Feeds:
Posts
Comments

Anak-anak udah masuk TK. Aku berniat bawain bekal yang sehat dari rumah. Entah nasi dan lauknya, atau paling nggak roti. Sebelum anak back to school, udah sibuklah diriku berburu perlengkapan bento yang lucu walaupun seadanya. Maklum tinggal di Tegal, gak semua tersedia di sini.. :D

Waktu pertama masuk, dengan lahapnya mereka makan bekal yg mama siapkan dari rumah. Tapi setelah beberapa hari, mereka mulai malas makan. Kadang bekal disisain, kadang malah nggak disentuh. Aku jadi bingung. Kenapa yaa? Bukannya mereka lapar kalo di sekolah? Tapi ternyata oh ternyata, idealisme Mamanya Axa Aless beda sama pemikiran orang tua lain. Waktu mama ikut nungguin di kelas jadi ketauan deh penyebabnya. Ternyata anak lain hanya dibekali snack seadanya sama orang tua mereka. Ada yang dibawain roti, ada yang jelly, tapi banyak yang hanya dibekali snack anak-anak berMSG atau permen. Waduuuhh.. Sangat nggak sehat, bukan?

Suatu kali gurunya bilang ‘Axa Aless nggak mau makan, Bu. Tadi malah minta snacknya temennya..’ Haahh?? Jadi makan snack temennya? Alamaaakk..

Yeah begitulah.. Semangat mama yang menggebu-gebu nyiapin bekal sehat jadi sedikit terhempas. Bimbang. Antara bertahan dengan idealisme dan kenyataan. Abis gimana, Axa Aless masih suka bandingin bekal mereka sama bekal temen-temennya sih..

Yaah.. Semoga mereka mengerti niat baik mamanya yaaa..

Lama Tak Jumpa..

Hai.. Lamaaa banget gak ketemu. Lama gak nulis. Lama gak ngisi blog. Pheww..
Ini sekadar tes, nyoba blogging via Blackberry. Sejak punya anak memang susaaah punya waktu untuk ngetik2 di kompie. Yg ada rebutan entar sama the krucils, jd Ɣαα udah sempat2in waktu aja buat menulis kembali via BB. Ceritanya, kembali pada cinta lama. Semoga kali ini berhasil yaa.. Kangen juga menulis dan menumpahkan uneg2 di suatu tempat hehehehe..

Menyapih dengan Cinta

Anak-anakku udah mau dua tahun. Kalo dibilang gak berasa, berasa bangetlaahh.. Dibilang berasa ya.. cepat juga waktu berlalu..

Aku lagi dalam proses menyapih kedua anak kembar kami. Duuh.. berat banget. Sebenernya berencana dari minggu lalu, tapi mereka gantian sakit, jadi batal. Pertama Aless, lalu Axa. Kalo sakit kan mereka suka gak mau makan, gak mau minum susu, maunya nenen terus. Itulah yang bikin aku gak tega gak nenenin mereka..

Sesudah Axa sembuh beberapa hari yang lalu baru aku coba lagi upaya weaning with love-nya. PDnya aku tempel pake plester dan bilang ke mereka kalo nenennya tutup,  abis. Nenen cuma boleh buat dedek. Kalo udah besar gak boleh nenen lagi. Axa sama Aless masih kecil apa udah besar? aku suka tanyain gitu. Pasti mereka jawab ‘besar’. Naah.. kalo udah besar gak nenen lagi.. malu.. Dan mereka pun mengulangi perkataanku mentahmentah.

Aku kagum sama pengertian mereka. Kalo dibilang gitu, mereka nuruuut banget. Kadang aku kasian, tapi gimana.. kalo aku yang ngalah tar gak berenti2 nenennya. Aku juga yang jadi repot. Puji Tuhan, malem ini adalah malam (akan jadi yang ) ketiga mereka gak nenen. Makannya mulai banyak, minum susunya lebih mau ketimbang waktu masih nenen. Duuhh.. mereka bener-bener malaikat kecilku!

aren;t they adorable??

Jangan tumbuh besar terlalu cepat, ya nak..

Mama (and Papa) love you both soooo much!

sepeda baru

Udah lkama pgn beliin sepeda buat si kembarn tp maju mundur trs. Maklum mrk kan bosenan. Takutnya tar digeletakin doang. Tp akhirnya kmrn jd deh kebeli tuh sepeda. Awalnya beli 1… Dan spt biasa, perebutan hebat terjadi! Akhirnya beli deh 1 lagi..
Hmph.. Si kembar emang ampuuun dah! Bikin hidup lbh hidup..

