Just Kristine

Blogging, Cara Gw Bertahan Hidup…

SENI MEMAHAMI ORANG LAIN February 26, 2008

Filed under: memahami orang lain — krisgp @ 11:26 pm

Pernah gak sih ngerasa susahnya memahami seseorang?
Kita sih pengeen banget untuk mengimbangi atau memahami orang itu, tapi kok dianya kayaknya bukannya berusaha mengimbangi, eh malah jadi tambah nyebeliiiin aja. Mo marah!
Tapi heran banget, kenapa ya Tuhan menempatkan orang-orang yang seperti itu di dalam hidup kita? Kita pikir, wong hidup aja dah susah, kok mesti berhadapan dengan mereka, lagi. Tambah ribet aja hidup ini! Tapi itulah kenyataannya…

Mungkin yang perlu kita lakukan hanyalah memandang seperti mereka memandang, kali yee..
Kalo kita lihat mereka seperti apa adanya, mungkin yang ada faktor nyebeliiiin aja yang melekat pada diri orang tersebut. Tapi coba kalo kita bisa sedikit mengganti sudut pandang orang tersebut jadi sudut pandang kita, mungkin kita jadi bisa lebih mengerti isi hatinya, kepribadiannya, kekurangannya, luka hatinya dan latar belakang yang jadi alasan utama di balik faktor menyebalkan tersebut.

Jujur aja, kadang kasihan juga kalo kita mau perhatiin lebih lanjut tingkah ajaib orang2 yang menyebalkan itu. Biasanya sih, mereka punya alasan utama yang sangat bagus atau pantas untuk bersifat gitu. Dikecewakan, misalnya, atau ditinggal mati orang tercinta, selalu disalahkan, atau sejuta alasan buruk lain yang kita gak ngerti karena mungkin kita belum pernah mengalaminya..

Mungkin yang terbaik adalah jangan terburu-buru menilai seseorang karena kepribadian luarnya, kali yaa. Seorang tamu Oprah pernah bilang dengan tegas bahwa Oprah dan semua orang lain di dunia ini tidak boleh menilainya (atau menghakiminya) karena mereka tidak mengenal perasaannya. Yaa, kalo gak ngerti perasaannya bisa jadi kita juga gak tau masalah sebenarnya, bukan? Padahal tahu gak, kasus apa yang dialami wanita ini? Dia nggak berkomentar atau melakukan apapun ketika suaminya meniduri anak perempuannya! Gilee.. Udah keliatan jelas salah aja, dia masih sempat bilang bahwa nggak ada orang boleh menilainya karena orang lain nggak tahu perasaannya yang sebenarnya.

Manusia memang selalu menjadi misteri bagi manusia lain. Kita gak pernah bisa benar-benar memahami orang lain seutuhnya. Sedekat apapun kita dengan sahabat, belum tentu kita kenal semua aspek dalam dirinya, atau menebak apa yang jadi perasaannya saat-saat tertentu.
Mungkin inilah tantangan yang Tuhan berikan bagi kita, kali ya. Kalo tiap orang sama semua, bakalan ketebaklah isi dunia ini. Gak ada perang, gak ada ribut-ribut, ayem tentram gemah ripah loh jinawi, kali. Tapi, akibat buruknya adalah, kehidupan bakal jadi sangat membosankan! Apalagi tantangannya kalo gitu? Tapi dengan keaneka ragaman sifat manusia, kita jadi tertantang untuk menggali lebih dalam sifat manusia. Jadi ditemukan deh ilmu psikologi, asosial antropologi, terapi ini itu, konseling, dan semua hal baik di dunia ini jadi bertambah!

Yah, bagaimanapun, semua hal buruk kadang membawa hidup kita pada sebuah nilai tambah. Apapun kesukaran yang kita hadapi, biasanya sih membawa sebuah keuntungan yang nggak kita duga jika kita nggak mengalaminya.

Mungkin balik-balik kita harus bilang thanks God buat semua problema dan masalah kita. Karena, kalo gak gitu, siapa bisa menjamin, kemajuan apa yang bakal kita peroleh dalam hidup kita ini?

Hidup ini singkat, jangan terlalu masukin ke hati apa kata orang, deh. Biarin aja gimana sikap orang lain. Mereka berhak untuk berpikir, bicara, mengeluarkan pendapat atau bersikap seperti apapun yang mereka mau. Kita nggak bisa mengontrolnya. Tapi kita, bisa mengontrol sikap kita sendiri. Bukankah ini lebih baik?

Kita gak perlu bertanggung jawab atas apa yang orang lain lakukan, tapi yang pasti, kita bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan pada orang lain. So what, pahami aja deh orang lain yang ajaib di sekitar kita. Kalo nggak bisa, ya paling nggak cuekin aja, jagan terlalu dipikirin..
Bisa mati muda deh lo!

