yang bersedia melayani!!

Buat aku, sepertinya memang hanya mereka yang berjiwa besarlah yang bisa melayani orang lain. Sedangkan bagi yang berjiwa kerdil, mereka selalu butuh dilayani, disentuh, dielus-elus serta butuh segudang perhatian dan pengakuan!

Si engkoh mungkin gak tahu kalo aku perhatiin. (Oke, aku memang suka banget perhatiin orang. Dulu sempat bercita-cita jadi psikolog tapi gagal, mo jadi PR tapi gagal juga, makanya sekarang jadi blogger dan kayaknya lebih sukses hehehe, bisa nggosipin orang tanpa kuatir nyampe ke telinganya). Dan aku bersyukur dapet pelajaran berharga ini. Mungkin ini hal sepele yang bisa dilakukan semua orang, tapi menurut survey… nggak banyak yang bersedia melakukannya.

Aku bersyukur di tengah dunia yang jahat ini masih ada orang-orang yang bersedia menjadi berkat bagi orang lain. (Seandainya si engkoh nggak mau repot-repot buat kami, mungkin nggak ada kisah ini, dan gak ada kemuliaan bagi Nama Tuhan!).

Aku bersyukur karena bisa melihat contoh yang sangat baik dari orang yang nggak terlalu kukenal. (Jarang orang bersedia jadi teladan bagi orang lain di jaman kayak gini!).

Aku bersyukur Tuhan masih menunjukkan kemurahanNya pada kami melalui orang yang gak pernah kami (mungkin lebih tepatnya aku) sangka-sangka.

Hmmhh, selalu ada alasan untuk mengucap syukur, kaan..

Terus terang melihat hal ini, aku jadi terinspirasi untuk tambah giat berbuat kebaikan. Mungkin aku sendiri gak akan menuai banyak keuntungan dari dalamnya, namun paling gak, Nama Tuhan dipermuliakan melalui hidupku, dong..

Setuju gak sih?

Kalo mungkin Saudara2 pembaca sedang mencari inspirasi atau teladan yang baik dari orang lain, please berhentilah mencarinya. Gimana kalo kita balik saja niat kita tadi untuk menjadi teladan bagi orang lain?

PS: makasih ya koh, dah jadi inspirasi buat aku hari ini.

Salut! Much blessings for you!