Hehehe.. Ini mah ngetes blogging di WP pk BB.. Pgn tau jdnya kyk apa.. Hihihi..

Hidup Ini Berarti!

Tadi gak sengaja baca update status temen di FB yang menyatakan bahwa dirinya lagi hamil. Seharusnya sih seneng, kata banyak orang yang mensupport dan memberi selamat, tapii kata yang punya status : ‘I’m not ready yet…’. Nah lho..

Aku jadi berpikir banyak tentang proses terjadinya seorang manusia. Ada yang terjadi karena memang diharapkan/ sengaja dibuat, ada yang sama sekali bukan keinginannya, ada juga yang gak sengaja kayak kasusku dan sohibku tadi. Tapi aku bukan seorang yang percaya akan adanya kebetulan. Bagiku, tidak ada satupun yang terjadi secara kebetulan di dunia ini. Ada Sepasang Tangan yang merencanakan dan membentuk — atau paling tidak mengijinkan– segala peristiwa yang terjadi di alam semesta ini.

Aku percaya bahwa Allah telah melihat setiap peristiwa yang akan terjadi dalam hidup kita. Bahkan setiap kita dirancang dan ditenun dalam kandungan ibu kita, jadi tidak ada orang yang terlahir karena ‘kecelakaan’ atau ketidak sengajaan. Walaupun kadang kita memang melihat ada orang-orang yang sepertinya terlahir kurang beruntung atau semacam itu, tetap saja, it’s just a matter of the way we think. Betapa ajaib rancangan Tuhan dalam hidup setiap orang. Seharusnya kita semua menyadarinya!

Well, anak-anakku misalnya. Mereka terlahir kembar. Who knows? Dalam jutaan tahun cahaya pun aku gak akan pernah memimpikan punya anak kembar. Tapi toh Tuhan mengirimkan mereka buat kami. Trus, banyak orang berkomentar kalo kedua-duanya bener-bener mirip aku. Sama sekali gak ada yang dibuang dari aku, gak ada yang mirip bapaknya, kata mereka. Yee.. emang kita bisa milih muka anak kita nantinya? Sekali lagi, ini juga perbuatan Tuhan, bukan? Masalah perempuan atau laki-laki, bentuk badannya, jenis kulitnya, tulang2nya dsb, semua itu kita gak bisa milih. Kita cuma taunya bikin, dan entah gimana.. sim salabim pas salonpas, jadi! Sembilan bulan kemudian, lahir! Bener gak? Berarti nyata dong kalo kita ini gak berkuasa apa-apa atas diri kita. Jadi mungkin yang harus kita lakukan adalah mensyukuri apa yang ada. Setiap pemberian yang terbaik toh datangnya dari atas, tempat Tuhan segala tuhan berdiam.

Tidak akan ada hidup yang nggak berguna jika kita bisa mempergunakan waktu yang ada dengan baik. Jika kita bisa melihat jawaban dalam setiap persoalan. Jika kita bisa meluangkan waktu untuk berpikir dan merenungkan semua perbuatan Tuhan yang ajaib, jika kita bisa melihat potensi dan kesempatan ketimbang penderitaan. Aku juga pengen live the best life I can be. Hanya saja, Iblis seringkali mengalihkan perhatian kita dari hal-hal semacam itu. Ia terus memanipulasi kita dengan betapa berat penderitaan kita. Dia membuat kita melihat hal2 yang tidak kita miliki (ketimbang apa yang kita miliki -yang biasanya justru lebih banyak!), dan membuat kita nggak bisa bersyukur. Padahal, friends, hidup akan terlihat lebih indah jika kita memandangnya dengan cara yang berbeda. Dengan cara pandang orang cacat, misalnya, atau cara pandang anak yatim, atau kaum dhuafa. Mereka akan melihat bahwa hidup kita ini sungguuuuh beruntung ketimbang hidup mereka..

Yeah.. semoga kita semua benar-benar menyadari kenyataan yang sebenarnya, yaitu bahwa hidup kita berarti. Jauh dari apa yang kita rasakan sekarang, ada sesuatu yang lebih besar dari kita yang harus kita jalani, yaitu Destiny. Jika kita bisa memandang jauh ke depan, melalui segala persoalan dan rintangan, dan fokus pada tujuan tersebut, kita akan menemukan bahwa hidup kita berharga. Ada sesuatu yang really worth it! Namun jika pandangan kita pendek, hanya sebatas masalah-masalah yang tampaknya tak berkesudahan tersebut, maka kita hanya akan menjalani hidup sebagai korban..

