Feeds:
Posts
Comments

Tadi Aless bilang sama Mama ‘Ma, kata bu guru Aless disuruh les’.
Mama bingung ‘oh Ɣαα? Les apa?’ *pura-pura gak tau.
‘Les pelajaran..’ Kt Aless lagi.
‘Hah? Les pelajaran?’
‘Iya, kata bu guru ‘Aless, yuk les kayak Monik (nama temen kelasnya)..”.

Mama bengong dan penasaran. Gak mungkin Aless ngarang cerita. Tapi masa sih sebegitunya guru TKnya Aless ngajak-ngajakin muridnya les pelajaran? Anak TK disuruh les? Pleaseee…

Anak-anak saya seringkali pulang sekolah sudah ketiduran di jalan, sebelum sampai di rumah. Tandanya mereka kecapekan, bukan? Sudah begitu masih disuruh les pula? Woww..

Saya nggak ngerti siapa yang salah. Saya belum melihat pentingnya les bagi anak2 yang masih TK. Buat saya pelajaran menulis saja sudah berat bagi mereka. Belum lagi menghafalkan Pancasila dimana sila ke-4 yang panjang dan bahasanya susah dimengerti itu – bahkan orang dewasa pun susah untuk menghafalnya- harus mereka hafalkan. Belum lagi pelajaran lainnya yang menurut saya cukup menguras tenaga dan pikiran bagi mereka.

Kenapa anak TK harus les pelajaran? Apa memang untuk membantunya menguasai pelajaran? Atau sekadar mendongkrak nilai? Atau supaya lebih diperhatikan guru di sekolahnya? Saya nggak ngerti. Sepengetahuan saya, kalo anak kita bisa mengikuti pelajaran di sekolahnya dengan baik, kenapa harus les pula?

Bagi saya, jika anak TK perlu les, sebaiknya les itu berkenaan dengan pertumbuhan minat dan bakat pribadi mereka. Entahkah musik, olahraga, seni, komputer, atau apapun yang berkaitan dengan kesukaan dan kemampuannya. Bukan les pelajaran yang seharusnya bisa diperoleh dari sekolah yang sudah dibayar mahal itu..

Saya bilang pada Aless ‘Les, kalo lain kali bu guru bilang gitu lagi bilang Ɣαα, Mama Papa gak punya duit buat bayar les. Lebih baik Aless Axa belajar yang rajin supaya gak perlu les lagi..’ Dan berbagai macam petuah tentang betapa pentingnya belajar pada anak-anak..

Saya berharap mereka mengerti. Saya heran dengan sikap banyak orang tua murid yang menyarankan agar Axa Aless ikut les supaya lebih pintar menulis. Duuh, bukankah usia mereka masih usia bermain? Belum waktunya kalii mereka memikirkan hal yang terlalu serius. Ada masanya nanti mereka akan menghadapi hal yang serius untuk dipikirkan, tapi bukan sekarang. Saya hanya ingin mereka mengalami masa kanak-kanak yang bahagia, bukan penuh dengan kepalsuan dan ikut apa kata orang. Saya menginginkan mereka tumbuh jadi pribadi2 sebagaimana yang Tuhan kehendaki, yang punya nilai yang kuat dan berani memegang prinsip, bukan hanya anak2 yang mendapat nilai tinggi tapi lalu tak mampu bersaing di tengah kerasnya kehidupan saat mereka dewasa nanti.

Saya berharap anak-anak bisa mengerti keputusan kami, orang tua mereka. Saya harap orang tua lain juga tak menjadikan ambisi pribadi mereka sebagai beban bagi anak-anak mereka dan menghasilkan pribadi2 yang terbiasa dengan persaingan tidak sehat pada masa dewasa mereka kelak. Bukankah mereka adalah generasi penerus bangsa? Gimana Indonesia bisa maju jika lingkungan yang kita ciptakan adalah lingkungan persaingan tidak sehat dan kepentingan pribadi kita sebagai ganti perkembangan keunikan dan keragaman potensi pribadi mereka?