 

PERTANYAAN YANG TIADA JAWABNYA February 26, 2008

Filed under: pertanyaan — krisgp @ 1:55 am

Well, kadang hidup berjalan tidak seperti yang kita inginkan.
Ada kalanya berada di bawah bayang-bayang,
ada kalanya berada di bawah tekanan.
Banyak hal membelenggu, menyesakkan, menarik, mengikat, menghempas…

Hmhhh….

Ada orang-orang yang sepatutnya jadi contoh yang baik, malah jadi batu sandungan
Yang seharusnya jadi pemberi semangat, malah jadi perongrong
Yang seharusnya mengayomi, malah menuntut banyak

Bagaimana bisa kita hidup di dunia yang sudah terbalik ini?
Mengapa harus bertemu dengan banyak hal yang menyesakkan dulu? Kenapa kita nggak bisa jalan lurus dan mendapatkan mujizat atau berkat yang nyata? Mengapa harus hadapi kesusahan dulu?

Entah kenapa ada pertanyaan-pertanyaan yang kita nggak bisa tanyakan jawabannya pada orang lain. Kita dituntut untuk mencari jawabannya pada alam semesta. Sementara kita mengharap orang lain, menanti kemurahan dan belas kasihan mereka, yang kita dapati hanya seringai, tatapan sinis, atau sebaliknya tudingan.
Masih adakah kemurahan di dunia yang kejam ini?

Kadang, capek rasanya melangkah. Ingin berhenti sejanak dan mengalihkan pandang pada sesuatu yang lebih baik. Tapi apa?
Entahlah.
Mungkin itu juga harus kita cari tau sendiri jawabannya.

Pada rumput yang bergoyang, atau pada angin yang berlalu…

 

Sekali Lancung ke Ujian, Seumur Hidup Tak Dipercaya February 25, 2008

Filed under: curhat — krisgp @ 12:47 am

Pernah denger peribahasa (atau pepatah, ya?) itu gak?

Aku pernah punya sohib yang yeah, kurasa baik. Tapi, entah gimana suatu kali seorang teman bercerita tentang dia yang suka nyeritain aku di belakang. Kebayang gak gimana rasanya?

Hrmgjhkghrjsytfsm!!!!!

Well, probably I’m not a saint yet, I’m still a sinner, I do realize it! Tapi bukan berarti kita trus gak bisa melakukan hal-hal yang baik, kaan? Kita mungkin masih suka ngomongin orang lain (mungkin ini contohnya), tapi jangan suka baik hati di depan dan ngobrolin di belakang, dong..

Buat aku, kalo mau jahat mah jahat aja, it’s okay kok. Asal, tunjukin di depan-depan, jangan ngumpet di belakang dong, toh apapun yang tersembunyi akan tampak, dan apa yang dibisikkan dalam gelap akan diteriakkan dalam terang. Sebusuk apapun barang yang amis disimpan, tetap suatu saat akan ketahuan juga. So, tunjukkin deh rasa loe, kata sebuah iklan.

Memang sih kejadian ini dah berlangsung beberapa waktu yang lalu, tapi yang namanya dikhianati itu ternyata menyisakan trauma yang gak gampang berlalu dari ingatan. Sejujurnya, gak dendam sih, cuman sukar rasanya untuk kembali mempercayai orang tersebut. Jadi, so far, apapun yang dia lakukan, bawaanku curigaaa mulu. Duh, siapa ni yang salah kalo dah gini?
Prinsipku memang, biarlah yang lalu berlalu, mari buka lembaran baru, tapi nyatanya, masih suka keinget juga kesalahan orang.

Hmmhhh, memang susah ya menjaga sikap kita? Apa harusnya kita jadi seorang pertapa aja biar bisa tetap menjaga kesucian hidup? Gak mungkinlah.. Selama masih mau tinggal di bumi ini ya kita pasti liat manusia, kecuali kalo mau tinggal di hutan atau di gunung yang keramat, baru deh bisa gak liat kesalahan manusia.

Kadang juga berpikir kenapa ya kita gak bisa berlaku suka-suka di dunia ini? Kenapa kita harus memikirkan apa kata orang? Kenapa harus ada banyak nilai dan norma-norma yang harus kita perhatikan dalam tata kehidupan kita bermasyarakat? Wong hidup hidup kita sendiri..

Tapi yeah, mungkin inilah keseimbangan. Kita perlu menjaga hati dan perasaan kita, mentolerir sikap orang yang tak luput dari kesalahan karena kita sendiri juga manusia yang belum sempurna, yang suatu saat kelak akan melakukan kesalahan yang sama (kali malah lebih parah!), kata Rick Warren dalam bukunya Purpose Driven Life.

Mungkin seperti kata sebuah ungkapan, yang terbaik yang kamu harapkan dari orang lain, ada pada yang terbaik darimu, dan kesalahan yang kamu cari pada orang lain, sebenarnya adalah kesalahanmu jua (sorry, lupa ini kata siapa).

Hmmhh.. capek deeh!