Life is just a work in progress. A progress with sooo many changes tentunya hehehe. Karena kalo progress-nya salah, apa artinya dong making progress. Mungkin yang penting adalah kebijaksanaan untuk memandang setiap hal sebagaimana Allah memandangnya, bukan sebagaimana kita memandangnya.. Percayalah bahwa dalam setiap tahapan kehidupan, ada persoalannya masing-masing, jadi kita bisa lebih bersyukur dalam tahapan kehidupan yang sedang kita lalui.

Amen?

 

14 Minggu!

Pheww.. 14 minggu kehamilan!

Well, secara badan, udah jauh lebih sehat ketimbang waktu kehamilan berumur 2 bulanan. Sekarang udah gak terlalu mual, muntah and mabok2 lagi. capek banget tau, yang namanya mual itu. capeeekkkk banget!

Masalahnya ganti sekarang. Kalo dulu mual and muntah, sekarang moodnya lebih naik turun. Gampang marah, gampang nangis dsb. And, nyeri di perut. Ampuuunnn… Kalo dah nyeri, hmrgghhhh… gak nahan deh! Yang anehnya, kalo aku sehat, baik2, gak ada keluhan, aku suka nanya sama diriku ‘Gw hamil beneran gak sih? Kok gak ada keluhan atau tanda2 ajaib…’ Tapi coba kalo mulai sakit2, kontraksi, nyeri, gw berharap ‘Duuhhh.. kapan semua ini akan segera berakhir???’ Hehehe. Itulah manusia. Gaaakkk pernah puas..

Minggu lalu kami periksa ke dokter. harusnya sih minggu ini, tapi karena penasaran udah kepengen liat gambar bayinya bergerak-gerak, jadilah aku dan suamiku ke dokter minggu lalu. Gemesin banget tau gak sih waktu liat gambar di USGnya, liatin bayi mungil di perutku bergerak-gerak kayak lagi nendang-nendang, trus tangannya goyang2 kayak penyanyi rock gitu. Ampunn.. kok bisa ya ada dua makhluk di perutku.. hihi..

Kalo aku lagi sedih, merasa desperate ato semacam itu, aku selalu inget sama dua makhluk mungil di perut ini. Mereka tuh punya keajaiban yang entah gimana bikin aku berusaha bertahan hidup. Kalo gak ada mereka, entahlah.

Dokter (tau gak, tiga kali periksa kehamilan kami pergi ke 3 dokter yang berbeda buat membandingkan dokter mana yang paling baik dan nyaman, termasuk memastikan kliniknya bersih and nyaman!) ngasih vitamin, asam folat dan penguat kehamilan buat aku. Agak bingung juga sih, karena dokter lain yang kami datangi bulan lalu bilang bahwa aku gak butuh penguat, karena toh bumil pada dasarnya sudah dilengkapi dengan penguat dari sononya. Dan aku juga bukan termasuk bumil yang kehamilannya bermasalah jadi it’s ok. Chill ajalah.. tapi bulan ini, dokter lain, mungkin pendapatnya lain juga.. karena kehamilanku ganda (dianggapnya berisiko), jadi dikasih penguat yang aku sempat googling tadi, katanya untuk mencegah abortus. Yeahh.. itulah resiko ganti2 dokter kali yee..

Suamiku suka nanya ‘Kamu bahagia gak sih dengan kehamilan kembar ini?’. Mungkin dia ngeliat dari segi keluhan2ku yang seakan gak ada habisnya hehe. tapi aku bahagia kok walaupun mungkin gak terlalu mengekspresikannya. Aku bahagia karena aku berupaya memandang situasiku dari sudut pandang orang lain. Banyak orang berusaha tapi gak bisa2 punya keturunan, sedangkan aku, gak sengaja aja jadi huehehehehe..

Trus, waktu aku nanya sama dokter tentang rasa nyeri mirip nyeri haid yang sering terjadi semasa hamil, dia bilang itu memang wajar. Tapi sesudah itu, dia bilang dengan ekspresi agak aneh ‘Biasanya kalo sering nyeri, susah hamil loh..’. Nah lho.. ini kok bisa sekaligus jadi dua??? Hal-hal kecil itulah yang bikin aku merasa bersyukur. Banyak hal pantas disyukuri kalo kita mau mencarinya, jauh di balik omelan, keluhan dan perasaan malang dalam hidup lohh..

Tapi kadang, kalo inget lagi bahwa semua ini masih akan berlangsung hingga enam bulan ke depan… hiks.. lama banget ya? Ini aja aku ngerasa gak bisa ngapa2in. Puji Tuhan akhir bulan kemaren bukuku berhasil diselesaikan walaupun molor sebulan dari rencana. Masih ada dua judul dalam pikiranku, satu sudah separo ditulis, dan satu lagi baru bagan, tapi gak tau kapan mo nyelesein, abis tiap hari rasanya gak enak badaaaannnn…

Saat Yang Paling Indah?