Yeah.. Ini hanya pemikiran pribadi saya. Orang lain boleh punya pendapat mereka sendiri. Tapi seandainya saja semua orang punya pemikiran yang sama dengan saya.. :(

Saya hanya bingung. Entahkah saya yang terlalu idealis ataukah saya yang tak mampu menghadapi kenyataan yang ‘biasa’ bagi sebagian besar orang tua murid TK? Hmmm…

Anak-anak udah masuk TK. Aku berniat bawain bekal yang sehat dari rumah. Entah nasi dan lauknya, atau paling nggak roti. Sebelum anak back to school, udah sibuklah diriku berburu perlengkapan bento yang lucu walaupun seadanya. Maklum tinggal di Tegal, gak semua tersedia di sini.. :D

Waktu pertama masuk, dengan lahapnya mereka makan bekal yg mama siapkan dari rumah. Tapi setelah beberapa hari, mereka mulai malas makan. Kadang bekal disisain, kadang malah nggak disentuh. Aku jadi bingung. Kenapa yaa? Bukannya mereka lapar kalo di sekolah? Tapi ternyata oh ternyata, idealisme Mamanya Axa Aless beda sama pemikiran orang tua lain. Waktu mama ikut nungguin di kelas jadi ketauan deh penyebabnya. Ternyata anak lain hanya dibekali snack seadanya sama orang tua mereka. Ada yang dibawain roti, ada yang jelly, tapi banyak yang hanya dibekali snack anak-anak berMSG atau permen. Waduuuhh.. Sangat nggak sehat, bukan?

Suatu kali gurunya bilang ‘Axa Aless nggak mau makan, Bu. Tadi malah minta snacknya temennya..’ Haahh?? Jadi makan snack temennya? Alamaaakk..

Yeah begitulah.. Semangat mama yang menggebu-gebu nyiapin bekal sehat jadi sedikit terhempas. Bimbang. Antara bertahan dengan idealisme dan kenyataan. Abis gimana, Axa Aless masih suka bandingin bekal mereka sama bekal temen-temennya sih..

Yaah.. Semoga mereka mengerti niat baik mamanya yaaa..

Lama Tak Jumpa..

Hai.. Lamaaa banget gak ketemu. Lama gak nulis. Lama gak ngisi blog. Pheww..
Ini sekadar tes, nyoba blogging via Blackberry. Sejak punya anak memang susaaah punya waktu untuk ngetik2 di kompie. Yg ada rebutan entar sama the krucils, jd Ɣαα udah sempat2in waktu aja buat menulis kembali via BB. Ceritanya, kembali pada cinta lama. Semoga kali ini berhasil yaa.. Kangen juga menulis dan menumpahkan uneg2 di suatu tempat hehehehe..

Menyapih dengan Cinta

Anak-anakku udah mau dua tahun. Kalo dibilang gak berasa, berasa bangetlaahh.. Dibilang berasa ya.. cepat juga waktu berlalu..

Aku lagi dalam proses menyapih kedua anak kembar kami. Duuh.. berat banget. Sebenernya berencana dari minggu lalu, tapi mereka gantian sakit, jadi batal. Pertama Aless, lalu Axa. Kalo sakit kan mereka suka gak mau makan, gak mau minum susu, maunya nenen terus. Itulah yang bikin aku gak tega gak nenenin mereka..

Sesudah Axa sembuh beberapa hari yang lalu baru aku coba lagi upaya weaning with love-nya. PDnya aku tempel pake plester dan bilang ke mereka kalo nenennya tutup,  abis. Nenen cuma boleh buat dedek. Kalo udah besar gak boleh nenen lagi. Axa sama Aless masih kecil apa udah besar? aku suka tanyain gitu. Pasti mereka jawab ‘besar’. Naah.. kalo udah besar gak nenen lagi.. malu.. Dan mereka pun mengulangi perkataanku mentahmentah.

Aku kagum sama pengertian mereka. Kalo dibilang gitu, mereka nuruuut banget. Kadang aku kasian, tapi gimana.. kalo aku yang ngalah tar gak berenti2 nenennya. Aku juga yang jadi repot. Puji Tuhan, malem ini adalah malam (akan jadi yang ) ketiga mereka gak nenen. Makannya mulai banyak, minum susunya lebih mau ketimbang waktu masih nenen. Duuhh.. mereka bener-bener malaikat kecilku!

aren;t they adorable??

Jangan tumbuh besar terlalu cepat, ya nak..

Mama (and Papa) love you both soooo much!

sepeda baru

Udah lkama pgn beliin sepeda buat si kembarn tp maju mundur trs. Maklum mrk kan bosenan. Takutnya tar digeletakin doang. Tp akhirnya kmrn jd deh kebeli tuh sepeda. Awalnya beli 1… Dan spt biasa, perebutan hebat terjadi! Akhirnya beli deh 1 lagi..
Hmph.. Si kembar emang ampuuun dah! Bikin hidup lbh hidup..

Hehehe.. Ini mah ngetes blogging di WP pk BB.. Pgn tau jdnya kyk apa.. Hihihi..

Hidup Ini Berarti!