Kata orang, kehamilan adalah saat yang paling indah bagi seorang wanita.

Kata akyu? Please deehh…

Bukannya gak mensyukuri, cuma please dehh.. saat yang mendebarkan, melelahkan, menguras emosi dan tenaga mungkin iya, saat yang paling campur aduk mungkin banget, tapi kalo saat yang paling indah? Belom berasa kalee..

Abis gimana ya, badan sakit, serasa masuk angin tiap hari, kepala pusing, perut suka sakit gak keruan.. untung aja sekarang ini mualnya udah mulai berkurang. Kalo gak.. hmghhh..

Yang menyenangkan dari saat-saat ini adalah, suamiku jadi tambah sayang and selalu mengerti. Jadi, aku tinggal bilang kepengen apa, dia pasti dengan rela mau nyariin. Untung aja aku bukan tipe yang kebanyakan tuntutan atau ngidam yang aneh-aneh. Paling2 sih kepengen makan sesuatu yang tasty, entah asem, pedes, panas, pokoknya yang lebih berasa. Apalagi karena lidahku terasa pahit, jadi selalu pengen sesuatu untuk dimakan, buat menyamankan lidah. Waktu pertama hamil, aku selalu pengen makan makanan yang panas. Padahal aslinya, aku tuh gak terlalu suka makanan panas. Kalo suamiku tercinta suka makan makanan yang dipanasin terlebih dulu, aku mah lebih memilih makan langsung tanpa dipanas-panasin dulu. Repot! (Atau males aja? Hehe). Jadilah tiap hari, gak pagi, gak siang gak malem kami berburu makan makanan panas sampe bosen.

Nah, kemaren-kemaren selalu pengen yang namanya es. Es campur, es teler, es sirop, pokoknya apapun yang namanya es, manis dan dingin. Kata orang, jangan kebanyakan makan es, tar bayinya gede loh. Duuhh.. ngomong doang nih orang-orang.. Gak peduli deh, pokoknya kalo gak minum es, pertanda bakal terjadi perang di rumah! Padahal sih, kalo esnya udah ada, paling aku nyeruput 3-4 sendok. Udah gitu, paling suamiku yang ngabisin. Yeahh.. yang penting udah berasa di lidah deh. Trus besoknya gitu lagi. Tapi sekarang udah agak sadar kali ya, jadi gak berani kebanyakan es yang manis, beralih ke jus. Sempat seminggu tiaaaaap hari pengen jus jeruk. Sampe suamiku berinisiatif beli jeruk peres buat dibikin sendiri di rumah ketimbang bolak-balik beli jus jeruk. Hehehe soalnya dia suka juga..

Sejujurnya, seperti pengakuanku (kalo kamu baca di 100 things about me), aku tuh gak terlalu suka sama bayi dan anak kecil. Sampe sekarang. Tapi waktu tau diriku mengandung, aku bisa sibuk bukan main cari info tentang pregnancy stuff ini, sampe hafal bedain mana yang mitos dan mana yang fakta. Jadi, kalo ada orang bilang gini gitu (yang aku tau hanya mitos), aku bisa menyanggahnya. Tau kan gimana sok taunya orang-orang kalo berhadapan dengan ibu hamil? Nah, masalahnya ibu hamil yang satu ini lebih sok tau lagi dari yang sok tau itu… hehehe.. Aku kagum aja sama diriku yang bisa nahan gak minum kopi (kadang minum sih, kalo kepaksa, dicampur susu tapi..), gak minum soda, gak makan junk food, menghindari telor setengah mateng, gak menyentuh lalapan, sibuk makan buah and makanan sehat lain, demi si jabang bayi. Padahal, aku kan aslinya seorang pemberontak yang gak bisa diatur. Semakin ditekan, semakin berontak dan lari aku. Semakin banyak aturan, semakin berpaling. Tapi naluri keibuan udah menghinggapiku kali yee.. hehehe..

Yeah, kata orang, nikmati aja saat-saat ini. Ya iyalah.. kalo gak dinikmati, mo diapain lagi, coba? Aku kan emang berusaha menikmati setiap saat dalam hidup, walaupun belum tau apakah ini saat yang paling indah atau nggak. Mungkin nanti kalo the babies udah lahir, udah berasa kerepotannya, baru ngerasa kalo ternyata enakan waktu hamil, gak serepot kalo udah punya bayi..

Hihihi, kita liat aja nanti..

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.