Tadi gak sengaja baca update status temen di FB yang menyatakan bahwa dirinya lagi hamil. Seharusnya sih seneng, kata banyak orang yang mensupport dan memberi selamat, tapii kata yang punya status : ‘I’m not ready yet…’. Nah lho..

Aku jadi berpikir banyak tentang proses terjadinya seorang manusia. Ada yang terjadi karena memang diharapkan/ sengaja dibuat, ada yang sama sekali bukan keinginannya, ada juga yang gak sengaja kayak kasusku dan sohibku tadi. Tapi aku bukan seorang yang percaya akan adanya kebetulan. Bagiku, tidak ada satupun yang terjadi secara kebetulan di dunia ini. Ada Sepasang Tangan yang merencanakan dan membentuk — atau paling tidak mengijinkan– segala peristiwa yang terjadi di alam semesta ini.

Aku percaya bahwa Allah telah melihat setiap peristiwa yang akan terjadi dalam hidup kita. Bahkan setiap kita dirancang dan ditenun dalam kandungan ibu kita, jadi tidak ada orang yang terlahir karena ‘kecelakaan’ atau ketidak sengajaan. Walaupun kadang kita memang melihat ada orang-orang yang sepertinya terlahir kurang beruntung atau semacam itu, tetap saja, it’s just a matter of the way we think. Betapa ajaib rancangan Tuhan dalam hidup setiap orang. Seharusnya kita semua menyadarinya!

Well, anak-anakku misalnya. Mereka terlahir kembar. Who knows? Dalam jutaan tahun cahaya pun aku gak akan pernah memimpikan punya anak kembar. Tapi toh Tuhan mengirimkan mereka buat kami. Trus, banyak orang berkomentar kalo kedua-duanya bener-bener mirip aku. Sama sekali gak ada yang dibuang dari aku, gak ada yang mirip bapaknya, kata mereka. Yee.. emang kita bisa milih muka anak kita nantinya? Sekali lagi, ini juga perbuatan Tuhan, bukan? Masalah perempuan atau laki-laki, bentuk badannya, jenis kulitnya, tulang2nya dsb, semua itu kita gak bisa milih. Kita cuma taunya bikin, dan entah gimana.. sim salabim pas salonpas, jadi! Sembilan bulan kemudian, lahir! Bener gak? Berarti nyata dong kalo kita ini gak berkuasa apa-apa atas diri kita. Jadi mungkin yang harus kita lakukan adalah mensyukuri apa yang ada. Setiap pemberian yang terbaik toh datangnya dari atas, tempat Tuhan segala tuhan berdiam.

Tidak akan ada hidup yang nggak berguna jika kita bisa mempergunakan waktu yang ada dengan baik. Jika kita bisa melihat jawaban dalam setiap persoalan. Jika kita bisa meluangkan waktu untuk berpikir dan merenungkan semua perbuatan Tuhan yang ajaib, jika kita bisa melihat potensi dan kesempatan ketimbang penderitaan. Aku juga pengen live the best life I can be. Hanya saja, Iblis seringkali mengalihkan perhatian kita dari hal-hal semacam itu. Ia terus memanipulasi kita dengan betapa berat penderitaan kita. Dia membuat kita melihat hal2 yang tidak kita miliki (ketimbang apa yang kita miliki -yang biasanya justru lebih banyak!), dan membuat kita nggak bisa bersyukur. Padahal, friends, hidup akan terlihat lebih indah jika kita memandangnya dengan cara yang berbeda. Dengan cara pandang orang cacat, misalnya, atau cara pandang anak yatim, atau kaum dhuafa. Mereka akan melihat bahwa hidup kita ini sungguuuuh beruntung ketimbang hidup mereka..

Yeah.. semoga kita semua benar-benar menyadari kenyataan yang sebenarnya, yaitu bahwa hidup kita berarti. Jauh dari apa yang kita rasakan sekarang, ada sesuatu yang lebih besar dari kita yang harus kita jalani, yaitu Destiny. Jika kita bisa memandang jauh ke depan, melalui segala persoalan dan rintangan, dan fokus pada tujuan tersebut, kita akan menemukan bahwa hidup kita berharga. Ada sesuatu yang really worth it! Namun jika pandangan kita pendek, hanya sebatas masalah-masalah yang tampaknya tak berkesudahan tersebut, maka kita hanya akan menjalani hidup sebagai korban..

Life is just a work in progress. A progress with sooo many changes tentunya hehehe. Karena kalo progress-nya salah, apa artinya dong making progress. Mungkin yang penting adalah kebijaksanaan untuk memandang setiap hal sebagaimana Allah memandangnya, bukan sebagaimana kita memandangnya.. Percayalah bahwa dalam setiap tahapan kehidupan, ada persoalannya masing-masing, jadi kita bisa lebih bersyukur dalam tahapan kehidupan yang sedang kita lalui.

Amen?

 

14 Minggu!

Pheww.. 14 minggu kehamilan!

Well, secara badan, udah jauh lebih sehat ketimbang waktu kehamilan berumur 2 bulanan. Sekarang udah gak terlalu mual, muntah and mabok2 lagi. capek banget tau, yang namanya mual itu. capeeekkkk banget!

Masalahnya ganti sekarang. Kalo dulu mual and muntah, sekarang moodnya lebih naik turun. Gampang marah, gampang nangis dsb. And, nyeri di perut. Ampuuunnn… Kalo dah nyeri, hmrgghhhh… gak nahan deh! Yang anehnya, kalo aku sehat, baik2, gak ada keluhan, aku suka nanya sama diriku ‘Gw hamil beneran gak sih? Kok gak ada keluhan atau tanda2 ajaib…’ Tapi coba kalo mulai sakit2, kontraksi, nyeri, gw berharap ‘Duuhhh.. kapan semua ini akan segera berakhir???’ Hehehe. Itulah manusia. Gaaakkk pernah puas..

Minggu lalu kami periksa ke dokter. harusnya sih minggu ini, tapi karena penasaran udah kepengen liat gambar bayinya bergerak-gerak, jadilah aku dan suamiku ke dokter minggu lalu. Gemesin banget tau gak sih waktu liat gambar di USGnya, liatin bayi mungil di perutku bergerak-gerak kayak lagi nendang-nendang, trus tangannya goyang2 kayak penyanyi rock gitu. Ampunn.. kok bisa ya ada dua makhluk di perutku.. hihi..

Kalo aku lagi sedih, merasa desperate ato semacam itu, aku selalu inget sama dua makhluk mungil di perut ini. Mereka tuh punya keajaiban yang entah gimana bikin aku berusaha bertahan hidup. Kalo gak ada mereka, entahlah.

Dokter (tau gak, tiga kali periksa kehamilan kami pergi ke 3 dokter yang berbeda buat membandingkan dokter mana yang paling baik dan nyaman, termasuk memastikan kliniknya bersih and nyaman!) ngasih vitamin, asam folat dan penguat kehamilan buat aku. Agak bingung juga sih, karena dokter lain yang kami datangi bulan lalu bilang bahwa aku gak butuh penguat, karena toh bumil pada dasarnya sudah dilengkapi dengan penguat dari sononya. Dan aku juga bukan termasuk bumil yang kehamilannya bermasalah jadi it’s ok. Chill ajalah.. tapi bulan ini, dokter lain, mungkin pendapatnya lain juga.. karena kehamilanku ganda (dianggapnya berisiko), jadi dikasih penguat yang aku sempat googling tadi, katanya untuk mencegah abortus. Yeahh.. itulah resiko ganti2 dokter kali yee..

Suamiku suka nanya ‘Kamu bahagia gak sih dengan kehamilan kembar ini?’. Mungkin dia ngeliat dari segi keluhan2ku yang seakan gak ada habisnya hehe. tapi aku bahagia kok walaupun mungkin gak terlalu mengekspresikannya. Aku bahagia karena aku berupaya memandang situasiku dari sudut pandang orang lain. Banyak orang berusaha tapi gak bisa2 punya keturunan, sedangkan aku, gak sengaja aja jadi huehehehehe..

Trus, waktu aku nanya sama dokter tentang rasa nyeri mirip nyeri haid yang sering terjadi semasa hamil, dia bilang itu memang wajar. Tapi sesudah itu, dia bilang dengan ekspresi agak aneh ‘Biasanya kalo sering nyeri, susah hamil loh..’. Nah lho.. ini kok bisa sekaligus jadi dua??? Hal-hal kecil itulah yang bikin aku merasa bersyukur. Banyak hal pantas disyukuri kalo kita mau mencarinya, jauh di balik omelan, keluhan dan perasaan malang dalam hidup lohh..

Tapi kadang, kalo inget lagi bahwa semua ini masih akan berlangsung hingga enam bulan ke depan… hiks.. lama banget ya? Ini aja aku ngerasa gak bisa ngapa2in. Puji Tuhan akhir bulan kemaren bukuku berhasil diselesaikan walaupun molor sebulan dari rencana. Masih ada dua judul dalam pikiranku, satu sudah separo ditulis, dan satu lagi baru bagan, tapi gak tau kapan mo nyelesein, abis tiap hari rasanya gak enak badaaaannnn…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.